Connect with us

Hukum & Kriminal

Polresta Kendari Usut Dugaan Pemerasan Penambang Pasir Nambo

Published

on

Kapolresta Kendari bersama Pj Wali Kota Tinjau Lokasi Tambang Pasir Nambo beberapa Waktu Lalu

KENDARI, Kendari24.com –  Beredar percakapan antara seorang diduga aktivis lingkungan di Kecamatan Nambo yang menyodorkan proposal kepada pengelolah tambang pasir di Nambo Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Dalam percakapan per tanggal 17 September itu, aktivis Lingkungan berinisial H meminta bantuan agar salah seorang pengusaha pasir Nambo dapat membantu kegiatan rekan-rekannya di Kampus.

“Ini ada titipan proposal dari teman-teman di kampus yang kemarin sempat komitmen sama Mr. Hao kalau ada kegiatan kiranya bisa dibantu, nah ini ada proposal mereka mau sodor sama beliau, dimana saya bisa antar” tulisnya di chat WhatsApp.

Setelah menyodorkan proposal itu, pengusaha pasir Nambo itu pun memberikan bantuan sesuai kemampuan melalui adminnya yang dititip di sebuah warung.

Alih-alih mendapat dukungan, selang beberapa hari, H kemudian menyerang para penambang pasir dengan mengirimkan pamflet seruan aksi dari Barisan Pemuda Anti Korupsi (BPAK) Sulawesi Tenggara dimana mereka menuntut agar pemerintah dan DPRD Kota Kendari menutup aktivitas tambang pasir Nambo dengan alasan tidak memenuhi kaidah pertambangan dan menyalahi aturan.

“Tambang pasir Nambo sudah ada sejak 2006 lalu, dan tidak ada masalah dengan hal itu, nanti satu atau dua tahun terakhir setelahnya beberapa upaya menghentikan kami untuk beraktivitas padahal ratusan warga menggantungkan hidupnya disitu,” ungkap seorang penambang pasir Nambo saat ditemui pada Senin (23/1/2023) malam.

Kapolresta Kendari, Kombes Pol M. Eka Fathurrahman, yang dikonfirmasi terkait adanya upaya menghalangi aktivitas tambang pasir Nambo beberapa waktu lalu menjelaskan pihaknya telah menerima aduan masyarakat dan akan melakukan penyelidikan terkait laporan yang telah diadukan oleh penambang pasir di Kecamatan Nambo.

“Ini masih dugaan, kami akan selidiki siapapun yang melaporkan upaya menghalangi aktivitas masyarakat demi menciptakan ketertiban ditengah masyarakat, apalagi sudah ada dugaan pemerasan dengan modus proposal,” ungkapnya saat ditemui pada Selasa (24/1/2023).

Kapolresta Kendari yang menjadi ketua tim terpadu polemik tambang pasir di Kecamatan Nambo menjelaskan keberadaan tambang itu tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum saja namun juga masalah sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.

“Instruksi presiden untuk mendukung investasi demi kemajuan daerah dan peningkatan perekonomian rakyat menjadi salah satu prioritas utama,”jelasnya.

Sehingga agar tidak ada keresahan warga lain dengan aktivitas tambang itu, Tim Terpadu akan menerapkan aturan tegas kepada perusahaan pengelola tambang pasir agar mereka bekerja sesuai SOP yang ditentukan, tidak merusak lingkungan, tetap memberdayakan masyarakat sekitar, dan memberikan kontribusi untuk daerah Kota Kendari.

“Ini bukan hanya menyangkut masalah hukum saja, tetapi juga berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Kita sedang mencari solusi yang tepat,” ujarnya. (RLS)

Continue Reading

Hukum & Kriminal

Motif Judi Online dan Narkoba, Dua Pelaku Curanmor di Kendari Dibekuk, Satu Buron

Published

on

By

KENDARI24.COM — Tim Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari membekuk dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di wilayah Kota Kendari. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Kapolresta Kendari, Kombes Pol Edwin L. Sengka, mengungkapkan kedua tersangka masing-masing berinisial MAS (21) dan MRA (22). Adapun satu pelaku lain berinisial A hingga kini masih diburu.

“Tiga pelaku terlibat dalam kasus ini. Dua sudah kami amankan dan satu lainnya masih dalam pengejaran,” ujar Kapolresta saat rilis kasus, Sabtu (25/4/2026).

Kasus ini bermula dari laporan seorang mahasiswa berinisial D (26), warga Desa Andadowi, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, yang kehilangan sepeda motor di Jalan Lasolo, Kelurahan Sanua, Kecamatan Kendari Barat, pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 23.00 WITA.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda CRF warna hitam kombinasi putih dengan nomor polisi DT 2657 XA.

Kapolresta menjelaskan, para pelaku melakukan aksinya dengan berkeliling mencari sasaran. Saat menemukan kendaraan korban yang terparkir, salah satu pelaku langsung mengeksekusi dengan menggunakan kunci T.

“Motor tersebut kemudian dibawa ke tempat kost dan diubah warnanya menjadi hitam untuk menghilangkan jejak,” jelasnya.

Lebih lanjut, terungkap bahwa motif para pelaku melakukan pencurian karena membutuhkan uang untuk membeli narkotika serta bermain judi online.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf f dan huruf g KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Saat ini, polisi masih melakukan pengembangan kasus serta memburu satu pelaku lainnya yang masih buron.(**)

Continue Reading

Hukum & Kriminal

Kecelakaan di Jalan Bypass Kendari, Pengendara Motor Tewas Usai Ditabrak Pickup

Published

on

By

KENDARI24.COM – Kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang pengendara sepeda motor terjadi di Jalan Laode Hadi, tepatnya di depan Hotel Swiss-Belhotel, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 11.50 WITA.

Kasat Lantas Polresta Kendari, Kevin Fahri Ramadan, mengungkapkan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat sepeda motor Yamaha Nmax tanpa pelat nomor yang dikendarai pria berinisial YP (45) melaju dari arah timur ke barat, yakni dari arah Kendari Beach menuju Bundaran Tapak Kuda.

“Bersamaan dengan itu, dari arah yang sama melaju kendaraan roda empat jenis Toyota Hilux pickup dengan nomor polisi DT 8721 CA yang dikemudikan oleh pria berinisial NF (32),” ujar Kevin.

Setibanya di lokasi kejadian, mobil Toyota Hilux tersebut diduga kehilangan kendali hingga menabrak bagian belakang sepeda motor yang dikendarai korban.

“Menjelang di TKP, kendaraan roda empat tersebut kehilangan kendali dan menabrak sepeda motor dari belakang, sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.

Akibat insiden tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka-luka serius dan sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit di Kota Kendari. Namun, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

“Korban mengalami luka-luka dan meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit,” tambah Kevin.

Korban YP diketahui merupakan salah satu pengurus cabang olahraga basket di Sulawesi Tenggara. Sebelum kejadian, korban sempat menjemput kedua anaknya, kemudian kembali ke rumah dan keluar lagi sebelum kecelakaan terjadi.

Sementara itu, pengemudi mobil pickup yang diduga sebagai penyebab kecelakaan telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Untuk terduga pelaku sudah kami amankan guna pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya

Di sisi lain, pihak keluarga korban turut angkat bicara. Keluarga korban, Mikael, berharap agar kasus kecelakaan lalu lintas ini dapat ditangani secara transparan oleh aparat kepolisian.

“Kami berharap kasus ini diproses secara transparan dan pelaku ditindak sesuai hukum yang berlaku,” ujar Mikael.(**)

Continue Reading

Hukum & Kriminal

Polresta Kendari Bongkar Dugaan Penyelewengan LPG Subsidi, 150 Tabung Disita

Published

on

By

KENDARI24.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Kendari melalui Unit II Tipidter mengungkap dugaan penyalahgunaan distribusi LPG subsidi 3 kilogram di wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kapolresta Kendari, Edwin L Sengka, menjelaskan pengungkapan ini merupakan bagian dari Operasi Migas Subsidi yang dilakukan jajarannya.

Dalam operasi tersebut, polisi menemukan 83 tabung kosong LPG 3 kg di salah satu SPBU di kawasan Bundaran Teng, Kelurahan Andonohu, Kota Kendari. Tabung-tabung itu diduga akan ditukar dengan tabung berisi sebelum kemudian dibawa keluar daerah.

“Operasi BBM dan Gas tetap kita rutin, ini langka awal Polresta kendari mengungkap masalah tabung gas subsidi. Untuk lanjutnya kita akan melakukan patroli,” ujar Edwin. Sabtu (25/4/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, modus yang digunakan pelaku yakni mengangkut tabung kosong menggunakan kendaraan roda empat, kemudian menukarnya dengan tabung berisi di wilayah Andonohu. Selanjutnya, gas subsidi tersebut diduga akan dibawa keluar Kota Kendari menuju Bungku Selatan, Sulawesi Tengah.

Selain temuan tersebut, dalam pengungkapan kasus lain yang masih berkaitan, polisi juga mengamankan 67 tabung LPG 3 kg bersubsidi yang hendak dikirim melalui jalur laut dari Pelabuhan Wawonii. Tabung tersebut rencananya akan didistribusikan ke wilayah kepulauan seperti Desa Kaleroang dan Desa Waru-Waru, Kabupaten Morowali.

Dari hasil pemeriksaan, dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka, masing-masing berinisial NTPK (34), seorang wiraswasta, dan I (52), seorang pedagang. Keduanya diduga mengumpulkan tabung LPG dari pengecer kecil, lalu menjualnya ke luar daerah dengan harga lebih tinggi, berkisar Rp33 ribu hingga Rp35 ribu per tabung.

Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman, termasuk berkoordinasi dengan pihak Pertamina dan instansi terkait guna memastikan unsur pidana serta jaringan distribusi ilegal yang terlibat.

Polresta Kendari juga mengimbau masyarakat agar tidak menyalahgunakan distribusi LPG bersubsidi, karena peruntukannya hanya bagi masyarakat yang berhak.

“Masyarakat silahkan informasikan ke kita nanti kita tindak lanjuti”, tegas Kapolresta.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara dan denda hingga Rp60 miliar.(**)

Continue Reading

Trending