Connect with us

News

Perkuat Pengawasan Berbasis Desa, Imigrasi Kendari Raih Peringkat 1 Pelaporan DBI dan PIMPASA

Published

on

KENDARI, KEMDARI24.COM – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari mencatat prestasi membanggakan dengan meraih Peringkat 1 sebagai Kantor Imigrasi Teraktif dalam Pelaporan Harian Kegiatan Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA).

Pencapaian ini menegaskan komitmen dan dedikasi jajaran Imigrasi Kendari dalam memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis masyarakat dan mendukung kebijakan nasional dalam pencegahan pekerja migran Indonesia non-prosedural serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari, Muhammad Novrian Jaya, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja sama dan kesungguhan seluruh jajaran dalam menjalankan tugas.

“Raihan ini tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas kinerja, tetapi juga motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pengawasan dan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya. Jumat (26/9/2025)

Saat ini, Kantor Imigrasi Kendari telah membentuk 51 Desa Binaan yang dibina secara langsung oleh 6 Petugas PIMPASA (Petugas Imigrasi Pembina Desa). Melalui program ini, Imigrasi Kendari dapat hadir secara langsung di tengah masyarakat, memberikan edukasi tentang tata cara keimigrasian yang benar, serta membantu mencegah praktik pekerja migran non-prosedural dan risiko perdagangan orang. Program ini juga menjadi sarana efektif dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.

Pelaporan harian yang dilakukan secara konsisten oleh jajaran PIMPASA menunjukkan kesungguhan dalam menjalankan fungsi pengawasan dan koordinasi. Capaian ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi keimigrasian, sekaligus menjadi tolok ukur keberhasilan dalam membangun sistem pengawasan yang lebih terintegrasi dan responsif.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari juga menegaskan bahwa penghargaan ini bukan akhir dari upaya yang dilakukan, tetapi menjadi pemacu untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja.

“Harapan kami, prestasi ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga pelayanan publik yang kami berikan semakin profesional, transparan, berintegritas, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Prestasi yang diraih ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi jajaran Imigrasi Kendari, tetapi juga memperlihatkan bahwa upaya mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat melalui Desa Binaan dan peran aktif PIMPASA mampu membawa hasil yang nyata.

Dengan sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan, diharapkan pengawasan keimigrasian dapat berjalan lebih efektif dan pelayanan publik semakin mudah diakses oleh masyarakat di seluruh wilayah kerja Kantor Imigrasi Kendari.(**)

Continue Reading

News

Pakta Integritas Seleksi SIPSS 2026, Kapolda Ingatkan Larangan KKN dan Intervensi

Published

on

By

KENDARI – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara menggelar penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah panitia, peserta, serta orang tua atau wali dalam rangka seleksi penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Dachara Polda Sultra, Kamis (22/1/2026).

Sambutan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara dibacakan oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Sultra, Kombes Pol Arief Fitrianto, Kegiatan tersebut diikuti pejabat utama Polda Sultra, panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, peserta SIPSS, serta orang tua dan wali peserta.

Dalam sambutannya, Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, menegaskan bahwa penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah merupakan bentuk komitmen moral seluruh pihak untuk mewujudkan proses seleksi yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.

Kapolda menekankan seluruh tahapan seleksi harus dilaksanakan sesuai prinsip BETAH, yakni bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Ia meminta panitia seleksi bekerja profesional, objektif, dan berintegritas, serta menghindari segala bentuk penyimpangan, intervensi, maupun praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Kepada para peserta, Kapolda berpesan agar mengikuti seleksi dengan jujur, siap, dan sportif, serta tidak mudah percaya terhadap janji kelulusan dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, kelulusan murni ditentukan oleh kemampuan dan kompetensi masing-masing peserta.

Kapolda juga menilai peran orang tua dan wali sangat penting dalam membentuk karakter calon perwira Polri. Ia mengajak orang tua memberikan dukungan melalui doa, motivasi, serta penanaman nilai kejujuran dan sikap menerima hasil seleksi.

Melalui kegiatan tersebut, Kapolda berharap seluruh pihak memegang teguh komitmen yang telah diikrarkan sehingga seleksi penerimaan SIPSS Tahun Anggaran 2026 di Polda Sulawesi Tenggara dapat berjalan lancar, aman, dan menghasilkan calon perwira Polri yang profesional, berintegritas, serta berkarakter Presisi.(**)

Continue Reading

News

Polda Sultra Gelar Hari Kesadaran Nasional, 462 Personel Terima Satya Lencana

Published

on

By

KENDARI – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Kapolda Sultra) Irjen Pol Didik Agung Widjanarko memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional yang diikuti seluruh personel Polda Sultra di Lapangan Apel Presisi Polda Sultra, Senin (19/1/2026).

Upacara tersebut dihadiri Wakapolda Sultra Brigjen Pol Dr. Gidion Arief Setyawan, Irwasda Kombes Pol Hartoyo, para pejabat utama Polda Sultra, serta seluruh personel.

Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan bahwa Hari Kesadaran Nasional merupakan momentum penguatan komitmen moral insan Bhayangkara dalam mengabdi dan melayani bangsa serta negara. Ia menyoroti sejumlah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang menjadi perhatian publik, di antaranya kejahatan seksual terhadap anak, peredaran narkoba, dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

“Situasi kamtibmas harus terus dievaluasi agar Polri mampu mewujudkan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan publik,” tegas Kapolda.

Selain itu, Kapolda mengingatkan jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam. Ia meminta seluruh satuan kerja memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi dampak bencana.

Kapolda juga menyinggung pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru. Menurutnya, regulasi tersebut menandai babak baru penegakan hukum di Indonesia sehingga seluruh penyidik diminta segera menyesuaikan pelaksanaan tugas dan kewenangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Di akhir amanatnya, Kapolda menekankan pentingnya disiplin dan profesionalisme personel Polri sebagai pondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat.

Dalam rangkaian upacara tersebut, Polda Sultra juga memberikan Tanda Kehormatan Satya Lencana Pengabdian kepada 462 personel. Rinciannya, Satya Lencana Pengabdian 32 Tahun sebanyak 29 personel, 24 Tahun sebanyak 236 personel, 16 Tahun sebanyak 14 personel, dan 8 Tahun sebanyak 183 personel.

Kapolda menyampaikan bahwa pemberian tanda kehormatan merupakan bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian personel yang telah melaksanakan tugas secara profesional dan bertanggung jawab. Ia berharap penghargaan tersebut dapat memotivasi seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja, integritas, dan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolda juga menegaskan komitmen Polda Sultra dalam menerapkan prinsip reward and punishment secara objektif dan berkelanjutan, serta meminta jajaran terkait terus melakukan evaluasi agar hak personel yang memenuhi persyaratan tidak terlewatkan.

Upacara Hari Kesadaran Nasional berlangsung khidmat dan menjadi pengingat bagi seluruh personel Polda Sultra untuk terus menjaga kinerja, integritas, serta pengabdian demi terwujudnya kamtibmas yang aman dan kondusif di Sulawesi Tenggara.(**)

Continue Reading

Kesehatan

Unggul Telak di Kongres Daerah, Hasan Pimpin Persagi Sultra Periode 2025–2029

Published

on

By

Hasan menerima pataka kepengurusan Pergasi Sultra

KENDARI – Hasan resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Sulawesi Tenggara masa bakti 2025–2029. Ia meraih suara terbanyak dalam Kongres Daerah Persagi Sultra dengan perolehan 15 suara. Sabtu (17/1/2025).

Dalam pemilihan tersebut, tiga nama diusulkan sebagai calon ketua. Prof. Wa Ode Salma memperoleh 4 suara, Wiralis meraih 3 suara, sementara Hasan unggul dengan 15 suara. Total suara berasal dari 5 suara pengurus DPD dan 17 suara pengurus DPC kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.

Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Hasan menyatakan kesiapannya melanjutkan perjuangan dalam menjaga marwah profesi ahli gizi serta memastikan Persagi terus memberi manfaat bagi anggota maupun masyarakat luas.

“Proses kongres telah kita lalui dengan berbagai dinamika dan perbedaan pandangan. Namun hari ini yang tersisa hanyalah satu tujuan bersama, yakni Persagi yang lebih kuat, lebih profesional, dan lebih berdampak,” ujar Hasan.

Ia menegaskan bahwa pascakongres tidak ada lagi sekat perbedaan di tubuh organisasi. Seluruh anggota, menurutnya, merupakan satu kesatuan dalam keluarga besar Persagi Sulawesi Tenggara.

“Tidak ada lagi kami atau mereka. Yang ada hanyalah kita, keluarga besar Persagi Sulawesi Tenggara,” tegasnya.

Hasan juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus DPD Persagi Sultra periode sebelumnya atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan.

“Jejak pengabdian yang telah ditorehkan menjadi fondasi yang kokoh bagi kami untuk melangkah lebih jauh. Tugas kami bukan memulai dari nol, tetapi melanjutkan, memperbaiki, dan menguatkan,” ungkapnya.

Menghadapi masa kepengurusan ke depan, Hasan menilai tantangan persoalan gizi akan semakin kompleks, mulai dari isu ketahanan pangan hingga tuntutan profesionalisme di era transformasi digital. Menurutnya, peran ahli gizi menjadi semakin strategis dalam menjawab tantangan tersebut.

Pascakongres, Hasan menyatakan siap segera menyusun struktur kepengurusan DPD Persagi Sultra periode 2025–2029 serta mempersiapkan pelaksanaan rapat kerja daerah sebagai langkah awal penyusunan program kerja organisasi ke depan.(**)

Continue Reading

Trending