Connect with us

News

Imigrasi Kendari Ukir Prestasi Nasional 2025: DBI Terbanyak dan Pengawasan Berbasis Masyarakat

Published

on

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari, Muhammad Novrian Jaya memasangkan rompi pimpasa

KENDARI — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 pada berbagai aspek strategis, mulai dari pelayanan publik, pengawasan orang asing, kontribusi penerimaan negara, hingga penguatan pengawasan berbasis partisipasi masyarakat. Salah satu capaian yang menonjol adalah diraihnya Juara 1 Pelaporan Desa Binaan Imigrasi (DBI) Teraktif sekaligus DBI Terbanyak tingkat Kantor Imigrasi se-Indonesia. Capaian ini menjadi fondasi penguatan kinerja berkelanjutan sekaligus motivasi untuk mempertahankan standar kinerja tinggi pada tahun-tahun mendatang.

Pada sektor pelayanan publik, sepanjang tahun 2025 Imigrasi Kendari telah menerbitkan 15.958 paspor Republik Indonesia kepada masyarakat. Selain itu, pelayanan keimigrasian terhadap Warga Negara Asing (WNA) tercatat sebanyak 12.722 layanan izin tinggal, meliputi izin tinggal kunjungan, terbatas, tetap, Visa on Arrival (VOA), serta layanan lainnya sesuai ketentuan. Kinerja pelayanan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan layanan keimigrasian di Sulawesi Tenggara seiring pertumbuhan mobilitas dan aktivitas ekonomi.

Capaian pelayanan tersebut turut ditopang oleh 9 inovasi keimigrasian yang dimiliki dan dijalankan oleh Imigrasi Kendari. Inovasi-inovasi ini berperan penting dalam mempermudah akses layanan, meningkatkan efisiensi proses, serta memperkuat kualitas pelayanan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

Dari sisi penerimaan negara, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari berhasil menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp41.777.932.659, dari target Rp26.565.200.000 atau mencapai 157,26 persen. Pencapaian PNBP tersebut tidak terlepas dari optimalisasi layanan keimigrasian yang didukung oleh inovasi pelayanan, sehingga proses menjadi lebih efektif, terukur, dan menjangkau lebih luas. Kontribusi ini diharapkan terus dipertahankan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keuangan negara dan pembangunan nasional.

Dalam pelaksanaan fungsi pengawasan dan penegakan hukum keimigrasian, Imigrasi Kendari mencatatkan pelaksanaan 299 BAP WNI, 85 BAP WNA, 264 Operasi Intelijen Keimigrasian, 294 Operasi Mandiri, serta 4 Operasi Gabungan bersama instansi terkait. Penguatan koordinasi juga dilakukan melalui Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA), disertai pelaksanaan 26 Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) terhadap WNA yang tidak mematuhi peraturan perundang-undangan. Langkah ini bertujuan menjaga ketertiban keimigrasian sekaligus mendukung iklim investasi yang aman dan kondusif di Sulawesi Tenggara.

Pada perlintasan melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Laut, sepanjang tahun 2025 tercatat 346 kedatangan kapal dengan total 1.008 kru Warga Negara Indonesia (WNI) dan 5.617 kru Warga Negara Asing (WNA). Sementara itu, pada sisi keberangkatan tercatat 330 kapal dengan jumlah 1.043 kru WNI dan 5.428 kru WNA. Data tersebut menunjukkan tingginya mobilitas orang melalui jalur laut, khususnya kru kapal asing, sehingga menuntut kesiapsiagaan dan ketelitian petugas Imigrasi dalam memastikan kelancaran pelayanan sekaligus pengawasan keimigrasian sesuai ketentuan yang berlaku.

Pengawasan keimigrasian berbasis masyarakat menjadi salah satu fokus utama sepanjang 2025. Imigrasi Kendari telah membentuk 51 Desa Binaan Imigrasi serta mengukuhkan 6 PIMPASA (Petugas Imigrasi Pembina Desa) di wilayah Kabupaten Konawe. Program ini dirancang untuk mendekatkan fungsi pengawasan hingga tingkat desa, khususnya di wilayah dengan aktivitas industri dan mobilitas orang asing yang tinggi. Keberhasilan program ini menjadi salah satu faktor pendukung diraihnya predikat DBI Teraktif dan Terbanyak Nasional, serta diharapkan dapat menjadi model pengawasan kolaboratif yang berkelanjutan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran serta dukungan lintas sektor.

“Capaian kinerja tahun 2025 merupakan buah dari kerja bersama seluruh pegawai, sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta partisipasi aktif masyarakat. Predikat Juara 1 Pelaporan DBI Teraktif dan Terbanyak Nasional menjadi bukti bahwa pengawasan keimigrasian dapat diperkuat melalui kolaborasi hingga tingkat desa,” ujarnya. Rabu (24/12/2025).

Lebih lanjut, Kepala Kantor Imigrasi Kendari menegaskan bahwa tantangan keimigrasian ke depan akan semakin dinamis seiring meningkatnya investasi dan mobilitas orang di Sulawesi Tenggara.

“Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pengawasan orang asing yang humanis dan terukur, serta memastikan inovasi yang dimiliki dapat terus memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha,” tambahnya.

Dalam aspek pengelolaan keuangan, pada Tahun Anggaran 2025 Imigrasi Kendari mengelola pagu anggaran sebesar Rp18.568.978.000 dengan realisasi mencapai Rp18.476.635.395 atau 99,50 persen. Pengelolaan anggaran tersebut dilaksanakan secara akuntabel dan transparan untuk mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian, dengan harapan ke depan tata kelola anggaran semakin efisien dan tepat sasaran.

Menutup refleksi akhir tahun, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari menegaskan komitmennya terhadap perbaikan berkelanjutan.
“Refleksi ini menjadi pijakan bagi kami untuk melangkah lebih baik pada tahun berikutnya. Imigrasi Kendari akan terus hadir memberikan pelayanan yang profesional, pengawasan yang efektif, serta kontribusi nyata dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah,” pungkasnya.(**)

Continue Reading

News

IMI dan Kadin Sultra Gelar Ramadhan Touring 2026, AYP Pastikan Hadir

Published

on

By

AYP, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia

KENDARI — Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Tenggara bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sultra kembali menggelar kegiatan sosial bertajuk Ramadhan Touring 2026 yang akan dilaksanakan pada 6–7 Maret 2026 di sejumlah kabupaten di Sulawesi Tenggara.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia sekaligus Wasekjen PP IMI, Andi Yuslim Patawari (AYP), menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini harus kita dukung sebagai bukti nyata kepedulian IMI dan Kadin di bulan Ramadan untuk berbagi kepada sesama. InsyaAllah saya akan hadir dalam kegiatan tersebut,” ujar AYP. Selasa (3/3/2026).

AYP menambahkan, kegiatan ini diharapkan memberi manfaat tidak hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi masyarakat yang menjadi sasaran bakti sosial.

“Semoga kegiatan ini memberi dampak positif bagi organisasi dan masyarakat luas,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sultra yang juga Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sultra, Anton Timbang, mengatakan Ramadhan Touring merupakan agenda tahunan kedua organisasi sebagai bentuk kepedulian sosial.

“Ini adalah agenda rutin IMI dan Kadin Sultra setiap Ramadan. Selain mempererat silaturahmi antaranggota, kegiatan ini juga menjadi momen berbagi kepada masyarakat,” jelas Anton.

Berdasarkan peta jalur dan itinerary, kegiatan Ramadhan Touring 2026 akan dimulai dari Rumah Kediaman Ketua Kadin dan IMI Sultra di Kota Kendari pada Jumat (6/3/2026) pagi.

Dari Kendari, rombongan bergerak menuju Konawe Selatan untuk melaksanakan bakti sosial di salah satu pesantren. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Bombana dengan agenda bakti sosial di pesantren, peninjauan Sirkuit GTX Porprov 2026, serta pelaksanaan Salat Jumat bersama masyarakat setempat.

Setelah itu, rombongan bertolak ke Kolaka dan beristirahat di rest area untuk melaksanakan buka puasa dan sahur bersama, sekaligus membuka Gerakan Pangan Murah Kadin Sultra sebagai bentuk dukungan terhadap stabilitas kebutuhan pokok masyarakat.

Memasuki hari kedua, Sabtu (7/3/2026), kegiatan dilanjutkan dengan perjalanan menuju Kolaka Timur untuk kembali menggelar bakti sosial di pesantren. Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke Kabupaten Konawe dengan agenda bakti sosial, buka puasa bersama, serta silaturahmi dengan pengurus Kadin dan IMI Kabupaten Konawe.

Seluruh rangkaian touring dijadwalkan berakhir di Kota Kendari pada Sabtu malam.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kebersamaan komunitas otomotif dan dunia usaha, tetapi juga memperkuat peran sosial organisasi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di bulan suci Ramadan. (**)

Continue Reading

News

Pelaku Industri Sepakat, Penguatan SDM Jadi Prioritas Pariwisata Sultra

Published

on

By

KENDARI24.COM – Forum Silaturrahmi Pentahelix Pariwisata Sulawesi Tenggara menjadi momentum penguatan strategi pengembangan pariwisata berbasis kolaborasi lintas sektor. Kegiatan yang digelar di RM Kampoeng Wisata Khas Sulawesi, menghadirkan unsur pemerintah, asosiasi industri, komunitas hingga pelaku ekonomi kreatif. Senin (02/03/26).

Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, Ridwan Badallah, menegaskan forum tersebut merupakan langkah awal mendukung visi Gubernur dalam membangun ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif yang terintegrasi.

“Ini langkah awal untuk membantu Bapak Gubernur membangun ekosistem pariwisata melalui kolaborasi pentahelix, termasuk komunitas, perbankan, dan maskapai,” ujar Ridwan. Senin (2/3/2026).

Ia menjelaskan, konsep besar yang tengah disiapkan adalah menjadikan Sulawesi Tenggara sebagai satu kesatuan sistem destinasi, dengan Kendari sebagai simpul utama konektivitas udara.

Menurutnya, Kendari harus berfungsi sebagai kota penyangga sebelum wisatawan melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi unggulan seperti Wakatobi, Muna, maupun Baubau.

“Kendari harus menjadi penyangga utama. Dari sini wisatawan bisa melanjutkan perjalanan ke Wakatobi, Muna, Baubau dan daerah lainnya. Ke depan, kita harapkan penerbangan tidak lagi terintegrasi melalui Makassar, tetapi bisa langsung dari Jakarta ke Kendari,” jelasnya.

Ridwan menilai penerbangan langsung akan memberi dampak ekonomi signifikan, karena wisatawan berpotensi menginap dan berbelanja di Kendari sebelum menuju destinasi lanjutan.

Selain konektivitas udara, Pemprov juga menyiapkan program berbasis komunitas, seperti pengaktifan ruang publik setiap akhir pekan melalui olahraga air, pertunjukan seni, hingga pengembangan rumah ekonomi kreatif. Kawasan pelabuhan pun disiapkan untuk mendukung kunjungan kapal wisata atau yacht.

“Kita akan rutin berdiskusi setiap bulan untuk mendapatkan input tentang apa yang harus dilakukan pemerintah. Ini bagian dari membangun kemitraan yang kuat,” tambahnya.

Dari sisi pelaku industri, Ketua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sultra, Rahman Rahim, menilai potensi pariwisata daerah sangat besar, namun harus ditopang kesiapan teknis dan kualitas layanan.

“Potensi Sulawesi Tenggara ini luar biasa. Sayang kalau sumber daya alam kita tidak dimanfaatkan untuk kemajuan bersama dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan asosiasi seperti ASITA, ASTINDO, dan HPI berada di garda terdepan dalam pelayanan wisata.

“Pemerintah sebagai regulator dan fasilitator, tetapi kami pelaku teknis yang memahami kebutuhan wisatawan. Karena itu sinergi sangat penting,” katanya.

Rahman juga menyoroti pentingnya standar operasional prosedur (SOP) pelayanan.

“Kalau pelayanan tidak sesuai ekspektasi, tamu bisa komplain dan itu berdampak pada citra daerah. Kami bahkan tidak berani menjual paket wisata jika destinasi belum siap menerima tamu,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua ASTINDO Sultra, Sartika, menekankan kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi prasyarat utama sebelum promosi besar-besaran dilakukan.

“Yang paling utama kita dorong adalah SDM. Kita harus melihat apakah sudah siap menjadi kota wisata, bukan hanya secara identitas, tetapi juga kapasitas pelakunya,” ujarnya.

Ketua DPD HPI Sultra, Femiyanti Darma Kamang, menyatakan pihaknya fokus pada peningkatan kapasitas pemandu wisata serta penguatan regulasi kompetensi.

“Kami lebih fokus pada peningkatan kapasitas SDM. Regulasi terkait pengembangan SDM perlu diperhatikan agar kualitas layanan semakin baik,” katanya.

Sementara itu, perwakilan GenPI Sultra, Ade Wijaya, menekankan pentingnya branding dan promosi digital.

“Branding itu penting. Tanpa promosi yang konsisten, kita tidak bisa mengembangkan potensi yang ada. Media sosial menjadi langkah efektif untuk menjangkau pasar lebih luas,” ujarnya.

Seluruh narasumber sepakat, pengalaman positif wisatawan menjadi kunci promosi jangka panjang. Wisatawan yang puas akan menjadi agen promosi alami bagi destinasi.

Forum ini diharapkan menjadi fondasi penguatan sinergi dalam membangun ekosistem pariwisata Sulawesi Tenggara yang terintegrasi, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(**)

Continue Reading

News

ASITA dan Dispar Perkuat Sinergi Pentahelix Menuju Pariwisata Berkelanjutan di Sultra

Published

on

By

KENDARI24.COM — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sulawesi Tenggara bersama Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara menggelar Forum Silaturahmi Pentahelix Pariwisata Sultra yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama, Senin (2/3/2026), di RM Kampoeng Wisata Khas Sulawesi, Kendari.

Forum bertema “Penguatan Mitigasi dan Kolaborasi Kemitraan Menuju Pariwisata Berkelanjutan dan Inklusif” ini menjadi ruang diskusi strategis bagi unsur pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media.

Ketua DPD ASITA Sultra, Rahman Rahim, menegaskan pentingnya kolaborasi konkret dalam membangun daya tahan sektor pariwisata daerah.

“Forum ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi momentum memperkuat sinergi pentahelix. Pariwisata tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kolaborasi nyata agar kita mampu menghadapi tantangan ekonomi, sosial, hingga dinamika global,” ujarnya.

Ia menambahkan, mitigasi risiko harus menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang agar sektor pariwisata Sultra tetap stabil dan kompetitif.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Ridwan Badallah, menekankan bahwa pendekatan pentahelix menjadi kunci memperkuat daya saing destinasi.

“Kita akan terus berkolaborasi dan berdiskusi bersama sehingga terbentuk ekosistem pariwisata yang berjalan terpadu. Kemitraan yang inklusif penting agar manfaat ekonomi bisa dirasakan masyarakat secara merata,” kata Ridwan.

Dalam sesi diskusi, pegiat pariwisata Sultra, Deden, menyoroti minimnya kalender event daerah.

“Selain Halo Sultra, kita belum memiliki kalender event yang konsisten. Padahal event rutin sangat penting untuk menarik kunjungan wisatawan dan menjaga perputaran ekonomi,” ungkapnya.

Sementara itu, Mahmud, sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHKRI) Sultra mengingatkan pentingnya segmentasi pasar wisata.

“Kita perlu memetakan siapa saja yang bisa datang ke lokasi wisata kita. Apa yang membuat orang tertarik keliling di Sultra? Yang terpenting adalah bagaimana wisatawan merasa nyaman dan aman saat berkunjung,” ujarnya.

Mahmud menegaskan bahwa sektor pariwisata memiliki efek berganda terhadap perekonomian daerah.

“Pariwisata itu memiliki multiplier effect. Kalau sektor ini bergerak baik, hotel, rumah makan, warung kopi hingga penerimaan pajak daerah juga ikut meningkat,” jelasnya.

Forum juga membahas penguatan promosi destinasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata, serta strategi mitigasi krisis yang berpotensi memengaruhi industri pariwisata.

Melalui kegiatan ini, para pemangku kepentingan berharap terbangun komitmen bersama dalam menciptakan ekosistem pariwisata Sulawesi Tenggara yang tangguh, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama sebagai ajang mempererat silaturahmi antarpelaku pariwisata daerah.(**)

Continue Reading

Trending