Connect with us

News

Pangdam Nongkrong Bersama Awak Media,  Mayjen TNI Totok Imam Santoso: Kita Tidak Ada Sekat

Published

on

Mayjen TNI Totok Imam Santoso Bersama Jurnalis di Makassar

Makassar – Kendari24.com – Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Totok Imam Santoso bersilaturahmi bersama Awak Media Se Kota Makassar di salah satu Cafe di Kota Makassar. pada Kamis (4/05/2023).

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Totok Imam Santoso mengungkapan pentingnya sinergitas antara TNI dan Media sebagai mitra dalam menjaga sebuah Negara. Menurutnya Media menjadi salah satu dari lima unsur yang harus berkolaborasi agar terwujud pembangunan dan kemajuan. Lima unsur tersebut, yaitu akademisi, pelaku usaha, pemerintah, masyarakat atau komunitas, dan media dengan publikasi informasinya.

Selain itu, Mayjen Totok menyampaikan jika pihaknya akan selalu menerima masukan dan koreksi demi membangun kinerja yang terbaik kedepannya. Ia menyebut nongkrong sore yang dilakukannya guna menghilangkan sekat dan membina kedekatan serta meningkatkan persaudaraan.

“Kami ingin bersama awak media membina kedekatan dan meningkatkan persaudaraan, untuk membangun Sulsel lebih baik lagi. Jadikan Kodam Hasanuddin sebagai rumah kita bersama. Silahkan manfaatkan fasilitas yang ada di Kodam. Kita bersinergi dengan semua elemen masyarakat termasuk bagaimana TNI bisa menjadi manfaat dan solusi bagi kesulitan masyarakat.

Kita galang solidaritas dan soliditas, tak boleh ada arogansi. Kodam Hasanuddin ingin bisa memberikan manfaat dan kebahagiaan kepada masyarakat. Beberapa program kita, diantaranya bedah rumah yang telah dirutinkan. Demikian juga dengan Safari Jumat. Kita berkeliling sholat Jumat di berbagai wilayah untuk bisa bersilaturahmi langsung dengan masyarakat”, Jelasnya.

“Termasuk dengan program pemeriksaan kesehatan oleh nakes secara door to door, kita peruntukkan bagi purnawirawan, masyarakat umum, dan lansia. Dan untuk penegakan hukum dan meminimalisir pelanggaran, kita juga lakukan penyuluhan hukum keliling”, Sambungnya.

Pada kesempatan ini pula, Pangdam berpesan agar hubungan dengan Media yang saat ini sudah terjalin supaya terus dirawat dan dipupuk ke depannya.

“Hubungan media di Sulsel dengan Panglima itu sangat baik. Kami berharap hubungan yang sangat bagus itu kita kembangkan terus ke depan. Harus solid, media adalah saudara kita, media adalah guru kita”, ujarnya.
Sementara itu, perwakilan dari organisasi profesi wartawan, PWI, Abdul Manaf mengungkapkan bahwa silaturahmi yang dikemas dalam suasana santai ini, akan semakin merekatkan sinergitas TNI dan media sebagai penyebar informasi kepada masyarakat.

Upaya ini juga diapresiasi oleh salah seorang pimpinan media, yang menilai bahwa sosok Mayjen Totok Imam Santoso sebagai Pangdam yang sangat komunikatif.

“Tugas media adalah menyampaikan informasi kepada publik dan hubungan antara Kodam Hasanuddin dan media, selama ini sangat baik dan harmonis. sosok Mayjen Totok sebagai Pangdam sangat kooperatif dan komunikatif dalam bersinergi dengan media”, ungkap Arsyad.

News

DPD Persagi Sultra Gelar Kongres ke VI di Kendari, Agenda LPJ dan Pemilihan Ketua

Published

on

By

Proses jalannya Kongres IV Persari Sultra

KENDARI – Dewan Pengurus Daerah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPD Persagi) Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Kongres ke VI di salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu (17/1/2026).

Kongres tersebut menjadi forum evaluasi organisasi sekaligus agenda pemilihan kepengurusan baru DPD Persagi Sulawesi Tenggara untuk periode 2024–2029.

I Made Rai Sudarsono, mengatakan kegiatan diawali dengan rapat pleno Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus DPD Persagi Sultra periode sebelumnya.

“Ada dua agenda besar dalam kongres ini, yakni pleno laporan pertanggungjawaban pengurus dan pemilihan ketua DPD Persagi Sultra periode 2024–2029,” kata Made Rai Sudarsono, kepala seksi humas dan publikasi kongres.

Ia menjelaskan, proses pencalonan ketua masih berlangsung dan terbuka bagi seluruh anggota DPD maupun DPC Persagi di kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara, sepanjang memenuhi persyaratan sesuai AD/ART organisasi.

“Proses pencalonan masih berjalan dan kita membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anggota yang memenuhi syarat untuk mencalonkan diri,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kongres, Hasan, menjelaskan bahwa kongres seharusnya dilaksanakan pada tahun 2024, namun mengalami penundaan karena Surat Keputusan kepengurusan periode 2019–2024 baru ditetapkan pada Juli 2020.

“masa kepengurusan lima tahun baru berakhir di 2025, sehingga secara organisasi masih lazim jika kongres dilaksanakan pada 2025. namun karena keterbatasan waktu di akhir tahun, akhirnya disepakati dilaksanakan pada awal 2026,” jelas Hasan.

Kongres ke VI Persagi Sultra ini diikuti sekitar 150 peserta yang merupakan perwakilan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persagi kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara, pengurus DPD Persagi Sultra, serta anggota luar biasa Persagi.

Panitia berharap, kongres dapat berjalan lancar dan menghasilkan ketua serta kepengurusan DPD Persagi Sulawesi Tenggara yang mampu membawa organisasi semakin profesional dan berkontribusi bagi peningkatan gizi masyarakat di daerah. (**)

Continue Reading

News

Polemik Yayasan Unsultra Memanas, Gedung Rektorat Disegel dan Dibuka Paksa

Published

on

By

KENDARI – Polemik kepemilikan yayasan yang menaungi Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) kembali memanas. Gedung rektorat Unsultra yang sebelumnya disegel oleh pihak rektorat, dibuka paksa oleh keluarga pemilik Yayasan Perguruan Tinggi Sulawesi Tenggara, Kamis (15/1/2026).

Pembukaan segel tersebut memicu kericuhan antara pihak pemilik yayasan dan Kepala Bagian Umum Unsultra, Rafiudin, yang diduga melakukan penyegelan gedung tanpa sepengetahuan dan persetujuan yayasan.

Kericuhan tidak berlangsung lama setelah sejumlah aparat kepolisian yang telah berada di lokasi kejadian dan memisahkan kedua belah pihak.

Kuasa hukum pemilik yayasan, Ardi Hazim, mengatakan pembukaan paksa gedung rektorat dilakukan karena yayasan memiliki agenda penting yang berkaitan dengan keberlangsungan kampus.

“Pembukaan segel ini dilakukan karena kami akan menggelar rapat yayasan untuk membahas pemilihan rektor dan memulihkan kondisi kampus agar aktivitas civitas akademika dapat kembali berjalan normal,” ujar Ardi Hazim.

Ardi menegaskan, secara hukum Yayasan Perguruan Tinggi Sulawesi Tenggara telah sah dan memiliki kekuatan hukum tetap berdasarkan Administrasi Hukum Umum (AHU) terbaru yang diterbitkan Kementerian Hukum dan HAM pada 6 Januari 2026.

“AHU yayasan yang terbaru telah terbit dan berlaku sejak 6 Januari 2026. Dengan terbitnya AHU tersebut, maka secara hukum kepengurusan yayasan yang lama sudah tidak berlaku lagi,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pihak yayasan telah mengambil langkah tegas terhadap pimpinan universitas.

“Yayasan telah memberhentikan Prof. Andi Bahrun dari jabatan rektor dan menunjuk Abdul Nasar sebagai pelaksana rektor Universitas Sulawesi Tenggara,” tambah Ardi.

Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas di lingkungan kampus Unsultra terpantau masih berjalan dengan pengamanan kepolisian guna mengantisipasi potensi kericuhan lanjutan.(**)

Continue Reading

Kesehatan

Ahli Gizi Sultra Bersiap Tentukan Arah Organisasi di Kongres ke VI PERSAGI

Published

on

By

KENDARI – Di balik peran sunyi para ahli gizi yang setiap hari bekerja menjaga kualitas kesehatan masyarakat, Dewan Pengurus Daerah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPD PERSAGI) Provinsi Sulawesi Tenggara tengah bersiap menggelar momen penting dalam perjalanan organisasinya. Kongres ke VI PERSAGI Sultra dijadwalkan berlangsung di Kota Kendari pada 17 Januari 2026.

Kongres ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang evaluasi dan harapan baru bagi para ahli gizi di Sulawesi Tenggara. Ketua Panitia Pelaksana Kongres, Hasan, S.Gz., MPH, menjelaskan bahwa terdapat dua agenda besar yang akan dibahas, yakni pleno laporan pertanggungjawaban pengurus serta pemilihan Ketua DPD PERSAGI Sultra untuk periode 2024–2029.

“Ini adalah momentum penting untuk melihat kembali perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan lima tahun ke depan,” ujar Hasan. Rabu (14/1/2026).

Hasan mengungkapkan, kongres ini sejatinya direncanakan berlangsung pada tahun 2024. Namun, sejumlah dinamika organisasi membuat pelaksanaannya harus bergeser. Ia menjelaskan bahwa Surat Keputusan kepengurusan periode 2019–2024 baru ditetapkan pada Juli 2020, sehingga masa kepengurusan pun ikut mengalami keterlambatan hampir satu tahun.

“Kalau dihitung masa kepengurusan lima tahun, sebenarnya baru berakhir di 2025. Secara organisasi masih lazim jika kongres dilaksanakan tahun lalu, namun karena kendala waktu di akhir Desember 2025, akhirnya disepakati pelaksanaannya pada awal 2026,” jelasnya.

Kongres ke VI PERSAGI Sultra ini rencananya akan dihadiri sekitar 150 peserta yang merupakan perwakilan Dewan Pengurus Cabang (DPC) kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara, jajaran pengurus DPD PERSAGI, serta anggota luar biasa PERSAGI.

Hal tersebut disampaikan oleh Seksi Humas dan Publikasi Kongres ke VI, I Made Rai Sudarsono, S.Gz., MPH. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan penuh semangat kebersamaan.

“Kami berharap kongres ini dapat menghasilkan ketua dan pengurus DPD PERSAGI Provinsi Sulawesi Tenggara yang terbaik, yang mampu membawa organisasi semakin berkontribusi bagi peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.(**)

Continue Reading

Trending