Connect with us

News

Mendagri Tito Karnavian Pimpin Rakor bersama Kepala Daerah se-Provinsi Sulawesi Tenggara

Published

on

Mendagri Tito Karnavian Pimpin Rakor Kepala Daerah di Sulawesi Tenggara

KENDARI, kendari24.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) bersama kepala daerah se-Sulawesi Tenggara dalam rangkan kunjugan kerja. Rakor diikuti oleh Pj. Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto bersama seluruh Bupati dan Walikota se-Sulawesi Tenggara. Jumat (27/10/2023) pagi.

Rakor membahas beberapa isu utama yakni pertumbuhan ekonomi dan penanganan inflasi, penurunan angka prevalensi stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024, mal pelayanan publik dan realisasi APBD.

Andap Budhi Revianto dihadapan Mendagri melaporkan bahwa inflasi Sultra berada dalam kategori terkendali. Hingga September 2023, inflasi di Sultra mencapai 3,46%. Angka ini mengalami penurunan dari Agustus yang berada pada angka 3,52%. Posisi ini juga lebih rendah dari September tahun sebelumnya sebesar 5,89%.

“Inflasi di Sultra sejauh ini masih terkendali dan berada dalam batas wajar pada kisaran 2-4% yang telah ditetapkan pemerintah,” kata Andap.

Terkait kelancaran Pemilu 2024, Andap menjelaskan bahwa Pemprov Sultra tadi telah menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) bersama KPU Sulawesi Tenggara senilai Rp233 miliar untuk pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2024. Alokasi dana hibah yang diusulkan Kabupaten/Kota untuk Pilkada serentak senilai Rp895,72 miliar.

Untuk layanan publik, Andap yang juga merupakan Sekretaris Jenderal Kemenkumham ini memaparkan terobosan baru telah dilakukan dalam rangka memberikan kemudahan dan kecepatan layanan. Diantaranya adalah penggunaan aplikasi sistem surat masuk dan keluar sebagai perwujudan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“Terkait peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan agar semakin baik, kami saat ini telah melakukan terobosan baru yaitu menginisiasi sistem penyelenggaraan pemerintah daerah berbasis data desa/kelurahan presisi,” ujarnya.

Mendagri Tito Karnavian memberikan atensi penuh terkait kondisi sosial ekonomi di Sultra. Ia meminta segenap jajaran di Sultra untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan menekan angka inflasi sebagai indikator ekonomi berjalan dengan melaksanakan rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) secara berkala minimal sekali dalam dua minggu.

Namun demikian, Tito juga meminta seluruh Kepala Daerah untuk melaksanakan operasi pasar dengan mengerahkan Satgas Pangan di daerahnya dan mengambil tindakan dalam pengendalian harga bahan pangan di pasar.

Terkait stunting, Tito mengingatkan kepada para Bupati/Walikota yang prevalensi stunting di daerahnya naik agar segera menyiasati kondisi tersebut. Demikian juga Tito mewanti-wanti para kepala daerah untuk mengantisipasi dampak El-Nino yang mengakibatkan banyak kekeringan lahan sehingga meningkatkan harga bahan pokok, khususnya beras. Kondisi ini dapat meningkatkan kemiskinan ekstrem di Sultra. Karenanya ia minta agar para kepala daerah melakukan kreativitas dan intervensi menurunkan kemiskinan ekstrim seperti memberikan bantuan langsung kepada masyarakat penerima manfaat.

Mendagri mengingatkan kepada seluruh Kepala Daerah di Sulawesi Tenggara bahwa realisasi pendapatan dan belanja daerah dalam APBD Tahun 2023 perlu menjadi perhatian khusus. Secara nasional realisasi belanja APBD tahun 2023 per 20 Oktober 2023 baru mencapai 67,07%. Rendahnya realisasi belanja ini salah satunya dikontribusikan oleh Provinsi Sulawesi Tenggara.

Selain itu, Mendagri juga mengingatkan bahwa didalam penyusunan APBD perlu memperhatikan beberapa hal antara lain; penentuan target pendapatan harus rasional, hindari perencanaan anggaran yang berpotensi menimbulkan defisit, melakukan inovasi terhadap PAD sehingga tidak bergantung sepenuhnya kepada dana transfer dari pusat, alokasi belanja harus proporsional antara belanja operasi, belanja modal dan belanja transfer sesuai dengan ketentuan yang ada.

Selain Pj Gubernur dan para Bupati/Walikota se-Sultra, dalam rakor ini juga hadir Anggota Komisi II DPR RI, Hugua, Ketua KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota Sultra, Ketua Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota Sultra, Kepala Perangkat Daerah Pemprov Sultra, serta para Sekda Kabupaten/Kota.

News

Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi KUR Petani dan Penyerapan Jagung oleh Bulog

Published

on

By

KENDARI24.COM – Polri menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Kementerian Pertanian, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak, serta Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penguatan ekosistem pertanian jagung pakan ternak.

Rakor yang berlangsung di Mabes Polri ini juga diikuti oleh Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polda se-Indonesia secara daring, dipimpin Karobinkar SSDM Polri selaku Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan, Brigjen Pol. Langgeng Purnomo.

Langgeng mengatakan rakor ini merupakan tindak lanjut evaluasi kinerja tahun sebelumnya sekaligus konsolidasi strategi 2026.

“Indonesia berhasil tanpa impor jagung pakan ternak pada 2025. Rakor ini kami laksanakan untuk konsolidasi dan kolaborasi agar pelaksanaan tahun 2026 lebih baik lagi,” ujar Langgeng. Jumat (6/2/2026)

Di sisi hulu, Polri berperan sebagai fasilitator akses permodalan bagi kelompok tani (Poktan) jagung melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan dukungan Himbara.

Salah satu implementasi terlihat di Jawa Barat, khususnya Nagreg dan Ciamis, di mana petani memperoleh pembiayaan KUR untuk menanam kembali dan memperluas lahan jagung.

Senior Vice President BRI yang mewakili Himbara, Danang Andi Wijanarko, menyampaikan bahwa pada 2026 BRI menyiapkan plafon Rp180 triliun untuk pembiayaan KUR Mikro sektor pertanian, termasuk ekosistem jagung.

Selain permodalan, Polri juga mengawal stabilitas harga agar petani tidak terjebak tengkulak. Polri bekerja sama dengan Perum Bulog untuk menyerap hasil panen dengan harga sesuai standar pemerintah.

Pengadaan jagung 2026 oleh Bulog mengacu pada Surat Dinas Internal Nomor SDI-217/DU000/PD.02.01/12012026 tanggal 12 Januari 2026 dengan target 1 juta ton untuk Cadangan Pangan Pemerintah dan harga pembelian Rp6.400 per kilogram.

“Fokus kami menjaga harga di tingkat petani minimal sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Di Jabar dan Kalsel, kolaborasi ini mendorong pembelian hingga Rp6.400 per kg sesuai standar Bulog,” tegas Langgeng.

Program ini bertujuan mengembangkan lahan tidur, memutus ketergantungan petani pada tengkulak, serta meningkatkan produksi jagung nasional. Dengan pendampingan manajerial yang baik, petani diharapkan mampu mengelola modal, meningkatkan produktivitas, dan memperbaiki kesejahteraan.

Polri menegaskan komitmennya untuk terus mengawal ekosistem jagung pakan ternak sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan nasional 2026.(**)

Continue Reading

News

Hakim PN Kendari Vonis Dua Direktur PT AMIN dalam Kasus Korupsi Pertambangan Nikel

Published

on

By

KENDARI24.COM – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kendari menjatuhkan vonis pidana penjara terhadap dua terdakwa kasus korupsi pertambangan PT Alam Mitra Indah Nugraha (AMIN) di Kabupaten Kolaka, Jumat (6/2/2026) pagi.

Kedua terdakwa masing-masing Mohamad Machrusy selaku Direktur Utama PT AMIN dan Mulyadi selaku Direktur PT AMIN.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 8 tahun penjara kepada Mohamad Machrusy dan 6 tahun penjara kepada Mulyadi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, Muhammad Yusran, menyatakan bahwa vonis tersebut telah sesuai dengan tuntutan jaksa sebelumnya.

“Sikap kami sebagai Jaksa Penuntut Umum terhadap vonis kedua terdakwa yakni pikir-pikir,” kata Yusran usai persidangan. Jumat (6/2/2026)

Majelis Hakim menilai kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah menyalahgunakan kuota RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) untuk menjual ore nikel dari eks IUP PT Pandu Citra Mulia (PCM) melalui Jetty PT Kurnia Mining Resources (KMR) atas persetujuan Syahbandar Kolaka Supriyadi.

Padahal, secara aturan, Syahbandar tidak berwenang menerbitkan Surat Perintah Berlayar (SPB) untuk PT AMIN melalui Jetty PT KMR karena PT AMIN tidak tercatat sebagai pengguna resmi fasilitas tersebut.

PT AMIN tidak masuk dalam daftar pengguna Jetty PT KMR sebagaimana penetapan Ditjen Perhubungan Laut (Ditjen Hubla), namun SPB tetap diterbitkan oleh pihak Syahbandar Kolaka.

Saat ini, JPU masih mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya, apakah menerima putusan atau mengajukan upaya banding.

Kasus korupsi ini juga menyeret 9 nama dan bos tambang nikel di antaranya Supriyadi – Kepala Syahbandar Kolaka, Mohamad Machrusy – Direktur Utama PT AMIN, Mulyadi – Direktur PT AMIN, Erik Sinarto – Direktur PT BPB, Halim Huncoro – Direktur Utama PT KMR dan Heru Prasetyo – Direktur PT Kurnia Mining Resources (KMR).

Dewi – Koordinator kerja sama, Asrianto Tukimin – Binwas Kementerian ESDM (Inspektur Tambang) di Sultra dan Ridham M. Ringgaala – Perantara penjualan dokumen.

Para terdakwa ini diduga memanipulasi dokumen RKAB IUP PT AMIN sebesar 480 metrik ton, yang mengakibatkan kerugian negara mencapai sekitar Rp233 miliar. (**)

Continue Reading

News

Wakapolri Perintahkan Jajaran Kawal APBN 2026 Usai Tragedi Anak di NTT

Published

on

By

KENDARI24.COM – Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo memerintahkan seluruh jajaran Polri turun langsung ke masyarakat untuk mengawal implementasi program bantuan sosial dalam APBN 2026 agar benar-benar tepat sasaran. Instruksi ini disampaikan menyusul tragedi seorang anak di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga mengakhiri hidupnya karena tekanan ekonomi keluarga.

Wakapolri menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut dan menegaskan negara harus hadir lebih cepat bagi warga yang membutuhkan.

“Peristiwa ini menjadi pengingat agar negara hadir lebih cepat dan lebih nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Wakapolri.

Ia menekankan bahwa APBN 2026 telah menyiapkan berbagai program pengentasan kemiskinan ekstrem melalui bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi. Karena itu, Polri diminta berperan aktif memastikan bantuan benar-benar sampai ke keluarga yang berhak.

“Saya instruksikan para Kapolres bersama pemerintah daerah untuk turun langsung ke lapangan, melakukan pendataan keluarga miskin ekstrem, membantu verifikasi, serta mendampingi masyarakat mengakses program bantuan,” tegasnya.

Polri akan mengawal sejumlah program prioritas pemerintah, di antaranya PKH, bantuan sembako, PIP dan KIP Kuliah, bantuan permakanan lansia-disabilitas, PBI JKN, Rumah Sejahtera Terpadu, subsidi energi, sertifikasi halal UMK, uang saku magang, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Wakapolri juga menegaskan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah, BPS, serta kementerian/lembaga agar pendataan akurat dan distribusi bantuan tepat sasaran.

“Pendataan harus akurat, verifikasi nyata di lapangan, dan bantuan benar-benar diterima yang berhak. Itulah ukuran keberhasilan kita,” katanya.

Menutup arahannya, Wakapolri menegaskan komitmen Polri mendukung kebijakan Presiden dalam menekan kemiskinan ekstrem.

“Tragedi di NTT tidak boleh terulang. Polri akan berada di garis depan memastikan negara hadir untuk rakyatnya,” pungkasnya.(**)

Continue Reading

Trending