Connect with us

News

Polda Sultra Gelar Hari Kesadaran Nasional, 462 Personel Terima Satya Lencana

Published

on

KENDARI – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Kapolda Sultra) Irjen Pol Didik Agung Widjanarko memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional yang diikuti seluruh personel Polda Sultra di Lapangan Apel Presisi Polda Sultra, Senin (19/1/2026).

Upacara tersebut dihadiri Wakapolda Sultra Brigjen Pol Dr. Gidion Arief Setyawan, Irwasda Kombes Pol Hartoyo, para pejabat utama Polda Sultra, serta seluruh personel.

Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan bahwa Hari Kesadaran Nasional merupakan momentum penguatan komitmen moral insan Bhayangkara dalam mengabdi dan melayani bangsa serta negara. Ia menyoroti sejumlah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang menjadi perhatian publik, di antaranya kejahatan seksual terhadap anak, peredaran narkoba, dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

“Situasi kamtibmas harus terus dievaluasi agar Polri mampu mewujudkan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan publik,” tegas Kapolda.

Selain itu, Kapolda mengingatkan jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam. Ia meminta seluruh satuan kerja memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi dampak bencana.

Kapolda juga menyinggung pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru. Menurutnya, regulasi tersebut menandai babak baru penegakan hukum di Indonesia sehingga seluruh penyidik diminta segera menyesuaikan pelaksanaan tugas dan kewenangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Di akhir amanatnya, Kapolda menekankan pentingnya disiplin dan profesionalisme personel Polri sebagai pondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat.

Dalam rangkaian upacara tersebut, Polda Sultra juga memberikan Tanda Kehormatan Satya Lencana Pengabdian kepada 462 personel. Rinciannya, Satya Lencana Pengabdian 32 Tahun sebanyak 29 personel, 24 Tahun sebanyak 236 personel, 16 Tahun sebanyak 14 personel, dan 8 Tahun sebanyak 183 personel.

Kapolda menyampaikan bahwa pemberian tanda kehormatan merupakan bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian personel yang telah melaksanakan tugas secara profesional dan bertanggung jawab. Ia berharap penghargaan tersebut dapat memotivasi seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja, integritas, dan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolda juga menegaskan komitmen Polda Sultra dalam menerapkan prinsip reward and punishment secara objektif dan berkelanjutan, serta meminta jajaran terkait terus melakukan evaluasi agar hak personel yang memenuhi persyaratan tidak terlewatkan.

Upacara Hari Kesadaran Nasional berlangsung khidmat dan menjadi pengingat bagi seluruh personel Polda Sultra untuk terus menjaga kinerja, integritas, serta pengabdian demi terwujudnya kamtibmas yang aman dan kondusif di Sulawesi Tenggara.(**)

Continue Reading

News

Di Balik Secangkir Kopi: Sinergi Polantas dan Ojol Menjaga Keselamatan di Jalan Kendari

Published

on

By

KENDARI – Pagi cerah dan hangat di salah satu rumah kopi di Kota Kendari berubah menjadi ruang dialog yang cair antara polisi lalu lintas dan para pengemudi ojek online. Rabu (4/2/2026), Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara menggelar agenda Ngopi Bareng Polantas Menyapa bersama komunitas Sahabat Ojol Kendari, sebuah pertemuan yang lebih terasa seperti silaturahmi ketimbang forum resmi.

Di lokasi yang sama, tampak Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Gidion Arief Setyawan, Dirlantas Polda Sultra Kombes Pol. Argowiyono, Kabid Humas Kombes Pol Iis Kristian, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sultra Nur Akbar, serta sejumlah pejabat utama Polda Sultra dan Ditlantas. Mereka duduk berdampingan dengan para driver ojol, berbagi cerita tentang risiko di jalan dan harapan akan keselamatan.

Program Ngopi Bareng Polantas Menyapa merupakan inisiasi langsung Dirlantas Polda Sultra Kombes Pol. Argowiyono sebagai sarana komunikasi dua arah antara kepolisian dan komunitas pengguna jalan — khususnya pengemudi ojek online yang setiap hari bergulat dengan padatnya lalu lintas Kota Kendari.

Dalam suasana santai, Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Gidion Arief Setyawan menekankan bahwa para pengemudi ojol adalah tulang punggung keluarga yang bekerja di tengah risiko tinggi. Ia mendorong tumbuhnya solidaritas antaranggota komunitas agar mereka bisa bekerja dengan aman dan kembali pulang dengan selamat menemui keluarga.

Sementara itu, Kombes Pol. Argowiyono menegaskan bahwa keberadaan ojol memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat. Karena itu, para pengemudi ojol diharapkan dapat menjadi mitra kepolisian dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Dirlantas juga mengajak para driver untuk saling mengingatkan pengguna jalan lain jika melihat pelanggaran, mengingat tingginya mobilitas ojol yang lebih memahami kondisi lapangan sehari-hari. Selain itu, mereka diimbau memastikan kelayakan kendaraan sebelum beroperasi mulai dari lampu, spion, hingga perlengkapan keselamatan serta tetap patuh pada rambu lalu lintas.

“Kami berharap terjalin sinergi yang baik antara kepolisian dan komunitas ojek online untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas,” ujar Dirlantas.

Perwakilan Sahabat Ojol Sultra, Toni Kudus, menyampaikan apresiasi atas langkah Ditlantas yang merangkul komunitas ojol sebagai mitra, bukan sekadar objek penertiban. Baginya, pertemuan seperti ini membuat para driver merasa dihargai dan dilibatkan dalam menciptakan keselamatan bersama.

Di akhir pertemuan, secangkir kopi mungkin telah tandas namun komitmen keselamatan di jalan justru semakin menguat antara Polri dan masyarakat. (**)

Continue Reading

News

Kapolri Gelar Sertijab, Sejumlah Kapolda Resmi Berganti

Published

on

By

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko

JAKARTA — Kapolri memimpin langsung serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama Mabes Polri dan Kapolda jajaran di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jumat (30/1/2026).

Sertijab ini merupakan tindak lanjut Surat Telegram Kapolri Nomor ST/99 tertanggal 15 Januari 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan di lingkungan Polri.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa rotasi dan promosi jabatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan karier serta upaya penyegaran organisasi.

“Hari ini Bapak Kapolri memimpin langsung serah terima jabatan sejumlah pejabat utama dan Kapolda di jajaran Polri, sebagai tindak lanjut dari surat perintah Kapolri terkait mutasi dan promosi jabatan,” ujar Trunoyudo kepada awak media.

Dalam sertijab tersebut, Irjen Pol Dr. Achmad Kartiko resmi menjabat Kalemdiklat Polri setelah sebelumnya menjabat Wakil Lemdiklat Polri. Sementara Irjen Pol Andi Rian yang sebelumnya menjabat Kapolda Sumatera Selatan kini dipercaya sebagai Wakil Lemdiklat Polri.

Irjen Pol Sandi Nugroho yang sebelumnya menjabat Kadiv Humas Polri kini mengemban tugas sebagai Kapolda Sumatera Selatan. Jabatan Kadiv Humas Polri selanjutnya diserahterimakan kepada Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, yang sebelumnya menjabat Kapolda Papua Barat.

Untuk wilayah Papua, Brigjen Pol Alfred Papare yang sebelumnya menjabat Kapolda Papua Tengah kini dipercaya sebagai Kapolda Papua Barat. Sedangkan jabatan Kapolda Papua Tengah diemban oleh Kombes Pol Jeremias Rontini, yang sebelumnya menjabat Irwasda Polda Papua.

Selain itu, jabatan Kepala Pusat Sejarah (Kapusjarah) Polri yang sebelumnya diemban Brigjen Pol Bagas Uji Nugroho diserahterimakan kepada Kombes Pol Abas Basuni, Jabatan Kayanma Polri kini dijabat oleh Kombes Pol Yudi Arkara, yang sebelumnya menjabat Kabag Pamwal.

Trunoyudo menegaskan bahwa seluruh rangkaian mutasi dan promosi jabatan ini dilakukan melalui mekanisme tour of area dan tour of duty guna meningkatkan kualitas organisasi dan pelayanan publik.

“Polri terus melakukan langkah strategis untuk memperkuat kinerja institusi, sejalan dengan komitmen Polri untuk masyarakat,” katanya.

Ia berharap kepemimpinan baru di sejumlah posisi strategis dapat membuat pelayanan Polri semakin profesional, responsif, dan dekat dengan masyarakat.(**)

Continue Reading

News

Tekan Angka Kematian Lalulintas, Pemprov–Polda Sultra Luncurkan Program Zero Fatality

Published

on

By

KENDARI – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menandatangani perjanjian kerja sama terkait peningkatan keselamatan serta penurunan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas di wilayah Sultra, Kamis (29/1/2026).

Melalui penandatanganan kerja sama tersebut, Pemerintah Provinsi Sultra secara resmi mencanangkan Program Sultra Zero Fatality sebagai upaya strategis menekan angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengatakan pencanangan Sultra Zero Fatality merupakan bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah dan Polda Sultra dalam mewujudkan lalu lintas yang aman dan berkeselamatan bagi masyarakat.

Ia menyampaikan, Pemprov Sultra bersama Polda Sultra akan fokus membangun serta memperbaiki berbagai fasilitas keselamatan lalu lintas, baik yang mengalami kerusakan maupun yang belum tersedia. Upaya tersebut meliputi perbaikan kondisi jalan, pemasangan rambu dan tanda peringatan, pembuatan marka jalan di titik rawan kecelakaan, serta penyediaan penerangan jalan umum.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Fasilitas jalan yang berpotensi memicu kecelakaan harus segera dibenahi,” ujar Andi Sumangerukka.

Gubernur juga mengimbau seluruh kepala daerah di 17 kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara agar turut bersinergi dan berperan aktif dalam pembangunan serta perbaikan infrastruktur jalan di wilayah masing-masing, khususnya pada titik-titik rawan kecelakaan lalu lintas.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Sultra, Kombes Pol Argowiyono, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama dalam menekan angka kecelakaan dan fatalitas di jalan raya.

Berdasarkan data Polda Sultra, sepanjang tahun 2025 tercatat 285 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Tenggara, sementara 137 orang mengalami luka berat. Data tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah dan kepolisian untuk mengambil langkah strategis melalui program Sultra Zero Fatality.

“Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang berujung fatalitas, dapat ditekan secara signifikan di seluruh wilayah Sultra,” tutup Kombes Pol Argowiyono. (**)

Continue Reading

Trending