Connect with us

Olah Raga

KONI Sultra Bentuk Tim Penjaringan Calon Ketua Periode 2025-2029

Published

on

Ketua TPP La Sawali saat memberikan keterangan pers

KENDARI, KENDARI24.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah membentuk Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Bakal Calon Ketua KONI Sultra periode 2025-2029. Keputusan ini dihasilkan dalam rapat konsolidasi anggota KONI Sultra di Kendari pada Kamis (17/7/2025) malam.

Tim yang beranggotakan lima orang ini diketuai oleh La Sawali, dengan tugas menyusun persyaratan, tata cara penjaringan, serta mensosialisasikan proses pencalonan kepada masyarakat. Kelima TPP yakni La Sawali, Junaidin Umar, Prof. Ruslin, La Ode Daerah Hidayat dan Rasman Saputra.

Ketua TPP, Sawali, menyatakan bahwa pendaftaran bakal calon Ketua KONI Sultra dibuka untuk semua warga Sultra yang memenuhi kriteria. Formulir pendaftaran dapat diperoleh dari KONI Kabupaten/Kota serta pengurus cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI Sultra.

Pendaftaran akan berlangsung dari 18 hingga 23 Juli 2025, dipercepat untuk memenuhi tenggat waktu Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) pada akhir Juli 2025, sesuai Surat Keputusan (SK) KONI Pusat Nomor 87 Tahun 2025.

“Percepatan ini juga mempertimbangkan pembahasan anggaran DPRD Sultra pada Agustus 2025. Kami harus bergerak cepat untuk memastikan kelancaran Musorprovlub dan agenda KONI Sultra tahun ini,” ujar La Sawali, Jumat (17/7/2025).

La Sawali menegaskan, TPP akan bekerja transparan dan profesional untuk memastikan proses penjaringan menghasilkan calon pemimpin yang mampu membawa KONI Sultra ke arah yang lebih baik.

Musorprovlub yang dijadwalkan pada 27 Juli 2025 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kepengurusan dan pembinaan olahraga di Sulawesi Tenggara.

TPP juga telah menetapkan 13 syarat bakal calon Ketua KONI Sultra sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI, di antaranya:

1. Memenuhi kriteria sebagai Ketua Umum KONI Sultra sesuai AD/ART.
2. Warga Negara Indonesia.
3. Bersedia mematuhi AD/ART KONI melalui formulir resmi TPP.
4. Mampu melakukan terobosan penggalangan dana untuk pembinaan olahraga dan kerja sama dengan Pemda.
5. Tidak sedang menjalani proses atau hukuman pidana, dibuktikan dengan SKCK.
6. Sehat jasmani, dibuktikan dengan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah.
7. Bebas narkoba, dibuktikan dengan surat dari BNN/BNP.
8. Menyampaikan riwayat hidup terkait pekerjaan, organisasi, dan pendidikan minimal SLTA.
9. Berdomisili di Sultra (KTP Sultra) dan bersedia menyediakan waktu untuk administrasi organisasi.
10. Mengajukan kesediaan tertulis sebagai calon Ketua Umum melalui formulir TPP.
11. Jika ASN/TNI/Polri, wajib mendapat izin tertulis dari atasan langsung.
12. Mendapat dukungan tertulis dari minimal 30% (6) KONI Kabupaten/Kota dan 30% (26) Pengprov cabor, terhitung sejak 17 Juli hingga 24 Juli 2025.
13. Wajib hadir dan mempresentasikan visi-misi pada Musorprovlub 2025.(**)

Olah Raga

SSB CISC Kendari Rebut Gelar Juara U-12 Se-Sultra

Published

on

By

KENDARI24.COM — Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) CISC Kendari berhasil meraih gelar juara pertama kategori U-12 dalam turnamen sepak bola usia dini se-Sulawesi Tenggara yang digelar di Pomala, Kabupaten Kolaka, Minggu (5/4/2026).

CISC Kendari tampil impresif sejak babak penyisihan dengan permainan kolektif dan menyerang. Konsistensi tersebut berlanjut hingga partai final saat menghadapi SSB AS10 Konawe.

Pada laga puncak, kedua tim bermain ketat dan harus puas dengan skor imbang 1-1 di waktu normal. Pertandingan kemudian dilanjutkan ke babak adu penalti, di mana CISC Kendari berhasil memastikan kemenangan dengan skor 2-1.

Kemenangan tersebut disambut antusias oleh para orang tua pemain dan jajaran manajemen yang turut hadir memberikan dukungan langsung di lapangan.

Pelatih SSB CISC Kendari, Fendi, mengapresiasi kerja keras para pemain yang mampu tampil disiplin dan percaya diri sepanjang turnamen.

“Anak-anak bermain dengan semangat dan kerja sama yang baik. Ini hasil dari latihan dan komitmen mereka selama ini,” ujarnya.

Dengan hasil ini, CISC Kendari kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu pembina talenta muda sepak bola di Sulawesi Tenggara yang mampu bersaing di level regional.(**)

Continue Reading

Olah Raga

Didukung 10 Pengcab, Martin Effendi Patulak Nahkodai PODSI Sultra

Published

on

By

KENDARI24.COM — Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sulawesi Tenggara tahun 2026 menetapkan Martin Effendi Patulak sebagai Ketua Umum PODSI Sultra masa bakti 2026–2030.

Penetapan tersebut dilakukan secara aklamasi dalam Musprov yang digelar di salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu (7/3/2026).

Martin Effendi Patulak terpilih setelah memperoleh dukungan dari 10 pengurus cabang (Pengcab) PODSI dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

Usai ditetapkan sebagai ketua umum, Martin menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi olahraga dayung di daerah tersebut selama empat tahun ke depan.

Menurutnya, Musprov merupakan forum resmi organisasi untuk menentukan kepemimpinan baru PODSI Sultra yang diikuti seluruh pengurus cabang.

“Saya diberi mandat untuk menjadi ketua umum bersama tiga orang tim formatur yang akan mendampingi dalam menyusun struktur kepengurusan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Martin juga diberi mandat untuk membentuk struktur kepengurusan baru yang akan dibantu oleh tiga orang tim formatur.

Ia berharap kepengurusan yang segera terbentuk dapat membawa cabang olahraga dayung Sulawesi Tenggara kembali berprestasi di berbagai ajang olahraga.

Martin menargetkan PODSI Sultra mampu kembali menyumbangkan medali bagi daerah pada ajang nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) serta ke depan dapat bersaing di tingkat internasional seperti Asian Games.

“Kita berharap PODSI ini kembali berjaya dan mampu memberikan kontribusi medali bagi daerah pada ajang PON maupun ke depan di level internasional,” katanya.

Setelah struktur kepengurusan rampung, pengurus baru berencana menggelar rapat kerja untuk merumuskan program pembinaan atlet sekaligus menyiapkan strategi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.

Menurut Martin, cabang olahraga dayung diharapkan menjadi salah satu penyumbang medali utama bagi Sulawesi Tenggara pada ajang tersebut.

“Setelah struktur terbentuk, kami akan melaksanakan rapat kerja untuk menyusun langkah-langkah pembinaan atlet sekaligus menyukseskan pelaksanaan Porprov,” pungkasnya.(**)

Continue Reading

Olah Raga

Rajab Jinik Tutup Kejurda Pencak Silat Perisai Putih, Tekankan Pembinaan Atlet Sejak Dini

Published

on

By

KENDARI24.COM — Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Kendari, Laode Muhammad Rajab Jinik, secara resmi menutup Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Perguruan PSN Perisai Putih Sulawesi Tenggara di Aula Kehutanan Sultra, Minggu (15/2/2026).

Penutupan berlangsung penuh semangat, ditandai dengan pemberian penghargaan kepada para pesilat yang berhasil meraih juara. LM Rajab Jinik menyampaikan apresiasi atas konsistensi PSN Perisai Putih Sultra dalam menggelar kejuaraan sebagai bagian dari pembinaan atlet secara berkelanjutan.

“Kami dari KONI Kota Kendari sangat mengapresiasi pelaksanaan Kejurda ini. Event seperti ini penting untuk menjaring dan membina atlet-atlet potensial sejak usia dini,” ujarnya.

Menurutnya, kejuaraan daerah bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang pembentukan karakter generasi muda. Ia menilai pencak silat memiliki peran strategis dalam membangun disiplin, mental tanding, serta sportivitas atlet.

“Kami berharap dari kejuaraan ini lahir pesilat-pesilat yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional. KONI akan terus mendukung pembinaan atlet di Kota Kendari,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PSN Perisai Putih Sultra, Alimin, mengatakan Kejurda tersebut merupakan bagian dari strategi pembinaan berjenjang yang selama ini dijalankan perguruan. Ia menyebut Perisai Putih telah melahirkan sejumlah atlet yang sukses mengharumkan nama Sulawesi Tenggara di level nasional.

“Kejurda ini bertujuan meningkatkan pembinaan atlet berprestasi di cabang olahraga pencak silat. Kami sudah banyak melahirkan pesilat yang membawa nama baik Sultra,” jelasnya.

Alimin mencontohkan sejumlah atlet yang pernah menyumbang medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional, seperti Adam Malik, Hendra Alimin, dan Rikki Aris Munandar.

“Medali perak di PON menjadi bukti bahwa pembinaan yang konsisten akan membuahkan hasil,” tandasnya.

Kejurda ini diharapkan menjadi momentum penguatan pembinaan atlet pencak silat di Sultra, sekaligus memperluas ruang kompetisi bagi generasi muda untuk terus berkembang dan berprestasi.

Continue Reading

Trending