Connect with us

Ragam

Jaringan Sabu di Sekitar Kampus UHO Terbongkar, Polisi Sita 203,74 Gram dan Tangkap Tiga Orang

Published

on

KENDARI24.COM — Tim 1 Unit 1 Subdit 3 Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tenggara mengungkap peredaran narkotika golongan I jenis sabu seberat bruto 203,74 gram di Kota Kendari, Rabu (18/2/2026). Dalam operasi tersebut, tiga tersangka berinisial AR (25), AJ (34), dan Y berhasil diamankan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sultra, Amri Yudhy Syamsualam Rama Wispha, menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika di sekitar kawasan Universitas Halu Oleo.

Menindaklanjuti laporan itu, tim opsnal melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi sebuah rumah di Perumahan Kota Praja, Kelurahan Padaleu, Kecamatan Kambu, sebagai lokasi yang diduga menjadi titik transaksi.

Sekitar pukul 11.20 WITA, petugas melakukan penggerebekan dan mengamankan tersangka AR. Dari tangan AR, polisi menemukan satu saset sabu dan satu unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dalam transaksi.

“Dari hasil interogasi awal, AR mengaku memperoleh sabu atas perintah seseorang berinisial U yang diduga berperan sebagai pengendali jaringan. Tim kemudian melakukan pengembangan dengan metode control delivery setelah mendapat informasi adanya pengiriman sabu dalam jumlah lebih besar,” jelas Amri.

Pengembangan tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 14.00 WITA, petugas kembali melakukan penindakan dan mengamankan tersangka Y yang datang menggunakan sepeda motor. Dalam penggeledahan yang disaksikan aparat setempat, polisi menemukan empat saset sabu dengan berat sekitar 200 gram yang disimpan dalam tas selempang di bagasi kendaraan.

Selain sabu, penyidik turut menyita barang bukti lain berupa empat unit telepon genggam, tas selempang, karet gelang, tisu pembungkus, pakaian, serta satu unit sepeda motor yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran.

Ketiga tersangka langsung dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Sultra untuk menjalani pemeriksaan intensif. Berdasarkan hasil penyidikan sementara, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda dalam jaringan yang sama, mulai dari pengendali, penyimpan, hingga pengedar sabu di wilayah Kota Kendari dan sekitarnya.

Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.

Penyidik juga masih mendalami dugaan aliran transaksi keuangan hasil peredaran narkotika, termasuk indikasi penggunaan sistem gadai kendaraan sebagai modus penyamaran keuntungan ilegal.(**)

Continue Reading

Ragam

Kolaborasi Pemuda Lokal dan CNI Cetak Kreator Digital di Kolaka

Published

on

By

Syamsuriadi, Ketua Forum Pemuda Kecamatan Wolo

KENDARI24.COM – Forum Pemuda Kecamatan Wolo berkolaborasi dengan PT Ceria Nugraha Indotama menggelar kegiatan Wolo Digital Creative Movement dengan tema Pemberdayaan Pemuda di Wilayah Lingkar Tambang melalui Inovasi Kreativitas Digital dan Penguatan Edukasi Sosial Berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan di Islamic Centre Kecamatan Wolo, Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas generasi muda di wilayah lingkar tambang melalui penguatan keterampilan digital, kreativitas konten, serta literasi media sosial yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri kreatif saat ini.

Program Digital Creative Movement dirancang sebagai inisiatif peningkatan kapasitas di bidang content creation, desain grafis, dan personal branding. Para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga praktik langsung dalam membangun identitas digital, menciptakan konten kreatif bernilai ekonomi, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana produktif yang membuka peluang usaha baru.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari literasi digital dasar, teknik produksi konten visual dan audio visual, strategi pengelolaan media sosial, pembentukan karakter, hingga etika bermedia digital. Program ini juga menghadirkan sesi diskusi interaktif, studi kasus, workshop praktik pembuatan konten, serta pendampingan langsung dari pemateri dan praktisi industri kreatif digital.

Ratusan peserta yang terdiri dari pelajar SMA, mahasiswa, serta pemuda dari wilayah lingkar tambang menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Antusiasme terlihat pada sesi praktik langsung dan tantangan kreatif yang mendorong peserta berkolaborasi menghasilkan karya digital. Kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran gagasan serta memperluas jejaring antar pemuda.

Ketua Forum Pemuda Kecamatan Wolo, Syamsuriadi, mengatakan program ini lahir dari visi bersama antara perusahaan dan pemuda lokal untuk mendorong generasi muda menjadi lebih adaptif, produktif, dan kompetitif di era teknologi.

“Kami merasakan bahwa kehadiran Ceria telah membuka pintu kesempatan bagi pemuda untuk belajar dan berkembang, termasuk melalui akses terhadap program peningkatan kapasitas seperti pelatihan dan pemberdayaan,” katanya.

Sementara itu, General Manager Site Operations PT Ceria Nugraha Indotama, Wahyu Maradona, menegaskan pentingnya peran pemuda di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, transformasi digital tidak hanya soal adopsi teknologi, tetapi juga perubahan pola pikir, cara kerja, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

“ Ceria berkomitmen untuk terus mendukung berbagai inisiatif dan pengembangan potensi pemuda agar mampu tumbuh menjadi kreator, inovator, dan agen perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Kecamatan Wolo, Taslim Muthalib, menyampaikan apresiasi atas kontribusi perusahaan dalam memperkuat kapasitas pemuda di daerah. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperluas akses pembelajaran berbasis keterampilan adaptif.

“ Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan pemuda lokal mampu menghasilkan dampak positif jangka panjang,” jelasnya.

Program Wolo Digital Creative Movement diharapkan menjadi ruang belajar, wadah kolaborasi, sekaligus lingkungan bertumbuh bagi pemuda di wilayah lingkar tambang. Melalui pelaksanaan program PPM yang terarah, partisipatif, dan berkelanjutan, perusahaan terus berupaya menghadirkan inisiatif yang mampu meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan daya saing masyarakat lokal, khususnya pemuda sebagai motor penggerak pembangunan daerah di era transformasi digital. (**)

Continue Reading

Ragam

Siapkan Ramadan Penuh Berkah, Warga Graha Asri Bersih-bersih Masjid dan Susun Program Keagamaan

Published

on

By

KENDARI24.COM — Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, warga Graha Asri, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar kerja bakti membersihkan Masjid Raudatussholihin, Minggu (8/2/2026).

Kegiatan gotong royong tersebut diikuti oleh warga sekitar, pengurus masjid, serta tokoh masyarakat setempat. Mereka bersama-sama membersihkan bagian dalam dan luar masjid, mulai dari ruang salat, halaman, hingga fasilitas penunjang lainnya, agar nyaman digunakan selama Ramadan.

Ketua RW 07 Graha Asri, Arif Gani Yaparto, mengatakan bahwa kerja bakti ini menjadi bentuk kebersamaan warga dalam mempersiapkan diri menyambut bulan penuh berkah.

“Selain gotong royong membersihkan masjid, pengurus masjid juga mengadakan pertemuan bersama untuk membahas program dan kegiatan selama bulan Ramadan,” ujar Arif.

Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Raudattushalihin, Hajar Aswad, menjelaskan bahwa selama Ramadan akan digelar berbagai kegiatan keagamaan untuk memakmurkan masjid dan meningkatkan spiritualitas warga.

“Dalam bulan suci Ramadan, kami akan mengadakan sejumlah kegiatan seperti lomba Nuzulul Quran, tadarus Al-Qur’an, serta kajian majelis taklim,” kata Hajar.

Ia juga mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan Ramadan dengan kegiatan positif serta aktif memakmurkan masjid. Hajar berharap anak-anak dan remaja juga ikut meramaikan masjid dengan tetap menjaga ketertiban dan adab selama beribadah.

“Kami berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum kebersamaan, peningkatan iman, serta kepedulian sosial di lingkungan Graha Asri,” tutupnya. (**)

Continue Reading

Ragam

Najwa dan Lampu Merah Wua-Wua: Ketika Masa Kecil Terkikis di Jalan Raya

Published

on

By

AKP Kevin Fahri Ramadan, Kasat Lantas Polresta Kendari

KENDARI – Petang itu, lampu merah di perempatan PLN Wua-Wua Kendari masih ramai seperti biasanya. Deru kendaraan bercampur gerimis, anak-anak bergerak di sela-sela mobil, dan berlarian menawarkan tisu kepada pengendara yang berhenti. Di antara mereka, ada Najwa, bocah 8 tahun yang seharusnya menikmati masa kanak-kanak di bangku sekolah.

Namun, pada Kamis (29/1/2026) petang itu menjadi hari yang tak pernah dibayangkan keluarganya. Najwa tewas setelah terlindas alat berat jenis loader di perempatan tersebut. Tragedi ini bukan hanya kecelakaan lalu lintas biasa, ia menjadi potret getir tentang anak-anak yang terpaksa bekerja di jalan demi bertahan hidup.

Najwa diketahui sering membantu keluarganya dengan berjualan tisu bersama saudaranya di lampu merah. Uang receh dari pengendara bukan sekadar tambahan, tetapi menjadi penopang kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolahnya. Jalan raya, yang seharusnya aman bagi anak-anak, justru menjadi tempat ia mencari nafkah.

Di sisi lain, penyelidikan polisi menunjukkan bahwa kecelakaan ini bermula dari kelalaian penggunaan alat berat di jalan umum. Kasat Lantas Polresta Kendari AKP Kevin Fahri Ramadan menjelaskan, pihaknya segera memeriksa saksi-saksi dan menganalisis rekaman CCTV.

Hasilnya mengarah pada sebuah loader yang dikemudikan ZA (36). Alat berat itu kini diamankan di Mapolresta Kendari, sementara ZA masih menjalani pemeriksaan intensif. Ia dijerat Pasal 310 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman maksimal enam tahun penjara.

Kasat Lantas menegaskan bahwa alat berat seharusnya tidak melintas di jalan raya.

“Untuk alat berat ini, tidak boleh jalan sendiri di jalan raya, karena memang bukan peruntukkannya, apabila mau berjalan harus menggunakan towing (truk pemuat) untuk menuju lokasi kerja,” katanya.

Di balik proses hukum, duka keluarga Najwa masih sangat terasa. Mereka kehilangan seorang anak yang ceria, sekaligus kehilangan harapan kecil yang ikut membantu ekonomi keluarga.

Peristiwa ini juga menggugah pertanyaan lebih besar, sampai kapan anak-anak harus mempertaruhkan keselamatan di jalan demi bertahan hidup.

Fenomena anak di Kendari yang berada dalam kondisi serupa menjual tisu, air mineral, atau sekadar meminta belas kasihan di lampu merah. Mereka tumbuh di persimpangan antara kemiskinan dan risiko.

Tragedi Najwa seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah daerah. Diperlukan solusi nyata, bantuan ekonomi keluarga miskin, program perlindungan anak, dan alternatif pekerjaan yang layak bagi orang tua mereka, agar anak-anak tidak lagi harus mencari nafkah di jalanan.

Najwa telah pergi. Namun, harapannya masih bisa hidup—jika kota ini memilih melindungi anak-anaknya, bukan membiarkan mereka berjuang sendirian di tengah arus kendaraan (**)

Continue Reading

Trending