Connect with us

Olah Raga

Marvin Villopoto Lawoliyo jajal Motocross 65 cc

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam.

Published

on

Photo: Shutterstock

Marvin Villopoto Lawoliyo bersama tunggangan motocross 65 cc

Deru suara mesin motor 65 cc pagi hari mulai terdengar di sekitar arena sirkuit JP Academy, sabtu (10/2/19).

salah satu penunggung kuda besi itu, merupakan putra darah Kendari Sulawesi Tenggara, Marvin Villipoto Lawoliyo yang masih berusia 10 tahun dan tercatat sebagai siswa SD MI Maarif, Sukodadi, Lamongan.

Marvin merupakan salah seorang siswa Legenda motocross Indonesia Johny Pranata, yang saat ini membuka sekolah khusus motocross JP Academy.

sebagai juara umum seri Kratingdaeng Supercrosser 2018 di kelas special engine 50 cc, sekaligus runner up di kelas yang sama di seri kejuaraan nasional (kejurnas) region II tahun 2018, tahun ini Marvin akan menunggangi kuda besi di kelas 65cc novice.

Di JP Academy, Marvin menjadi salah seorang croser cilik yang berprestasi pada tahun 2018 lalu, dimana marvin mampu meraih sebagai juara umum seri Kratingdaeng Supercrosser 2018 kelas special engine 50 cc, sekaligus runner up di kelas yang sama di putaran seri kejurnas region II tahun 2018.

Pemilik JP Academi sekaligus pelatih Marvin, Johny Pranata mengatakan prestasi marvin ini merupakan salah satu jalan untuk mempertahankan posisinya pada musim ini, sebab musim 2019 ini marvin sudah naik di kelas 65cc novice.

“Tahun ini marvin sudah naik di kelas 65cc, rutinitas latihan untuk menguasai motor 65 cc terus dimantapkan”, ungkapnya di sirkuit JP academy.

Lanjut Legenda motocross Indonesia, menghadapi musim ini, dalam latihan marvin bersama sejumlah croser cilik lain yang berada di JP Academy, memperlihatkan kemajuan yang pesat.

“Perkembangan marvin di kelas ini Sudan sangat cepat, smoga tahun ini mampu menoreh prestasi lagi, lugasnya.

Sementara itu, assiten Marvin, Medy MX mengungkapkan, selama dalam latihan marvin menunjukkan perkembangan permainan yang cukup baik, dan rencananya pada akhir februari ini, Marvin akan menjajal sirkuit Alas Marilan, pada seri kejuaraan daerah (Kejurda) di Blitar, Jawa Timur.

“Kejuaraan pertama di kelas 65cc tahun ini, Marvin akan ikut kejurda di Blitar, pada 23 februari mendatang”, ungkapnya.

Putra pasangan Victor Lawoliyo dan Yulia Santi ini mengatakan, meski baru pertama kali mengikuti kejuaraan di kelas 65cc, namun Marvin yakin, dengan kemampuan dan pengalaman bertanding pada kelas 50cc lalu, akan mampu meraih hasil yang maksimal.

“Dengan terus latihan, meski baru pada kelas 65cc novice, saya yakin mampu meraih hasil maksimal pada kejurda nanti”, harapnya.

Continue Reading

Olah Raga

SSB CISC Kendari Rebut Gelar Juara U-12 Se-Sultra

Published

on

By

KENDARI24.COM — Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) CISC Kendari berhasil meraih gelar juara pertama kategori U-12 dalam turnamen sepak bola usia dini se-Sulawesi Tenggara yang digelar di Pomala, Kabupaten Kolaka, Minggu (5/4/2026).

CISC Kendari tampil impresif sejak babak penyisihan dengan permainan kolektif dan menyerang. Konsistensi tersebut berlanjut hingga partai final saat menghadapi SSB AS10 Konawe.

Pada laga puncak, kedua tim bermain ketat dan harus puas dengan skor imbang 1-1 di waktu normal. Pertandingan kemudian dilanjutkan ke babak adu penalti, di mana CISC Kendari berhasil memastikan kemenangan dengan skor 2-1.

Kemenangan tersebut disambut antusias oleh para orang tua pemain dan jajaran manajemen yang turut hadir memberikan dukungan langsung di lapangan.

Pelatih SSB CISC Kendari, Fendi, mengapresiasi kerja keras para pemain yang mampu tampil disiplin dan percaya diri sepanjang turnamen.

“Anak-anak bermain dengan semangat dan kerja sama yang baik. Ini hasil dari latihan dan komitmen mereka selama ini,” ujarnya.

Dengan hasil ini, CISC Kendari kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu pembina talenta muda sepak bola di Sulawesi Tenggara yang mampu bersaing di level regional.(**)

Continue Reading

Olah Raga

Didukung 10 Pengcab, Martin Effendi Patulak Nahkodai PODSI Sultra

Published

on

By

KENDARI24.COM — Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sulawesi Tenggara tahun 2026 menetapkan Martin Effendi Patulak sebagai Ketua Umum PODSI Sultra masa bakti 2026–2030.

Penetapan tersebut dilakukan secara aklamasi dalam Musprov yang digelar di salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu (7/3/2026).

Martin Effendi Patulak terpilih setelah memperoleh dukungan dari 10 pengurus cabang (Pengcab) PODSI dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

Usai ditetapkan sebagai ketua umum, Martin menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi olahraga dayung di daerah tersebut selama empat tahun ke depan.

Menurutnya, Musprov merupakan forum resmi organisasi untuk menentukan kepemimpinan baru PODSI Sultra yang diikuti seluruh pengurus cabang.

“Saya diberi mandat untuk menjadi ketua umum bersama tiga orang tim formatur yang akan mendampingi dalam menyusun struktur kepengurusan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Martin juga diberi mandat untuk membentuk struktur kepengurusan baru yang akan dibantu oleh tiga orang tim formatur.

Ia berharap kepengurusan yang segera terbentuk dapat membawa cabang olahraga dayung Sulawesi Tenggara kembali berprestasi di berbagai ajang olahraga.

Martin menargetkan PODSI Sultra mampu kembali menyumbangkan medali bagi daerah pada ajang nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) serta ke depan dapat bersaing di tingkat internasional seperti Asian Games.

“Kita berharap PODSI ini kembali berjaya dan mampu memberikan kontribusi medali bagi daerah pada ajang PON maupun ke depan di level internasional,” katanya.

Setelah struktur kepengurusan rampung, pengurus baru berencana menggelar rapat kerja untuk merumuskan program pembinaan atlet sekaligus menyiapkan strategi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.

Menurut Martin, cabang olahraga dayung diharapkan menjadi salah satu penyumbang medali utama bagi Sulawesi Tenggara pada ajang tersebut.

“Setelah struktur terbentuk, kami akan melaksanakan rapat kerja untuk menyusun langkah-langkah pembinaan atlet sekaligus menyukseskan pelaksanaan Porprov,” pungkasnya.(**)

Continue Reading

Olah Raga

Rajab Jinik Tutup Kejurda Pencak Silat Perisai Putih, Tekankan Pembinaan Atlet Sejak Dini

Published

on

By

KENDARI24.COM — Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Kendari, Laode Muhammad Rajab Jinik, secara resmi menutup Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Perguruan PSN Perisai Putih Sulawesi Tenggara di Aula Kehutanan Sultra, Minggu (15/2/2026).

Penutupan berlangsung penuh semangat, ditandai dengan pemberian penghargaan kepada para pesilat yang berhasil meraih juara. LM Rajab Jinik menyampaikan apresiasi atas konsistensi PSN Perisai Putih Sultra dalam menggelar kejuaraan sebagai bagian dari pembinaan atlet secara berkelanjutan.

“Kami dari KONI Kota Kendari sangat mengapresiasi pelaksanaan Kejurda ini. Event seperti ini penting untuk menjaring dan membina atlet-atlet potensial sejak usia dini,” ujarnya.

Menurutnya, kejuaraan daerah bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang pembentukan karakter generasi muda. Ia menilai pencak silat memiliki peran strategis dalam membangun disiplin, mental tanding, serta sportivitas atlet.

“Kami berharap dari kejuaraan ini lahir pesilat-pesilat yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional. KONI akan terus mendukung pembinaan atlet di Kota Kendari,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PSN Perisai Putih Sultra, Alimin, mengatakan Kejurda tersebut merupakan bagian dari strategi pembinaan berjenjang yang selama ini dijalankan perguruan. Ia menyebut Perisai Putih telah melahirkan sejumlah atlet yang sukses mengharumkan nama Sulawesi Tenggara di level nasional.

“Kejurda ini bertujuan meningkatkan pembinaan atlet berprestasi di cabang olahraga pencak silat. Kami sudah banyak melahirkan pesilat yang membawa nama baik Sultra,” jelasnya.

Alimin mencontohkan sejumlah atlet yang pernah menyumbang medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional, seperti Adam Malik, Hendra Alimin, dan Rikki Aris Munandar.

“Medali perak di PON menjadi bukti bahwa pembinaan yang konsisten akan membuahkan hasil,” tandasnya.

Kejurda ini diharapkan menjadi momentum penguatan pembinaan atlet pencak silat di Sultra, sekaligus memperluas ruang kompetisi bagi generasi muda untuk terus berkembang dan berprestasi.

Continue Reading

Trending