Connect with us

Kesehatan

PPKM Darurat Diperpanjang Diumumkan 2 Atau 3 Hari Mendatang

Published

on

Konferensi Pers Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat

Kendari24.com – JAKARTA, Pemerintah masih melakukan evaluasi terkait PPKM darurat. Pengumuman diperpanjang atau tidaknya PPKM darurat akan disampaikan kepada Presiden Jokowi lebih dulu dan diumumkan 2 atau 3 hari mendatang.

Rencana perpanjangan PPKM darurat ini disampaikan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (17/7/2021). Dia mengatakan pemerintah mengambil pilihan sulit terkait PPKM darurat.

“Saat ini kami sedang melakukan evaluasi terhadap apakah PPKM dengan jangka waktu dan apakah dibutuhkan perpanjangan lebih lanjut, kami akan laporkan kepada Bapak Presiden. Saya kira dalam 2-3 hari ke depan kita akan umumkan secara resmi,” ucapnya.

Luhut menyebut terdapat dua indikator yang menjadi evaluasi PPKM darurat, yakni penambahan kasus dan bed occupancy rate (BOR) rumah sakit. Menurutnya, saat ini indikator penambahan kasus dan bed occupancy rate mulai membaik.

PPKM darurat dimulai sejak 3 Juli dan rencanannya akan berakhir pada 20 Juli 2021.

PPKM darurat awalnya dilaksanakan di Jawa-Bali. Namun dalam perjalanannya pemerintah menyatakan ada 15 daerah lain yang melaksanakan PPKM darurat di luar Jawa dan Bali.

Hukum & Kriminal

Ribuan Ampul Obat Mengandung Narkotika Jenis Fentanyl Dilaporkan Hilang dari RSUD Bahteramas Kendari

Published

on

By

Ilustrasi fentanyl

KENDARI – Sebanyak sekitar 2.100 ampul obat yang mengandung zat narkotika jenis Fentanyl, yang tergolong psikotropika golongan satu, dilaporkan hilang dari gudang logistik farmasi RSUD Bahteramas Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kehilangan tersebut terjadi dalam tiga kali insiden berbeda sejak awal tahun 2025, dengan laporan terakhir pada 4 April 2025. Obat-obatan yang hilang merupakan jenis anestesi yang penggunaannya sangat diawasi karena efeknya yang kuat dan berisiko tinggi apabila disalahgunakan.

Humas RSUD Bahteramas Kendari, Titi Rahmatia, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihak rumah sakit telah melaporkannya ke pihak kepolisian.

“Obat-obatan yang hilang merupakan jenis anestesi yang sangat sensitif dan penggunaannya terbatas hanya untuk prosedur medis. Kami telah melaporkan kehilangan ini ke Polresta Kendari untuk ditindaklanjuti,” ujar Titi Rahmatia.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, menyayangkan kejadian tersebut dan menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap peredaran obat-obatan psikotropika di fasilitas pelayanan kesehatan.

“Ini adalah kejadian serius. Obat seperti Fentanyl sangat berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah. Kami menunggu laporan resmi dari pihak rumah sakit dan berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti kasus ini,” tegas Hugua.

Hugua juga bakal melakukan pemeriksaan dan memanggil penanggungjawab RS Bahtermas terkait hilangnya obat-obatan tersebut. Selain itu Wakil Gubernur mensinyalir hilangnya obat-obatan itu melibatkan orang dalam rumah sakit.

“Saya akan turun juga di lapangan, kenapa bisa jebol dan kenapa juga harus obat itu, pertanyaanna apakah ini berdiri sendiri atau rentetan. Ini selalu disinyalir atau diduga dalam kejadian ini ada orang dalam yang terlibat,” ungkapnya.

Pihak RSUD Bahteramas menyatakan akan terus bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini, demi memastikan obat-obatan berbahaya tidak beredar secara ilegal di masyarakat.(**)

Continue Reading

Kesehatan

IDI Kolaka Tebar Kebaikan di Ramadhan: Takjil, Sembako, dan Al-Quran untuk Sesama

Published

on

By

Ketua IDI Kolaka, dr. Hakim Nur Mampa berbagi takjil ke pengguna jalan

KOLAKA – Menyambut berkah di bulan suci Ramadhan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menebar kebaikan dengan berbagi kepada sesama. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian para tenaga medis terhadap masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan.

Puluhan dokter yang tergabung dalam IDI Kolaka turun langsung membagikan ratusan paket takjil, sembako, dan Al-Quran kepada masyarakat. Ketua IDI Kolaka, dr. Hakim Nur Mampa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang selalu diadakan setiap bulan Ramadhan sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian.

“Alhamdulillah, kemarin dan hari ini kami telah membagikan 400 takjil kepada masyarakat. Ini adalah bentuk kecil dari rasa syukur kami, semoga bisa membawa berkah dan kebahagiaan bagi mereka yang menerima,” ujar dr. Hakim. Sabtu (15/3/2025).

Kegiatan berbagi takjil ini berlangsung di jalan poros kawasan bundaran air mancur Kilometer Satu Kolaka pada Sabtu, 15 Maret 2025 sore. Para anggota IDI Kolaka terlihat antusias dan ramah saat menyerahkan takjil kepada para pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

Tak hanya berhenti di situ, IDI Kolaka juga berencana menyalurkan 450 paket sembako kepada para pekerja di fasilitas kesehatan (faskes), seperti cleaning service, security, driver, MB, hingga CSSD. Selain itu, sebanyak 220 eksemplar Al-Quran akan diwakafkan ke sepuluh pondok tahfiz yang tersebar di Kabupaten Kolaka.

“Insya Allah, besok kita akan bagikan 220 Al-Quran ke 10 pondok tahfiz, dan 450 paket sembako untuk para pekerja di faskes. Kami ingin semua bisa merasakan berkah Ramadhan ini,” jelas dr. Hakim.

Ia menegaskan, bantuan ini murni berasal dari donasi para anggota IDI Kolaka yang dengan tulus menyisihkan rezekinya. Bagi IDI Kolaka, aksi sosial ini bukan hanya tentang berbagi, melainkan juga bentuk empati dan rasa tanggung jawab terhadap sesama.

“Kegiatan ini sebetulnya bertujuan untuk menggugah jiwa sosial para anggota IDI, sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan dalam menghadapi bulan Ramadhan ini,” pungkas dr. Hakim.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, IDI Kolaka berharap kegiatan ini bisa membawa manfaat dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk turut berbuat kebaikan, terutama di bulan yang penuh berkah ini.(**)

Continue Reading

Kesehatan

Calon Apoteker UHO Edukasi Pelajar Kendari Bahaya dan Dampak Penyalahgunaan Narkotika

Published

on

By

Kendari, KENDARI24.COM – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Angkatan XII Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar sosialisasi dan edukasi dampak serta bahaya narkoba dan cara pencegahannya, kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 12 Kendari pada Kamis (24/10/2024).

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dari program pengabdian masyarakat dan bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Para mahasiswa didampingi oleh dosen pembimbing, Sabarudin, S.Farm., M.Si., Apt dan Rachma Malina, S.Farm., M.Clin. Pharm., Apt serta menghadirkan Nadiri narasumber dari BNN Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sabarudin dosen pembimbing PSPPA menjelaskan tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman lebih mendalam kepada para siswa tentang bahaya dan dampak negatif penyalahgunaan narkoba, serta cara-cara efektif untuk mencegahnya.

“Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan angka penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dapat ditekan,” katanya. Kamis (24/10/2024).

Mahasiswa Apoter UHO bersama Pelajar

Sementara itu, Sudarso Kepala SMA Negeri 12 Kendari, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan para mahasiswa PSPPA UHO dan berharap kegiatan ini dapat mengedukasi para siswa untuk menjauhi dan tidak menyalahgunakan narkotika.

“Kami berterima kasih kepada para mahasiswa dan dosen serta BNNP Sultra yang sudah hadir dan memberikan edukasi terhadap siswa. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat lebih ditingkatkan, ” ujarnya.

Mahasiswa PSPPA UHO yang melaksanakan kegiatan ini yakni Nurull Hikmah, Nur Rahmi Jaya Tantri, Humaerah. F , Nurul Auliyah Hasyim, dan Sri Maulana.

Upaya ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan pengetahuan di kalangan remaja agar lebih selektif dan berhati-hati, sehingga tercipta generasi yang hidup lebih berkualitas, bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.

Pemateri bersama Pelajar SMA Negeri 12 Kendari

Menurut data tahun 2023, Indonesia dengan populasi 278,7 juta jiwa dan posisi geografis yang strategis menjadi salah satu negara yang rentan terhadap peredaran narkoba. Meskipun demikian, jumlah pengguna narkoba di Indonesia mengalami penurunan dari 3,66 juta jiwa pada 2021 menjadi 3,33 juta jiwa pada 2023, dengan sebagian besar pengguna berada dalam kelompok usia produktif 15 hingga 49 tahun.(**)

Continue Reading

Trending