Connect with us

Kesehatan

RS dr. Ismoyo Korem 143 Tegaskan Dukungan Penuh untuk Kesiapsiagaan Krisis Kesehatan di Sultra

Published

on

Kapten Ckm dr. Idul Saputra saat memberikan materi

KENDARI, Rumah Sakit dr. Ismoyo Korem 143 Haluoleo Kendari menegaskan komitmennya dalam mendukung kesiapsiagaan penanganan krisis kesehatan bersama lintas sektor di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Kepala RS Korem 143/HO, Kapten Ckm dr. Idul Saputra S.I.P., M.H., FIMMA, saat memberikan materi pada kegiatan Peningkatan Kapasitas Tim Manajemen dan Penanggulangan Krisis Kesehatan Daerah Tahun 2025 yang digelar oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Selasa (9/12/2025).

Kapten Ckm dr. Idul Saputra menegaskan bahwa peningkatan kapasitas ini merupakan langkah penting dalam memperkuat ketahanan sektor kesehatan di Sultra.

“Penanganan krisis kesehatan tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi. Dibutuhkan kolaborasi yang solid antar-lembaga agar respons darurat dapat berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, RS Korem siap menugaskan tenaga kesehatan terbaiknya untuk mengikuti kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi dalam sistem rujukan dan manajemen krisis.

“Kami di RS Korem berkomitmen mendukung seluruh upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan kesehatan. Pelatihan seperti ini sangat penting karena memberikan penyegaran, pembaruan pengetahuan, dan memperkuat jalur komunikasi antarinstansi,” jelasnya.

Kegiatan peningkatan kapasitas ini bertujuan meningkatkan kemampuan tim dalam menghadapi berbagai potensi ancaman kesehatan, mulai dari bencana alam, kedaruratan medis, hingga krisis kesehatan skala besar.

“Kami berharap setelah pelatihan ini, koordinasi di lapangan semakin cepat dan tidak ada lagi hambatan dalam penanganan krisis kesehatan di Sultra,” tutup dr. Idul.

Kegiatan ini akan berlangsung pada 9–12 Desember 2025 di Aula Dinas Kesehatan Sultra, dan turut melibatkan sejumlah lembaga strategis seperti BPBD Sultra, Biddokkes Polda Sultra, serta instansi kesehatan lainnya. Rumah Sakit Korem menjadi salah satu undangan penting sebagai fasilitas kesehatan yang berada di garda depan respons cepat kedaruratan medis.(**)

Continue Reading

Kesehatan

JEC ORBITA Kendari Ajak Warga Waspada Glaukoma di Pekan Glaukoma Sedunia 2026

Published

on

By

KENDARI24.COM — Dalam rangka memperingati Pekan Glaukoma Sedunia 2026 yang berlangsung pada 8–14 Maret 2026, JEC Group melalui JEC ORBITA @ Kendari mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyakit glaukoma yang dapat menyebabkan kebutaan permanen.

Glaukoma merupakan salah satu penyakit mata yang sering tidak disadari penderitanya karena berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas. Kerusakan saraf optik yang ditimbulkan oleh penyakit ini bersifat permanen sehingga deteksi dini sangat penting untuk mencegah gangguan penglihatan yang lebih berat.

Dokter mata di JEC ORBITA Kendari, dr. Dewi Nugrahwati Putri, SpM, menjelaskan bahwa glaukoma sering dijuluki sebagai silent thief of sight atau “pencuri penglihatan secara diam-diam”.

“Glaukoma sering tidak disadari oleh penderitanya karena pada tahap awal hampir tidak menimbulkan keluhan. Banyak pasien datang ketika lapang pandangnya sudah menyempit, sehingga penanganannya menjadi lebih sulit,” jelasnya.

Menurut dr. Dewi, pemeriksaan mata secara rutin sangat dianjurkan terutama bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko seperti usia di atas 40 tahun, memiliki riwayat keluarga dengan glaukoma, serta penderita penyakit tertentu seperti diabetes dan hipertensi.

Ia menambahkan, melalui pemeriksaan mata yang tepat, dokter dapat mendeteksi glaukoma sejak dini dan memberikan penanganan yang sesuai untuk mengontrol tekanan bola mata sehingga kerusakan saraf optik dapat diperlambat.

Selain mengedukasi masyarakat, JEC ORBITA Kendari juga memanfaatkan momentum Pekan Glaukoma Sedunia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mata.

Berbagai kegiatan edukasi turut digelar, termasuk seminar bagi tenaga kesehatan serta sosialisasi mengenai gejala dan faktor risiko glaukoma agar masyarakat lebih memahami bahaya penyakit tersebut.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan mata secara berkala. Dengan deteksi dini, glaukoma dapat dikendalikan sehingga risiko kebutaan bisa ditekan,” tambah dr. Dewi.

Melalui kampanye ini, JEC ORBITA Kendari berharap kolaborasi antara tenaga kesehatan dan masyarakat dapat semakin kuat dalam upaya mencegah kebutaan akibat glaukoma. Pemeriksaan mata secara rutin pun diharapkan menjadi kebiasaan masyarakat sebagai langkah menjaga kualitas penglihatan hingga usia lanjut.(**)

Continue Reading

Kesehatan

Unggul Telak di Kongres Daerah, Hasan Pimpin Persagi Sultra Periode 2025–2029

Published

on

By

Hasan menerima pataka kepengurusan Pergasi Sultra

KENDARI – Hasan resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Sulawesi Tenggara masa bakti 2025–2029. Ia meraih suara terbanyak dalam Kongres Daerah Persagi Sultra dengan perolehan 15 suara. Sabtu (17/1/2025).

Dalam pemilihan tersebut, tiga nama diusulkan sebagai calon ketua. Prof. Wa Ode Salma memperoleh 4 suara, Wiralis meraih 3 suara, sementara Hasan unggul dengan 15 suara. Total suara berasal dari 5 suara pengurus DPD dan 17 suara pengurus DPC kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.

Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Hasan menyatakan kesiapannya melanjutkan perjuangan dalam menjaga marwah profesi ahli gizi serta memastikan Persagi terus memberi manfaat bagi anggota maupun masyarakat luas.

“Proses kongres telah kita lalui dengan berbagai dinamika dan perbedaan pandangan. Namun hari ini yang tersisa hanyalah satu tujuan bersama, yakni Persagi yang lebih kuat, lebih profesional, dan lebih berdampak,” ujar Hasan.

Ia menegaskan bahwa pascakongres tidak ada lagi sekat perbedaan di tubuh organisasi. Seluruh anggota, menurutnya, merupakan satu kesatuan dalam keluarga besar Persagi Sulawesi Tenggara.

“Tidak ada lagi kami atau mereka. Yang ada hanyalah kita, keluarga besar Persagi Sulawesi Tenggara,” tegasnya.

Hasan juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus DPD Persagi Sultra periode sebelumnya atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan.

“Jejak pengabdian yang telah ditorehkan menjadi fondasi yang kokoh bagi kami untuk melangkah lebih jauh. Tugas kami bukan memulai dari nol, tetapi melanjutkan, memperbaiki, dan menguatkan,” ungkapnya.

Menghadapi masa kepengurusan ke depan, Hasan menilai tantangan persoalan gizi akan semakin kompleks, mulai dari isu ketahanan pangan hingga tuntutan profesionalisme di era transformasi digital. Menurutnya, peran ahli gizi menjadi semakin strategis dalam menjawab tantangan tersebut.

Pascakongres, Hasan menyatakan siap segera menyusun struktur kepengurusan DPD Persagi Sultra periode 2025–2029 serta mempersiapkan pelaksanaan rapat kerja daerah sebagai langkah awal penyusunan program kerja organisasi ke depan.(**)

Continue Reading

Kesehatan

Ahli Gizi Sultra Bersiap Tentukan Arah Organisasi di Kongres ke VI PERSAGI

Published

on

By

KENDARI – Di balik peran sunyi para ahli gizi yang setiap hari bekerja menjaga kualitas kesehatan masyarakat, Dewan Pengurus Daerah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPD PERSAGI) Provinsi Sulawesi Tenggara tengah bersiap menggelar momen penting dalam perjalanan organisasinya. Kongres ke VI PERSAGI Sultra dijadwalkan berlangsung di Kota Kendari pada 17 Januari 2026.

Kongres ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang evaluasi dan harapan baru bagi para ahli gizi di Sulawesi Tenggara. Ketua Panitia Pelaksana Kongres, Hasan, S.Gz., MPH, menjelaskan bahwa terdapat dua agenda besar yang akan dibahas, yakni pleno laporan pertanggungjawaban pengurus serta pemilihan Ketua DPD PERSAGI Sultra untuk periode 2024–2029.

“Ini adalah momentum penting untuk melihat kembali perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan lima tahun ke depan,” ujar Hasan. Rabu (14/1/2026).

Hasan mengungkapkan, kongres ini sejatinya direncanakan berlangsung pada tahun 2024. Namun, sejumlah dinamika organisasi membuat pelaksanaannya harus bergeser. Ia menjelaskan bahwa Surat Keputusan kepengurusan periode 2019–2024 baru ditetapkan pada Juli 2020, sehingga masa kepengurusan pun ikut mengalami keterlambatan hampir satu tahun.

“Kalau dihitung masa kepengurusan lima tahun, sebenarnya baru berakhir di 2025. Secara organisasi masih lazim jika kongres dilaksanakan tahun lalu, namun karena kendala waktu di akhir Desember 2025, akhirnya disepakati pelaksanaannya pada awal 2026,” jelasnya.

Kongres ke VI PERSAGI Sultra ini rencananya akan dihadiri sekitar 150 peserta yang merupakan perwakilan Dewan Pengurus Cabang (DPC) kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara, jajaran pengurus DPD PERSAGI, serta anggota luar biasa PERSAGI.

Hal tersebut disampaikan oleh Seksi Humas dan Publikasi Kongres ke VI, I Made Rai Sudarsono, S.Gz., MPH. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan penuh semangat kebersamaan.

“Kami berharap kongres ini dapat menghasilkan ketua dan pengurus DPD PERSAGI Provinsi Sulawesi Tenggara yang terbaik, yang mampu membawa organisasi semakin berkontribusi bagi peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.(**)

Continue Reading

Trending