Connect with us

Olah Raga

Honor Belum Dibayar, Atlet dan Pelatih Tagih Janji KONI Sultra

Published

on

Kendari24.com_KENDARI, Atlet dan Pelatih Pemusatan latihan daerah (Pelatda) PON Papua menagih janji KONI Sulawesi Tenggara dengan beramai ramai datangi sekretariat KONI di Jalan Sao sao, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia Kota Kendari, Kamis (12/8/2021)

Puluhan atlet dan pelatih yang masih menjalani pemusatan latihan jelang PON XX Papua itu menuntut KONI segera membayar honor atlet selama empat bulan menjalani latihan.

“Kita dijanji janji terus akan dibayarkan tapi realisasinya tidak ada,”ujar Frida Manager cabang olahraga menembak.

Sementara itu pelatih cabor atletik, Ali menjelaskan honor atlet dan pelatih yang belum dibayarkan senilai Rp 1.000.000 per bulan, untuk bulan Maret hingga Juli.

Selian itu Ali juga mempertanyakan Honor Januari hingga Maret yang mengalami pemotongan senilai Rp. 100. 000, sehingga mereka hanya menerima Rp. 900.000,.

“Honor januari sampai maret itu dipotong seratus ribu dan peruntukkannya kita belum tahu,” katanya.

Ketua Harian KONI Sultra Laode Suryono yang menemui atlet dan pelatih menjelaskan pihaknya akan mempercepat pembayaran honor mereka dengan mengeluarkan surat KONI ditujukan kepada atlet dan pelatih agar segera menyerahkan rekening ke pengurus untuk menyelesaikan pembayaran honor yang masih tertunda.

“Untuk menghidari fitnah, dan tidak dipotong potong lagi, kecuali Pajak, kami minta agar atlet dan pelatih menyerahkan nomor rekening dan itu langsung di transfer ke rekening masing masing,” ungkapnya.

Selain meminta pembayaran honor, mereka juga meminta KONI Sultra agar segera menyerahkan perlengkapan pertandingan yang akan digunakan untuk latihan, sebab hingga saat ini sejumlah perlengkapan pertandingan yang diusulkan oleh cabang olahraga belum diterima oleh atlet dan pelatih.

“Perlengkapan itu tanggungjawab Satgas PON, namun jika ada masalah kita akan tuntaskan bersama, saya akan panggil satgas untuk bicarakan bersama para pelatih dan official untuk segera menyelesaikan persoalan ini,”ungkapnya.

Olah Raga

IMI Sultra Gelar Raker, Matangkan Persiapan Porprov ke-XV

Published

on

By

KENDARI – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar rapat kerja provinsi (Rakerprov) di salah satu hotel ternama di Kota Kendari, Sabtu (31/1/2026).

Raker yang dihadiri langsung oleh Ketua IMI Sultra Anton Timbang ini membahas sejumlah agenda strategis organisasi, terutama terkait kesiapan IMI kabupaten/kota menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-15 yang rencananya digelar di Kota Kendari.

Ketua Panitia Raker, Ali Reski, menjelaskan bahwa dalam persiapan Porprov, IMI kabupaten/kota diperbolehkan melakukan entri atlet dengan sistem by name by address pada nomor-nomor yang akan dipertandingkan.

Namun ia menegaskan, IMI kabupaten/kota dilarang merekrut atlet baru dalam kurun waktu enam bulan sebelum pelaksanaan Porprov.

“Untuk aturan teknis lainnya terkait persiapan Porprov, Pengprov IMI Sultra masih akan berkoordinasi dengan KONI sebelum menggelar rapat koordinasi teknis (rakernis),” kata Ali Reski.

Saat ini, kepengurusan IMI telah terbentuk di 11 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Ali juga menilai bahwa sepanjang 2026, kegiatan olahraga otomotif menunjukkan peningkatan signifikan, terutama pada kejuaraan roda dua.

Selain membahas Porprov, Rakerprov juga mengagendakan rencana pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) pemilihan Ketua IMI Sultra, yang saat ini masih dijabat oleh Anton Timbang.

Kabid Organisasi IMI Sultra, Rezky, menegaskan bahwa Rakerprov bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum konsolidasi dan evaluasi kinerja organisasi selama tahun 2025.

“Kegiatan ini bukan hanya rapat kerja, tetapi juga konsolidasi dan evaluasi kegiatan IMI Sultra sepanjang tahun 2025,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IMI Sultra Anton Timbang menargetkan kepengurusan IMI terbentuk di seluruh 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara sebelum masa jabatannya berakhir.

“Saat ini IMI baru terbentuk di 11 kabupaten/kota. Target saya sebelum berakhirnya periode ketiga ini, IMI sudah terbentuk di 17 kabupaten/kota,” tegas Anton.

Anton Timbang juga menegaskan dukungannya terhadap ketua Koni Sultra yang diharapkan dapat meningkatkan prestasi olahraga khusus otomotif di Sulawesi Tenggara.(**)

Continue Reading

Olah Raga

Rakerprov IMI Sultra 2026 Digelar di Kendari, Fokus Kesiapan Porprov XV

Published

on

By

Ali Reski, Ketua Bidang Organisasi pengprov IMI Sultra

KENDARI – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Tenggara memastikan pelaksanaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) tahun 2026 sebagai agenda rutin organisasi.

Rakerprov IMI Sultra tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Januari 2026 dan akan digelar di salah satu hotel ternama di Kendari. Kegiatan ini akan diikuti oleh seluruh pengurus Pengprov IMI Sultra, ketua atau korwil IMI kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara, serta klub dan asosiasi otomotif yang bernaung di bawah IMI Sultra.

Ketua Bidang Organisasi Pengprov IMI Sultra, Ali Reski, mengatakan Rakerprov menjadi momentum penting untuk mengonsolidasikan program kerja serta kalender event otomotif ke seluruh daerah.

“Rakerprov ini merupakan perintah organisasi yang rutin dilaksanakan. Selain mengonsolidasikan program kerja dan jadwal event tahun 2026, terdapat dua agenda penting lainnya yang akan dibahas,” ujar Ali Reski. Jumat (30/1/2026).

Dua agenda strategis tersebut, lanjut Ali Reski, yakni kesiapan IMI Sultra dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara tahun 2026 serta pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) IMI Sultra.

Selain itu, Rakerprov juga akan membahas konsolidasi regulasi cabang olahraga otomotif, seperti balap motor dan drag bike, serta keikutsertaan cabang mini 4WD pada Pekan Olahraga Nasional (PON).

Ali Reski yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Rakerprov 2026 menegaskan, melalui forum ini IMI Sultra berharap seluruh pemangku kepentingan otomotif di daerah memiliki kesamaan persepsi dan arah dalam pembinaan prestasi serta pengembangan olahraga otomotif di Sulawesi Tenggara.(**)

Continue Reading

Olah Raga

Alasan Anggaran dan Infrastruktur, Kendari Dipilih Jadi Tuan Rumah Porprov 2026

Published

on

By

KENDARI – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi menetapkan Kota Kendari sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Tahun 2026. Pertimbangan efisiensi anggaran serta kesiapan infrastruktur menjadi alasan utama penunjukan ibu kota provinsi tersebut.

Keputusan itu diambil dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Sultra Tahun 2026, setelah melalui rangkaian evaluasi teknis dan simulasi pelaksanaan di sejumlah daerah calon tuan rumah.

Ketua Umum KONI Sultra, Andi Ady Aksar, mengatakan kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini diberlakukan hampir di seluruh daerah menjadi faktor penting dalam menentukan lokasi penyelenggaraan Porprov.

Ady menegaskan keputusan tersebut tidak diambil secara sepihak maupun tergesa-gesa. Selama tiga bulan terakhir, KONI Sultra telah melakukan peninjauan ke sejumlah daerah untuk menilai kesiapan venue, dukungan pemerintah daerah, serta kemampuan fiskal dalam menopang pelaksanaan ajang olahraga tingkat provinsi itu.

Menurutnya, perhatian dan komitmen Gubernur Sulawesi Tenggara terhadap pengembangan olahraga turut menjadi penguat dalam proses pengambilan keputusan. Gubernur disebut aktif memantau langsung kesiapan daerah calon tuan rumah di sela-sela agenda pemerintahan.

“Beliau sangat antusias terhadap olahraga. Bahkan setelah upacara, masih menyempatkan diri meninjau kesiapan daerah calon tuan rumah. Ini menjadi semangat bagi kami di KONI,” katanya.

Terkait Kabupaten Bombana yang sebelumnya masuk dalam wacana tuan rumah, Andi Ady Aksar menegaskan pihaknya tidak pernah menutup peluang bagi daerah tersebut. Ia mengakui pembangunan infrastruktur olahraga di Bombana menunjukkan progres yang cukup signifikan.

Namun, keterbatasan waktu dan tuntutan efisiensi anggaran membuat KONI Sultra harus memilih opsi yang paling realistis.

“Kami tidak pernah mengatakan Bombana tidak bisa. Sangat bisa. Tetapi kondisi efisiensi anggaran dan keterbatasan waktu membuat kami harus menghitung ulang agar Porprov 2026 dapat berjalan mendekati sempurna,” ujarnya.

Berdasarkan hasil simulasi, Kota Kendari dinilai lebih unggul dari sisi ketersediaan venue, akses transportasi, serta efisiensi biaya operasional. Penghematan anggaran, khususnya pada sektor akomodasi, dinilai dapat dialihkan untuk kebutuhan prioritas lainnya.

Andi Ady Aksar menegaskan Porprov XV 2026 tidak hanya ditargetkan sukses dalam pelaksanaan, tetapi juga minim persoalan pascakegiatan. Ajang tersebut diharapkan menjadi etalase pembinaan olahraga Sultra sekaligus fondasi lahirnya atlet-atlet berprestasi.

Sebagai tindak lanjut, KONI Sultra akan membentuk tim ad-hoc untuk membahas aspek teknis penyelenggaraan, mulai dari perencanaan venue, penyusunan jadwal pertandingan, kebutuhan anggaran, hingga koordinasi lintas sektor dengan pemerintah daerah dan cabang olahraga.(**)

Continue Reading

Trending