Connect with us

Ragam

Kriminalisasi Jurnalis Tribunnews, AJI Kendari dan IJTI Sultra Minta Polres Baubau Hentikan Penyidikan

Published

on

Jurnalis di Kota Kendari Berunjuk rasa di Depan Mapolda Sulawesi Tenggara

KENDARI, Kendari24.com – Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Tenggara (Sultra)  dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari berunjuk rasa di depan Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Sultra pada Senin (27/03/2023) pagi.

Aksi unjuk rasa tersebut merupakan buntut dari tindakan Kepolisian Resor (Polres) Baubau yang melayangkan surat panggilan, terhadap dua jurnalis Tribunnews Sultra yakni Risno Mawandili dan Reymeldi Ramadhan.

Forum Bersama (Forbes) Jurnalis Sulawesi Tenggara dari pengurus dan anggota AJI – IJTI menilai pemanggilan terhadap keduanya guna mengklarifikasi berita yang diterbitkan oleh tribunnews. Sultra adalah bentuk kriminalisasi serta ancaman bagi kemerdekaan pers di Sultra dan juga di Indonesia.

Ketua Pengda IJTI Sultra Saharudin mengatakan, harusnya mekanisme yang ambil Polres Baubau menggunakan undang-undang pers nomor 40 tahun 1999 dan mengarahkan kasus tersebut terlebih dulu ke dewan pers untuk dikaji.

“Jadi kami mengecam tindakan Kapolres Baubau dan kami berharap Kapolda Sultra bisa memberikan rekomendasi untuk penghentian kasus ini,” ungkap Sahar.

Sementara Ketua AJI Kendari, Rosniawati Fikri menyampaikan, tindakan Polres Baubau yang menggunakan Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) dalam penyelesaian sengketa pers atau produk jurnalistik adalah langkah yang keliru.

Menurutnya, penyelesaian segala sengketa pers harus merujuk pada UU Nomor 40 tahun 1999 tentang pokok pers dan pasal 4 tentang pers, yang menjelaskan dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan mempunyai hak tolak.

“Pasal itu juga menyebut kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara dan untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi,” katanya.

AJI dan IJTI juga meminta Kapolda Sultra Irjen Pol Teguh Pristiwanto untuk mencopot Kapolres Baubau AKBP Bungin Masokan Misalayuk yang dinilai telah mengintimidasi dua jurnalis tribunnews Sultra tersebut.

Sementara itu Kasubbid Penmas Polda Sultra, Kompol Tiswan saat menemui awak media membenarkan adanya pemanggilan terhadap jurnalis tribunnews Sultra yang dilakukan oleh Kasat Reskrim Baubau,  namun pemanggilan itu hanya bersifat undangan.

“Setelah saya konfirmasi kepada kasat reskrim Baubau ia sampaikan bahwa ini sifatnya undangan untuk mengklarifikasi apa yang dilaporkan oleh pelapor ini,” ujarnya.

Untuk diketahui Risno Mawandili dan Reymeldi Ramadhan sebelumnya dilaporkan oleh seorang developer bernama Ardin ke Polresta Baubau setelah menulis berita yang berjudul Sosok 7 Terduga Pelaku Rudapaksa 2 Anak Yatim di Baubau, Ada Pemilik Perumahan dan Menantunya.

AJI dan IJTI menegaskan dalam membuat karya-karya jurnalistik atau menulis berita wartawan terus berpegang pada pedoman undang-undang pers dan kode etik jurnalistik.

Ragam

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka Hadiri Perayaan Natal Bamagnas di Kendari

Published

on

By

KENDARI — Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, menghadiri Perayaan Natal Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (Bamagnas) bersama pemerintah daerah serta TNI–Polri yang digelar di Kota Kendari, Selasa malam.

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Acara dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jemaat dari berbagai gereja. Perayaan Natal ini mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” yang mengandung pesan penguatan iman, persatuan, dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa perayaan Natal tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga sarana mempererat toleransi, persaudaraan, dan kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Tenggara.

“Natal mengajarkan kita tentang kasih, pengorbanan, dan perdamaian. Nilai-nilai ini sangat penting untuk terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, khususnya di Sulawesi Tenggara yang majemuk,” ujar Andi Sumangerukka.

Ia juga mengapresiasi peran Bamagnas yang selama ini aktif membangun komunikasi lintas gereja serta bersinergi dengan pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan daerah.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berkomitmen untuk terus hadir dan mendukung setiap upaya yang memperkuat persatuan serta menjaga kerukunan umat beragama,” tambahnya.

Andi Sumangerukka berharap, melalui perayaan Natal ini, masyarakat Sulawesi Tenggara semakin mempererat kebersamaan dan bersama-sama menjaga daerah tetap aman, damai, dan sejahtera.

Perayaan Natal Bamagnas tersebut turut dimeriahkan dengan pujian rohani, paduan suara, serta berbagai penampilan seni yang mencerminkan semangat kebersamaan dan keberagaman.(**)

Continue Reading

Ragam

Irwasda Polda Sultra Pimpin Sidang Penetapan Kelulusan 63 Bintara Brimob Polri TA 2026

Published

on

By

KENDARI – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) menggelar Sidang Penetapan Kelulusan Akhir Penerimaan Bintara Brimob Polri Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dachara Polda Sultra, Selasa, 23 Desember 2025.

Sidang penetapan kelulusan dibuka secara resmi oleh Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Sultra, Kombes Pol Hartoyo, didampingi Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sultra Kombes Pol Iis Kristian, serta dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Sultra.

Dalam sidang tersebut, sebanyak 63 calon siswa (casis) yang dinyatakan lulus terpilih telah melalui rangkaian tahapan seleksi yang ketat, mulai dari pemeriksaan administrasi, kesehatan, kesamaptaan jasmani, psikologi, hingga penelusuran mental kepribadian.

Selanjutnya, casis yang dinyatakan lulus akan mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Brimob Polri di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulawesi Selatan.

Irwasda Polda Sultra Kombes Pol Hartoyo dalam arahannya menegaskan agar peserta yang dinyatakan lulus tidak terlalu berbangga diri, karena masih akan menghadapi proses pendidikan yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental hingga resmi dilantik menjadi anggota Polri.

“Bagi yang lulus, jangan berpuas diri. Masih ada tahapan pendidikan yang harus dijalani dengan sungguh-sungguh. Siapkan fisik dan mental dengan baik,” ujar Kombes Pol Hartoyo.

Sementara itu, kepada peserta yang belum berhasil, Irwasda memberikan motivasi agar tidak berkecil hati dan terus mempersiapkan diri untuk kesempatan berikutnya.

“Yang belum berhasil jangan putus asa. Masih banyak peluang di masa depan. Teruslah mempersiapkan diri dengan maksimal,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Kombes Pol Hartoyo juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia dan pengawas seleksi yang telah melaksanakan tugas secara profesional dengan menjunjung tinggi prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) dalam seluruh tahapan penerimaan. (**)

Continue Reading

Ragam

Biddokkes Polda Sultra Gelar Latkatpuan DVI dan Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Tahun 2025

Published

on

By

KENDARI – Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Tenggara menggelar kegiatan Latihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) Disaster Victim Identification (DVI) dan Kesiapsiagaan Penanganan Bencana T.A 2025 bagi para tenaga kesehatan, Jumat (12/12/2025).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Biddokkes Polda Sultra, Dr. drg. Ignatius Hendra A., Sp.KG, dihadiri para pejabat utama Biddokkes, instruktur, serta seluruh peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Kabiddokkes menyampaikan bahwa Sulawesi Tenggara merupakan wilayah dengan potensi bencana cukup tinggi seperti banjir, tanah longsor, hingga gempa bumi. Kondisi ini menuntut seluruh personel kepolisian, khususnya Biddokkes Polda Sultra, untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan dalam menghadapi berbagai kemungkinan.

“Peran DVI sangat krusial dalam memastikan proses identifikasi korban bencana dapat berjalan profesional, manusiawi, dan akuntabel. Latkatpuan ini menjadi momentum strategis bagi kita untuk memperkuat kapasitas teknis dan manajerial dalam penanggulangan bencana,” ujarnya.

Kabiddokkes menekankan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya soal respons cepat setelah bencana terjadi, tetapi juga mencakup kemampuan mitigasi, perencanaan, pemetaan risiko, koordinasi lintas sektor, serta peningkatan manajemen operasi. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan forum untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, dan memperkuat jejaring kerja.

“Kompetensi dalam pengumpulan data ante-mortem dan post-mortem, penggunaan peralatan identifikasi, hingga penyusunan laporan harus terus diperkuat agar pelaksanaan tugas di lapangan dapat optimal,” tambahnya.

Kegiatan Latkatpuan juga menghadirkan pemateri dari BPBD Sultra yakni Dody Rizal Puuwawoa, S.E yang membawakan materi terkait mitigasi dan manajemen kebencanaan. Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana AKP Dr. Richard Richardo N., S.H., M.M. , menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan kapasitas tenaga kesehatan polri, khususnya dalam kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah sulawesi
tenggara. Pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis dan
pemahaman prosedural disaster victim identification (dvi), sebagai salah
satu kompetensi penting dalam penanganan korban pada insiden bencana,” ungkap AKP Richard.

Melalui pelatihan tersebut, Biddokkes Polda Sultra berharap dapat meningkatkan kapasitas personel agar semakin siap, sigap, dan tanggap menghadapi setiap potensi bencana di wilayah hukum Polda Sulawesi Tenggara.

Acara pembukaan ditutup dengan pesan motivasi agar seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan profesionalisme dan memberikan kontribusi nyata dalam pelayanan kepolisian, khususnya di bidang penanganan bencana dan identifikasi korban. (**)

Continue Reading

Trending