Connect with us

Ragam

Kolaborasi Pemuda Lokal dan CNI Cetak Kreator Digital di Kolaka

Published

on

Syamsuriadi, Ketua Forum Pemuda Kecamatan Wolo

KENDARI24.COM – Forum Pemuda Kecamatan Wolo berkolaborasi dengan PT Ceria Nugraha Indotama menggelar kegiatan Wolo Digital Creative Movement dengan tema Pemberdayaan Pemuda di Wilayah Lingkar Tambang melalui Inovasi Kreativitas Digital dan Penguatan Edukasi Sosial Berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan di Islamic Centre Kecamatan Wolo, Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas generasi muda di wilayah lingkar tambang melalui penguatan keterampilan digital, kreativitas konten, serta literasi media sosial yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri kreatif saat ini.

Program Digital Creative Movement dirancang sebagai inisiatif peningkatan kapasitas di bidang content creation, desain grafis, dan personal branding. Para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga praktik langsung dalam membangun identitas digital, menciptakan konten kreatif bernilai ekonomi, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana produktif yang membuka peluang usaha baru.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari literasi digital dasar, teknik produksi konten visual dan audio visual, strategi pengelolaan media sosial, pembentukan karakter, hingga etika bermedia digital. Program ini juga menghadirkan sesi diskusi interaktif, studi kasus, workshop praktik pembuatan konten, serta pendampingan langsung dari pemateri dan praktisi industri kreatif digital.

Ratusan peserta yang terdiri dari pelajar SMA, mahasiswa, serta pemuda dari wilayah lingkar tambang menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Antusiasme terlihat pada sesi praktik langsung dan tantangan kreatif yang mendorong peserta berkolaborasi menghasilkan karya digital. Kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran gagasan serta memperluas jejaring antar pemuda.

Ketua Forum Pemuda Kecamatan Wolo, Syamsuriadi, mengatakan program ini lahir dari visi bersama antara perusahaan dan pemuda lokal untuk mendorong generasi muda menjadi lebih adaptif, produktif, dan kompetitif di era teknologi.

“Kami merasakan bahwa kehadiran Ceria telah membuka pintu kesempatan bagi pemuda untuk belajar dan berkembang, termasuk melalui akses terhadap program peningkatan kapasitas seperti pelatihan dan pemberdayaan,” katanya.

Sementara itu, General Manager Site Operations PT Ceria Nugraha Indotama, Wahyu Maradona, menegaskan pentingnya peran pemuda di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, transformasi digital tidak hanya soal adopsi teknologi, tetapi juga perubahan pola pikir, cara kerja, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

“ Ceria berkomitmen untuk terus mendukung berbagai inisiatif dan pengembangan potensi pemuda agar mampu tumbuh menjadi kreator, inovator, dan agen perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Kecamatan Wolo, Taslim Muthalib, menyampaikan apresiasi atas kontribusi perusahaan dalam memperkuat kapasitas pemuda di daerah. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperluas akses pembelajaran berbasis keterampilan adaptif.

“ Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan pemuda lokal mampu menghasilkan dampak positif jangka panjang,” jelasnya.

Program Wolo Digital Creative Movement diharapkan menjadi ruang belajar, wadah kolaborasi, sekaligus lingkungan bertumbuh bagi pemuda di wilayah lingkar tambang. Melalui pelaksanaan program PPM yang terarah, partisipatif, dan berkelanjutan, perusahaan terus berupaya menghadirkan inisiatif yang mampu meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan daya saing masyarakat lokal, khususnya pemuda sebagai motor penggerak pembangunan daerah di era transformasi digital. (**)

Continue Reading

Ragam

IKA SMAN 10 Kendari Salurkan Donasi Alumni untuk Anak Panti Asuhan Al-Ikhlas

Published

on

By

KENDARI24.COM – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMA Negeri 10 Kendari kembali menggelar kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Al-Ikhlas, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulan Ramadan ini merupakan bentuk kepedulian alumni kepada sesama, khususnya anak-anak yang tinggal di panti asuhan.

Ketua IKA SMA Negeri 10 Kendari, Muhammad Rikal Kisman, mengatakan bakti sosial tersebut menjadi salah satu agenda tahunan organisasi alumni dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah kegiatan bakti sosial ini merupakan kegiatan rutin yang kita laksanakan setiap momentum bulan Ramadan dengan berbagi sedikit bantuan di panti asuhan,” kata Rikal.

Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan merupakan hasil donasi para alumni SMA Negeri 10 Kendari serta para dermawan yang dipercayakan kepada pengurus IKA untuk disalurkan kepada anak-anak panti asuhan.

Rikal pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh alumni yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Tentunya ucapan terima kasih saya sampaikan setinggi-tingginya kepada seluruh alumni yang telah berkontribusi menitipkan sumbangannya kepada kami untuk disalurkan ke Panti Asuhan Al-Ikhlas,” ujarnya.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi anak-anak panti serta menjadi berkah bagi para alumni yang telah berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut.(**)

Continue Reading

Ragam

Polisi Ungkap Identitas Tiga Korban Kecelakaan Rombongan Pemprov Sultra di Buton

Published

on

By

KENDARI24.COM — Kepolisian mengungkap identitas tiga korban luka dalam kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan rombongan kendaraan menuju Kota Baubau di Jalan Poros Kapontori–Baubau, tepatnya di Desa Kamelanta, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton, Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 11.30 Wita.

Kasat Lantas Polres Buton, Muhammad Arifudin, mengatakan kecelakaan tersebut melibatkan tiga kendaraan, yakni mobil truk tangki Hino merah bernomor polisi DT 8077 AG, mobil Toyota Rush hitam DT 1887, serta mobil Mitsubishi Pajero hitam DT 47.

Truk tangki tersebut dikemudikan oleh Marwan (33), warga Desa Moopano, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton. Sementara mobil Toyota Rush dikemudikan oleh Fendy Wahyudi (45), warga Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari. Sedangkan Mitsubishi Pajero dikemudikan oleh Hardiman (41), warga Desa Bangkali, Kecamatan Watopute, Kabupaten Muna.

Arifudin menjelaskan, kecelakaan bermula saat rombongan mobil Toyota Rush dan Mitsubishi Pajero bergerak dari arah Kapontori menuju Kota Baubau.

Saat melintas di jalan lurus yang sedikit menikung di Desa Kamelanta, mobil Toyota Rush diduga keluar jalur ke arah kanan dan menabrak truk tangki yang datang dari arah berlawanan.

“Setelah terjadi benturan antara Toyota Rush dan truk tangki, kendaraan Mitsubishi Pajero yang berada tepat di belakang Rush tidak sempat menghindar sehingga turut menabrak kendaraan di depannya,” ujar Arifudin.

Akibat kejadian tersebut, pengemudi Toyota Rush, Fendy Wahyudi, mengalami luka robek pada bagian pipi sebelah kanan serta memar di bagian dada kanan. Ia sempat mendapatkan perawatan awal di Puskesmas Barangka sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Siloam Baubau.

Selain itu, tiga penumpang Toyota Rush juga mengalami luka-luka. Mereka masing-masing Indri Nopriani (42) pegawai Dinas Perpustakaan yang mengalami luka pada bagian kepala, Usnia (53) kepala Dinas Perpustakaan, serta La Ode Chairul Ulum (47) Sopir Kadis. Ketiganya langsung dilarikan ke RS Siloam Baubau untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, pengemudi truk tangki Marwan dan pengemudi Mitsubishi Pajero Hardiman dilaporkan tidak mengalami luka dalam kecelakaan tersebut.

Usai kejadian, petugas Satlantas Polres Buton langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mencatat identitas pengemudi dan saksi, serta mengamankan sejumlah barang bukti.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penanganan lebih lanjut terkait insiden kecelakaan tersebut.(**)

Continue Reading

Ragam

“Ngaji Jurnalistik” IJTI, Meneguhkan Etika dan Nurani di Era AI

Published

on

By

KENDARI24.COM – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia menggelar kegiatan Ngaji Jurnalistik bertema “Menjaga Etika, Kebenaran dan Nurani di Era AI” di Hall Dewan Pers, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi para jurnalis televisi dalam menghadapi derasnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence yang semakin masif di industri media.

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan bahwa di tengah disrupsi teknologi, pers harus mampu bertahan tanpa meninggalkan nilai dasar jurnalisme.

“Di tengah disrupsi, pers harus survive. Itu hukum alam. Yang harus tetap dijaga adalah etika. Sebelum bicara kebenaran, etika lebih dulu,” ujarnya.

Diskusi Ramadan IJTI ini menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya Dahlan Dahi selaku Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers, Yunes Herawati dari Bappenas, Heru Tjatur Kabid Teknologi AMSI, serta Usmar Almarwan selaku Sekretaris Jenderal IJTI.

Dalam diskusi mengemuka bahwa kecepatan arus informasi berbasis algoritma AI menuntut jurnalis tetap menjadi penjaga moral dan etika.

“Teknologi hanyalah alat. Ia bisa mempercepat kerja, tetapi tidak memiliki nurani. Jurnalisme adalah profesi berbasis nurani dan kebenaran,” tegas Usmar Almarwan.

Ia menambahkan, tantangan terbesar bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, melainkan memastikan setiap informasi yang disebarluaskan tetap menjunjung tinggi etika, empati, dan integritas.

Pemanfaatan AI yang tidak sesuai aturan dikhawatirkan membuat praktik jurnalisme menjadi “dingin”. Empati dan keberpihakan pada kelompok rentan dinilai sebagai ciri khas jurnalisme manusia yang tidak dapat digantikan oleh mesin.

Selain diskusi, kegiatan Ramadan IJTI juga diisi dengan santunan kepada 20 anak yatim dari As Suhaimiyah, Kebon Sirih, Jakarta.

Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, menyebut kegiatan ini bukan hanya ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga berbagi kebahagiaan.

“Selain berbagi pengetahuan untuk jurnalis televisi, kita juga berbagi kebahagiaan dengan warga sekitar. Ramadan adalah momen istimewa untuk mempererat silaturahmi melalui tradisi berkumpul seperti buka puasa bersama,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa di tengah perkembangan teknologi, jurnalisme tetap berpijak pada etika, kebenaran, dan nurani.

Continue Reading

Trending