Connect with us

Ragam

Kejati Sultra Bantu Pelindo Regional IV Kendari Hadapi Persoalan Hukum

Published

on

GM PT Pelindo Regional IV Kendari bersama Kajati Sultra menandatangani kesepakatan bersama (MoU) Bantuan Hukum

KENDARI, Kendari24.com – PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional IV Kendari bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra), menandatangani kesepakatan bersama (MoU) tentang penanganan masalah hukum bidang keperdataan dan tata usaha Negara. Disalah satu hotel di Kendari, Kamis (24/6/2022).

General manager Pelindo Regional IV Kendari Suparman mengatakan MoU bersama Kejati Sultra merupakan bentuk sinergi BUMN Pelindo dengan pihak Kejati sebagai upaya mengamankan aset serta pengembangan usaha pelabuhan khususnya di Kota Kendari.

Ruang lingkup dari kesepakatan bersama ini meliputi bantuan hukum, pertimbangan hukum, pendampingan hukum dan tindakan hukum lainnya.

“Diharapkan dengan MoU tadi dapat meningkatkan kinerja kami, sebab tadi itu ada kepastian hukum, pendampingan hukum, bantuan hukum yang kami butuhkan apabila kami dapatkan permasalah”, ujar Suparman.

Sementara Kepala Kejati Sultra, Raimel Jesaja mengatakan MoU ini merupakan wujud kontribusi nyata Kejati dalam peningkatan tugas dan fungsi kejati dalam berkontribusi pembangunan daerah di Sulawesi Tenggara.

Mou ini juga menjadi kolaborasi lanjutan guna meningkatkan kinerja di bidang perdata dan tata usaha negara di lingkup Kejati Sultra melalui pendampingan oleh jaksa pengacara negara.

“Dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi pelindo, Kejati memberi bantuan pendampingan hukum dimana kejaksaan memiliki tugas dan fungsi bidang perdata tata usaha Negara”, ungkapnya.

Kerjasama ini untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi para pihak dalam penyelesaian hukum perdata dan tata usaha negara. Dengan tujuan meningkatkan efektivitas penyelesaian masalah hukum dalam bidang perdata dan tata usaha negara, baik dalam maupun luar pengadilan.

Ragam

Kolaborasi Pemuda Lokal dan CNI Cetak Kreator Digital di Kolaka

Published

on

By

Syamsuriadi, Ketua Forum Pemuda Kecamatan Wolo

KENDARI24.COM – Forum Pemuda Kecamatan Wolo berkolaborasi dengan PT Ceria Nugraha Indotama menggelar kegiatan Wolo Digital Creative Movement dengan tema Pemberdayaan Pemuda di Wilayah Lingkar Tambang melalui Inovasi Kreativitas Digital dan Penguatan Edukasi Sosial Berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan di Islamic Centre Kecamatan Wolo, Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas generasi muda di wilayah lingkar tambang melalui penguatan keterampilan digital, kreativitas konten, serta literasi media sosial yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri kreatif saat ini.

Program Digital Creative Movement dirancang sebagai inisiatif peningkatan kapasitas di bidang content creation, desain grafis, dan personal branding. Para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga praktik langsung dalam membangun identitas digital, menciptakan konten kreatif bernilai ekonomi, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana produktif yang membuka peluang usaha baru.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari literasi digital dasar, teknik produksi konten visual dan audio visual, strategi pengelolaan media sosial, pembentukan karakter, hingga etika bermedia digital. Program ini juga menghadirkan sesi diskusi interaktif, studi kasus, workshop praktik pembuatan konten, serta pendampingan langsung dari pemateri dan praktisi industri kreatif digital.

Ratusan peserta yang terdiri dari pelajar SMA, mahasiswa, serta pemuda dari wilayah lingkar tambang menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Antusiasme terlihat pada sesi praktik langsung dan tantangan kreatif yang mendorong peserta berkolaborasi menghasilkan karya digital. Kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran gagasan serta memperluas jejaring antar pemuda.

Ketua Forum Pemuda Kecamatan Wolo, Syamsuriadi, mengatakan program ini lahir dari visi bersama antara perusahaan dan pemuda lokal untuk mendorong generasi muda menjadi lebih adaptif, produktif, dan kompetitif di era teknologi.

“Kami merasakan bahwa kehadiran Ceria telah membuka pintu kesempatan bagi pemuda untuk belajar dan berkembang, termasuk melalui akses terhadap program peningkatan kapasitas seperti pelatihan dan pemberdayaan,” katanya.

Sementara itu, General Manager Site Operations PT Ceria Nugraha Indotama, Wahyu Maradona, menegaskan pentingnya peran pemuda di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, transformasi digital tidak hanya soal adopsi teknologi, tetapi juga perubahan pola pikir, cara kerja, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

“ Ceria berkomitmen untuk terus mendukung berbagai inisiatif dan pengembangan potensi pemuda agar mampu tumbuh menjadi kreator, inovator, dan agen perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Kecamatan Wolo, Taslim Muthalib, menyampaikan apresiasi atas kontribusi perusahaan dalam memperkuat kapasitas pemuda di daerah. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperluas akses pembelajaran berbasis keterampilan adaptif.

“ Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan pemuda lokal mampu menghasilkan dampak positif jangka panjang,” jelasnya.

Program Wolo Digital Creative Movement diharapkan menjadi ruang belajar, wadah kolaborasi, sekaligus lingkungan bertumbuh bagi pemuda di wilayah lingkar tambang. Melalui pelaksanaan program PPM yang terarah, partisipatif, dan berkelanjutan, perusahaan terus berupaya menghadirkan inisiatif yang mampu meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan daya saing masyarakat lokal, khususnya pemuda sebagai motor penggerak pembangunan daerah di era transformasi digital. (**)

Continue Reading

Ragam

Siapkan Ramadan Penuh Berkah, Warga Graha Asri Bersih-bersih Masjid dan Susun Program Keagamaan

Published

on

By

KENDARI24.COM — Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, warga Graha Asri, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar kerja bakti membersihkan Masjid Raudatussholihin, Minggu (8/2/2026).

Kegiatan gotong royong tersebut diikuti oleh warga sekitar, pengurus masjid, serta tokoh masyarakat setempat. Mereka bersama-sama membersihkan bagian dalam dan luar masjid, mulai dari ruang salat, halaman, hingga fasilitas penunjang lainnya, agar nyaman digunakan selama Ramadan.

Ketua RW 07 Graha Asri, Arif Gani Yaparto, mengatakan bahwa kerja bakti ini menjadi bentuk kebersamaan warga dalam mempersiapkan diri menyambut bulan penuh berkah.

“Selain gotong royong membersihkan masjid, pengurus masjid juga mengadakan pertemuan bersama untuk membahas program dan kegiatan selama bulan Ramadan,” ujar Arif.

Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Raudattushalihin, Hajar Aswad, menjelaskan bahwa selama Ramadan akan digelar berbagai kegiatan keagamaan untuk memakmurkan masjid dan meningkatkan spiritualitas warga.

“Dalam bulan suci Ramadan, kami akan mengadakan sejumlah kegiatan seperti lomba Nuzulul Quran, tadarus Al-Qur’an, serta kajian majelis taklim,” kata Hajar.

Ia juga mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan Ramadan dengan kegiatan positif serta aktif memakmurkan masjid. Hajar berharap anak-anak dan remaja juga ikut meramaikan masjid dengan tetap menjaga ketertiban dan adab selama beribadah.

“Kami berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum kebersamaan, peningkatan iman, serta kepedulian sosial di lingkungan Graha Asri,” tutupnya. (**)

Continue Reading

Ragam

Najwa dan Lampu Merah Wua-Wua: Ketika Masa Kecil Terkikis di Jalan Raya

Published

on

By

AKP Kevin Fahri Ramadan, Kasat Lantas Polresta Kendari

KENDARI – Petang itu, lampu merah di perempatan PLN Wua-Wua Kendari masih ramai seperti biasanya. Deru kendaraan bercampur gerimis, anak-anak bergerak di sela-sela mobil, dan berlarian menawarkan tisu kepada pengendara yang berhenti. Di antara mereka, ada Najwa, bocah 8 tahun yang seharusnya menikmati masa kanak-kanak di bangku sekolah.

Namun, pada Kamis (29/1/2026) petang itu menjadi hari yang tak pernah dibayangkan keluarganya. Najwa tewas setelah terlindas alat berat jenis loader di perempatan tersebut. Tragedi ini bukan hanya kecelakaan lalu lintas biasa, ia menjadi potret getir tentang anak-anak yang terpaksa bekerja di jalan demi bertahan hidup.

Najwa diketahui sering membantu keluarganya dengan berjualan tisu bersama saudaranya di lampu merah. Uang receh dari pengendara bukan sekadar tambahan, tetapi menjadi penopang kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolahnya. Jalan raya, yang seharusnya aman bagi anak-anak, justru menjadi tempat ia mencari nafkah.

Di sisi lain, penyelidikan polisi menunjukkan bahwa kecelakaan ini bermula dari kelalaian penggunaan alat berat di jalan umum. Kasat Lantas Polresta Kendari AKP Kevin Fahri Ramadan menjelaskan, pihaknya segera memeriksa saksi-saksi dan menganalisis rekaman CCTV.

Hasilnya mengarah pada sebuah loader yang dikemudikan ZA (36). Alat berat itu kini diamankan di Mapolresta Kendari, sementara ZA masih menjalani pemeriksaan intensif. Ia dijerat Pasal 310 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman maksimal enam tahun penjara.

Kasat Lantas menegaskan bahwa alat berat seharusnya tidak melintas di jalan raya.

“Untuk alat berat ini, tidak boleh jalan sendiri di jalan raya, karena memang bukan peruntukkannya, apabila mau berjalan harus menggunakan towing (truk pemuat) untuk menuju lokasi kerja,” katanya.

Di balik proses hukum, duka keluarga Najwa masih sangat terasa. Mereka kehilangan seorang anak yang ceria, sekaligus kehilangan harapan kecil yang ikut membantu ekonomi keluarga.

Peristiwa ini juga menggugah pertanyaan lebih besar, sampai kapan anak-anak harus mempertaruhkan keselamatan di jalan demi bertahan hidup.

Fenomena anak di Kendari yang berada dalam kondisi serupa menjual tisu, air mineral, atau sekadar meminta belas kasihan di lampu merah. Mereka tumbuh di persimpangan antara kemiskinan dan risiko.

Tragedi Najwa seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah daerah. Diperlukan solusi nyata, bantuan ekonomi keluarga miskin, program perlindungan anak, dan alternatif pekerjaan yang layak bagi orang tua mereka, agar anak-anak tidak lagi harus mencari nafkah di jalanan.

Najwa telah pergi. Namun, harapannya masih bisa hidup—jika kota ini memilih melindungi anak-anaknya, bukan membiarkan mereka berjuang sendirian di tengah arus kendaraan (**)

Continue Reading

Trending