Connect with us

Kesehatan

Pasien Covid-19 Di Kendari Mulai Menurun

Published

on

Sulkarnain Kadir, Wali Kota Kendari

Jumlah pasien Covid-19 di Kota Kendari terua mengalami penurunan.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Kendari, tercatat jumlah pasien sembuh mencapai sebanyak 4.607 orang (98,99 persen) dari 4.674 kasus.

Wali Kota Kendari H. Sulkarnain Kadir, mengapresiasi capaian menurunnya jumlah pasein covid-19,  denga tingginya angka kesembuhan pasien itu tidak lepas dari kerja keras semua stekholder terutama para tenaga kesehatan (Nakes) yang terus fokus dalam upaya penyembuhan para pasien yang terpapar Virus Covid-19.

“Peran nakes patut kita apresiasi, mereka telah bekerja keras tanpa mengenal waktu bahkan merelakan nyawanya untuk melawan Covid-19,”. ujarnya, di Media Center Satgas Covid-19, Jumat (28/5/2021).

Wali Kota berharap, kerjasama seluruh masyarakat dan pemerintah dalam menangani dan mencegah penyebar virus asal China ini dapat semakin baik.

“Saya harap ini bisa jadi semangat kita untuk tetap bersama dan bergotong royong memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Kendari,”. katanya.

Hal serupa diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, drg. Rahminingrum. Menurutnya berkurangnya jumlah pasien Covid-19 tidak lepas dari kerja keras semua pihak.

“Olehnya mari bersama-sama kita sukseskan vaksinasi di Kota Kendari agar masyarakat dan orang yang kita sayangi dapat terhindar dari penyebaran covid-19,”. ujarnya

Lebih lanjut Kadis Kesehatan Kota Kendari mengatakan, vaksinasi massal terus dilakukan bersama pihak pendukung lainnya, sejumlah lokasi pelayan publik telah menjalani vaksinasi diantaranya, Pegawai Lippo Plaza Kendari, Pedagang Pasar Baruga, Pegawai Maxcell Depo Teknik & Bangunan, serta Pegawai Paris Karaoke.

“Sebanyak 1.137 orang dari keempat lokasi telah mendapatkan vaksinasi tahap pertama.Kegiatan berjalan tertib dan aman dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,”. ungkapnya.

Kesehatan

Ahli Gizi Sultra Bersiap Tentukan Arah Organisasi di Kongres ke VI PERSAGI

Published

on

By

KENDARI – Di balik peran sunyi para ahli gizi yang setiap hari bekerja menjaga kualitas kesehatan masyarakat, Dewan Pengurus Daerah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPD PERSAGI) Provinsi Sulawesi Tenggara tengah bersiap menggelar momen penting dalam perjalanan organisasinya. Kongres ke VI PERSAGI Sultra dijadwalkan berlangsung di Kota Kendari pada 17 Januari 2026.

Kongres ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang evaluasi dan harapan baru bagi para ahli gizi di Sulawesi Tenggara. Ketua Panitia Pelaksana Kongres, Hasan, S.Gz., MPH, menjelaskan bahwa terdapat dua agenda besar yang akan dibahas, yakni pleno laporan pertanggungjawaban pengurus serta pemilihan Ketua DPD PERSAGI Sultra untuk periode 2024–2029.

“Ini adalah momentum penting untuk melihat kembali perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan lima tahun ke depan,” ujar Hasan. Rabu (14/1/2026).

Hasan mengungkapkan, kongres ini sejatinya direncanakan berlangsung pada tahun 2024. Namun, sejumlah dinamika organisasi membuat pelaksanaannya harus bergeser. Ia menjelaskan bahwa Surat Keputusan kepengurusan periode 2019–2024 baru ditetapkan pada Juli 2020, sehingga masa kepengurusan pun ikut mengalami keterlambatan hampir satu tahun.

“Kalau dihitung masa kepengurusan lima tahun, sebenarnya baru berakhir di 2025. Secara organisasi masih lazim jika kongres dilaksanakan tahun lalu, namun karena kendala waktu di akhir Desember 2025, akhirnya disepakati pelaksanaannya pada awal 2026,” jelasnya.

Kongres ke VI PERSAGI Sultra ini rencananya akan dihadiri sekitar 150 peserta yang merupakan perwakilan Dewan Pengurus Cabang (DPC) kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara, jajaran pengurus DPD PERSAGI, serta anggota luar biasa PERSAGI.

Hal tersebut disampaikan oleh Seksi Humas dan Publikasi Kongres ke VI, I Made Rai Sudarsono, S.Gz., MPH. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan penuh semangat kebersamaan.

“Kami berharap kongres ini dapat menghasilkan ketua dan pengurus DPD PERSAGI Provinsi Sulawesi Tenggara yang terbaik, yang mampu membawa organisasi semakin berkontribusi bagi peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.(**)

Continue Reading

Kesehatan

Hari Juang TNI AD, RS Ismoyo Kendari Gelar Pengobatan dan Khitan Gratis

Published

on

By

KENDARI – Rumah Sakit dr. R. Ismoyo Korem 143/Haluoleo menggelar kegiatan Bhakti Kesehatan berupa pengobatan umum dan khitanan massal dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD Tahun 2025. Kegiatan berlangsung di Aula Rumkit Tk IV 14.07.03 Denkesyah Kendari. Rabu (10/12/2025).

Karumkit RS dr. R. Ismoyo, Kapten Ckm dr. Idul Saputra, S.I.P., MH., FIMMA, yang hadir mewakili Dandenkesyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI AD terhadap kesehatan masyarakat serta upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Bhakti Kesehatan ini kami laksanakan sebagai wujud nyata kepedulian TNI AD dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pengobatan umum dan khitanan massal ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mempererat hubungan TNI dengan rakyat,” ujarnya. Rabu (10/12/2025).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 71 orang veteran dan warga kota Kendari menerima layanan pengobatan umum, sementara 7 anak mengikuti layanan khitanan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.

Kapten Ckm dr. Idul Saputra menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendukung kegiatan kemanusiaan lintas sektor, khususnya yang berhubungan dengan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Kami siap bersinergi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Kegiatan Bhakti Kesehatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Juang TNI AD yang setiap tahun menghadirkan program sosial untuk masyarakat di berbagai daerah.(**)

Continue Reading

Kesehatan

RS dr. Ismoyo Korem 143 Tegaskan Dukungan Penuh untuk Kesiapsiagaan Krisis Kesehatan di Sultra

Published

on

By

Kapten Ckm dr. Idul Saputra saat memberikan materi

KENDARI, Rumah Sakit dr. Ismoyo Korem 143 Haluoleo Kendari menegaskan komitmennya dalam mendukung kesiapsiagaan penanganan krisis kesehatan bersama lintas sektor di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Kepala RS Korem 143/HO, Kapten Ckm dr. Idul Saputra S.I.P., M.H., FIMMA, saat memberikan materi pada kegiatan Peningkatan Kapasitas Tim Manajemen dan Penanggulangan Krisis Kesehatan Daerah Tahun 2025 yang digelar oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Selasa (9/12/2025).

Kapten Ckm dr. Idul Saputra menegaskan bahwa peningkatan kapasitas ini merupakan langkah penting dalam memperkuat ketahanan sektor kesehatan di Sultra.

“Penanganan krisis kesehatan tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi. Dibutuhkan kolaborasi yang solid antar-lembaga agar respons darurat dapat berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, RS Korem siap menugaskan tenaga kesehatan terbaiknya untuk mengikuti kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi dalam sistem rujukan dan manajemen krisis.

“Kami di RS Korem berkomitmen mendukung seluruh upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan kesehatan. Pelatihan seperti ini sangat penting karena memberikan penyegaran, pembaruan pengetahuan, dan memperkuat jalur komunikasi antarinstansi,” jelasnya.

Kegiatan peningkatan kapasitas ini bertujuan meningkatkan kemampuan tim dalam menghadapi berbagai potensi ancaman kesehatan, mulai dari bencana alam, kedaruratan medis, hingga krisis kesehatan skala besar.

“Kami berharap setelah pelatihan ini, koordinasi di lapangan semakin cepat dan tidak ada lagi hambatan dalam penanganan krisis kesehatan di Sultra,” tutup dr. Idul.

Kegiatan ini akan berlangsung pada 9–12 Desember 2025 di Aula Dinas Kesehatan Sultra, dan turut melibatkan sejumlah lembaga strategis seperti BPBD Sultra, Biddokkes Polda Sultra, serta instansi kesehatan lainnya. Rumah Sakit Korem menjadi salah satu undangan penting sebagai fasilitas kesehatan yang berada di garda depan respons cepat kedaruratan medis.(**)

Continue Reading

Trending