Connect with us

News

Kalau Bersih Kenapa Risih, Demo Jurnalis Copot Dirut Bank Sultra Di Kantor Gubernur Berakhir Bentrok

Published

on

Satpol PP memaksa merebut Poster Atribut unjuk rasa Jurnalis di Kantor gubernur Sultra

KENDARI, Unjuk rasa puluhan jurnalis yang tergabung dalam forum bersama (Forbes) IJTI Sultra dan AJI Kendari di kantor gubernur Sulawesi Tenggara berlangsung ricuh.  Kamis (9/11/2023).

Kericuhan terjadi saat Kasat Pol PP memaksa mengambil atribut demonstrasi dan melarang untuk dibentangkan di Kantor Gubernur.

Aksi ini membuat puluhan jurnalis marah dan bentrok dengan personel satpol PP sebab poster yang dibawa oleh massa merupakan perangkat aksi unjuk rasa damai.

Koordinator Divisi Hukum dan advokasi AJI Kendari La ode Kasman Angkosono mengatakan Forbes jurnalis sulawesi tenggara berunjuk rasa menuntut pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto mencopot jabatan direktur bank sultra (BPD) karena telah menghalang-halangi kerja-kerja jurnalis saat hendak dikonfirmasi terkait dugaan tindak pidana korupsi di bank plat merah tersebut.

“ini aksi solidaritas atas upaya menghalangi-halangi kerja jurnalis oleh manajemen Bank Sultra,” ujar Kasman.

Kecewa tidak ditemui oleh Pj Gubernur massa pun menarik diri. Meski Sekda Sultra Asrun Lio telah siap menemui pada jurnalis namun mereka memutuskan untuk tidak berdiskusi sebab Sekda tidak bisa mengambil keputusan terkait jabatan dirut bank Sultra.

“Kedatangan kami untuk bertemu langsung dengan PJ Gubernur namun karena mungkin tidak ada kesempatan jadi kami memutuskan untuk pulang sebab Sekda tidak bisa mengambil keputusan soal Dirut Bank Sultra,” ungkap Kasman.

Sebelumnya para jurnalis ini juga berunjuk rasa di kantor pusat bank Sultra namun karena tidak juga ditemui Direktur Utama Abdul Latif massa pun bergerak ke kantor Gubernur Sulawesi Tenggara.

Pada saat membubarkan diri, Abdul latif baru bersedia mau menerima jurnalis namun karena kecewa para kuli tinta ini pun meninggalkan Dirut bank Sultra tanpa kata.

Kordiv Hukum dan Advokasi IJTI Sultra, Fadli Aksar menjelaskan, demonstrasi dilakukan terhadap manajemen Bank Sultra, karena tindakan humas yang juga divisi sekretaris bernama Nurhuma menghalang-halangi tugas jurnalis.

Pasalnya, Nurhuma menyerahkan formulir dan melakukan profiling serta meminta data pribadi ketika jurnalis MNC TV, Mukhtarudin untuk melakukan konfirmasi terkait adanya dugaan korupsi di tubuh bank plat merah tersebut.

“Bagi kami itu merupakan tindakan penghalangan-halangan dalam mencari informasi, melakukan klarifikasi yang membuat tugas jurnalis terhambat untuk membuat karya jurnalistik,” ujar Fadli.

Fadli menegaskan tindakan menghalang-halangi tugas jurnalis yang dilakukan manajemen Bank Sultra bisa berujung pidana. Sebab, menghambat kerja wartawan mencari informasi melanggar Pasal 18 Ayat 1 UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.

“Siapapun yang melanggar pasal itu terancam pidana penjara paling singkat 2 tahun dan denda Rp500 juta sebagai yang termuat dalam pasal 4 ayat 2 dan pasal 3,” tandasnya.

Tak hanya melakukan demonstrasi, Forbes Jurnalis Kendari juga berencana akan membawa kasus ini ke Polda Sultra, Ombudsman dan Komisi Informasi Publik dengan melaporkan manajemen Bank Sultra.

News

Tabrak Truk Tangki, Tiga korban Rombongan Safari Ramadan Pemprov Sultra Alami Luka Serius

Published

on

By

KENDARI24.COM — Kepolisian Resor (Polres) Buton mengungkap kronologi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sejumlah kendaraan dengan sebuah truk tangki BBM di Jalan Poros Kapontori, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 11.30 Wita.

Kasat Lantas Polres Buton, Muhammad Arifudin, mengatakan kendaraan yang terlibat dalam insiden tersebut merupakan rombongan mobil dinas milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang sedang dalam perjalanan menuju Kota Baubau.

Menurut Arifudin, kecelakaan bermula saat rombongan kendaraan melintas di sebuah tikungan di ruas jalan tersebut. Kendaraan paling depan, Toyota Rush berwarna hitam, tiba-tiba keluar jalur ke arah kanan. Pada saat bersamaan, kendaraan Mitsubishi Pajero yang berada tepat di belakangnya juga ikut bergerak keluar jalur.

Di waktu yang sama, dari arah berlawanan datang sebuah truk tangki BBM dengan kecepatan cukup tinggi.

“Diduga pengemudi Toyota Rush kehilangan kendali sehingga menabrak truk tangki tersebut. Pajero yang berada di belakang tidak sempat menghindar sehingga turut menabrak kendaraan di depannya,” ujar Arifudin.

Akibat kecelakaan tersebut, sejumlah penumpang dari kendaraan Toyota Rush dan Pajero mengalami luka-luka. Para korban sempat mendapatkan penanganan awal di puskesmas terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Siloam Baubau karena kondisi luka yang cukup serius.

Berdasarkan data kepolisian, terdapat tiga korban yang mengalami luka berat, masing-masing terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki. Sementara pengemudi Toyota Rush dan Mitsubishi Pajero dilaporkan tidak mengalami luka dalam peristiwa tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, rombongan kendaraan dinas tersebut diketahui tengah menuju Kota Baubau untuk menghadiri kegiatan Safari Ramadan yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penanganan lebih lanjut serta penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut.(**)

Continue Reading

News

Dua Mobil Pejabat Pemprov Sultra Kecelakaan Beruntun di Buton saat Menuju Safari Ramadan

Published

on

By

KENDARI24.COM — Kecelakaan beruntun menyebabkan dua kendaraan dinas milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara rinsek di Desa Kamelanta, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton, Kamis (5/3/2026).

Informasi yang dihimpun menyebutkan kendaraan yang terlibat merupakan mobil operasional milik Kepala Dinas Pariwisata Sultra dan Kepala Dinas Perpustakaan Sultra serta satu unit mobil tangki bbm.

Peristiwa tersebut terjadi saat rombongan pejabat Pemprov Sultra sedang dalam perjalanan menuju Kota Baubau untuk mengikuti kegiatan Safari Ramadan yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kabar kecelakaan itu pertama kali beredar melalui sejumlah pesan di grup WhatsApp yang juga diteruskan oleh beberapa pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sultra. Dalam pesan tersebut disebutkan insiden terjadi di wilayah Kecamatan Kapontori.

Dalam laporan singkat yang beredar, salah seorang pejabat menyampaikan informasi tersebut kepada Sekretaris Daerah Sultra. Disebutkan bahwa mobil dinas milik Dinas Perpustakaan mengalami kerusakan cukup parah akibat tabrakan.

Sementara itu, kendaraan dinas milik Dinas Pariwisata Sultra juga terlibat dalam kecelakaan beruntun dengan kondisi bagian depan mobil mengalami kerusakan.

Dalam video yang beredar 2 mobil pejabat pemprov Sultra itu rinsek sementara sebuah mobil tangki bbm terguling berlawan arah.

Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Ridwan Badallah, dalam sebuah video yang beredar memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun beberapa korban yang terlibat kecelakaan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

“Mobil saya parah, hanya kap depannya. Saya terbentur sedikit di bagian dagu, agak sakit, dan kaki saya lecet sedikit. Tapi alhamdulillah badan saya selamat, tidak apa-apa,” ujar Ridwan dalam video tersebut.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kecelakaan beruntun tersebut. Pihak terkait masih melakukan penanganan terhadap para korban serta kendaraan yang mengalami kerusakan.(**)

Continue Reading

News

Hadapi Arus Mudik Lebaran, Polda Sultra Satukan Kesiapan Lintas Instansi

Published

on

By

KENDARI24.COM — Polda Sulawesi Tenggara menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka kesiapan pelayanan Idul Fitri 1447 Hijriah, Kamis (5/3/2026), di Aula Dachara Polda Sultra. Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam menghadapi arus mudik dan perayaan Idul Fitri 2026.

Rakor dibuka langsung oleh Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko. Turut hadir Wakapolda Sultra Brigjen Pol Dr Gidion Arief Setyawan, Irwasda Polda Sultra Kombes Pol Hartoyo, para pejabat utama Polda Sultra, serta para Kapolres dan Kapolresta jajaran yang mengikuti secara virtual melalui zoom meeting.

Selain itu, rakor juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra, di antaranya perwakilan Gubernur Sultra, Ketua DPRD Sultra, Danrem 143/Halu Oleo, Danlanud Halu Oleo, Danlanal Kendari, Kepala Basarnas, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, BMKG, serta instansi terkait lainnya.

Dalam arahannya, Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko mengatakan bahwa rakor lintas sektoral tersebut merupakan tindak lanjut dari koordinasi di tingkat nasional guna memastikan kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat selama perayaan Idul Fitri.

“Polri, khususnya di wilayah hukum Polda Sultra, akan menggelar Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi Ketupat Anoa 2026. Operasi ini merupakan bagian dari operasi serentak yang dilaksanakan secara nasional dalam rangka pengamanan Idul Fitri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, fokus utama operasi tersebut meliputi penciptaan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, pengamanan arus mudik dan arus balik, serta menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

Selain itu, operasi tersebut juga bertujuan menekan angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas selama periode perayaan Idul Fitri.

Dalam rakor tersebut juga dibahas sejumlah aspek pendukung lainnya, seperti kesiapan transportasi dan jalur jalan, kesiapan armada laut, ketersediaan dan distribusi bahan pokok, pengendalian harga, serta pemantauan dan antisipasi terhadap kondisi cuaca.

Melalui koordinasi lintas sektoral antara Polri, TNI, pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait, diharapkan seluruh potensi gangguan selama Ramadan hingga Idul Fitri dapat diantisipasi sejak dini sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman.

Continue Reading

Trending