Connect with us

News

May Day 2026: IJTI Soroti PHK Jurnalis, Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Published

on

Herik Kurniawan, Ketua Umum IJTI

KENDARI24.COM – Memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia menyoroti kondisi industri media nasional yang tengah menghadapi tekanan besar, termasuk gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap jurnalis.

Dalam siaran persnya, IJTI menegaskan bahwa PHK bukanlah solusi atas persoalan industri media. Sebaliknya, langkah tersebut dinilai berpotensi melemahkan demokrasi karena mengurangi peran jurnalis sebagai pilar keempat.

Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, menyatakan jurnalis televisi tidak sekadar pekerja, tetapi bagian penting dalam menjaga hak publik atas informasi yang akurat dan kredibel.

“Jika perusahaan media terus membiarkan jurnalis tersingkir, maka demokrasi bisa mati. Tanpa jurnalis di lapangan, tidak ada lagi mata dan telinga publik untuk mengawal keadilan,” tegasnya.

IJTI mencatat tren efisiensi di berbagai perusahaan media yang berujung pada pengurangan tenaga kerja. Menyikapi hal tersebut, IJTI menyampaikan sejumlah sikap tegas.

Pertama, menolak praktik PHK sepihak yang menjadikan jurnalis sebagai korban efisiensi perusahaan. Kedua, mendorong pemilik media untuk mencari model bisnis yang berkelanjutan tanpa mengorbankan kesejahteraan pekerja. Ketiga, menekankan pentingnya transparansi dan dialog dalam setiap kebijakan ketenagakerjaan.

Selain itu, IJTI juga meminta pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap keberlangsungan ekosistem media nasional. Dukungan kebijakan dinilai penting agar perusahaan media tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu menjamin kesejahteraan jurnalis.

Momentum Hari Buruh, menurut IJTI, harus menjadi refleksi bagi seluruh pelaku industri media untuk menjaga kualitas jurnalisme. Jurnalis yang sejahtera merupakan fondasi utama dalam menghadirkan informasi yang berkualitas bagi publik.

“Jangan biarkan layar televisi menjadi buram karena hilangnya jurnalis yang berintegritas,” tutup Herik.(**)

Continue Reading

News

Air Kehidupan Mengalir di Amolame, TMMD ke-128 Hadirkan Harapan Baru

Published

on

By

KENDARI24.COM – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1430/Konawe Utara kembali menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Kali ini, kebahagiaan terpancar dari warga Desa Amolame, Kecamatan Andowia, saat air bersih mulai mengalir dari sumur bor yang dibangun melalui program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jumat (1/5/2026).

Momen penuh haru itu terlihat ketika Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-128, Letkol Kav Kuswara, turun langsung ke lokasi dan menyaksikan bersama warga hasil pembangunan tersebut. Anak-anak tampak riang bermain air, sementara para orang tua tak mampu menyembunyikan rasa syukur atas hadirnya sumber air bersih yang selama ini mereka dambakan.

Sumur bor tersebut menjadi salah satu sasaran fisik prioritas dalam TMMD ke-128. Kehadirannya tidak hanya mempermudah akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi solusi atas keterbatasan air yang selama ini dihadapi masyarakat setempat.

“Kehadiran sumur bor ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Ini adalah bentuk kepedulian TNI kepada rakyat,” ujar Letkol Kav Kuswara.

Ia menegaskan, program TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“TMMD bukan sekadar membangun fisik, tetapi juga membangun kebersamaan dan harapan. Kami ingin kehadiran TNI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Salah satu warga Desa Amolame, Rahman, mengaku bersyukur atas bantuan sumur bor tersebut. Menurutnya, selama ini warga kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau.

“Alhamdulillah sekarang air sudah dekat. Kami tidak perlu lagi berjalan jauh. Terima kasih kepada bapak TNI yang sudah membantu kami,” ungkapnya.

Kebersamaan antara TNI dan masyarakat terlihat sejak proses pembangunan hingga pemanfaatan fasilitas tersebut. Gotong royong yang terjalin menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program TMMD.

Kini, air yang mengalir dari sumur bor tidak hanya menjadi pemenuh kebutuhan dasar, tetapi juga simbol harapan baru bagi kehidupan masyarakat Desa Amolame yang lebih sehat, layak, dan sejahtera. (**)

Continue Reading

News

Jurnalis Sultra Turun ke Jalan di May Day, Soroti PHK Massal dan Minimnya Perlindungan

Published

on

By

KENDARI24.COM — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Kendari, turut diwarnai aksi damai dari forum bersama jurnalis Sulawesi Tenggara (Sultra). Aksi tersebut digelar di kawasan eks MTQ dan melibatkan sejumlah organisasi profesi seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), serta Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sultra. Jumat (1/5/2026).

Selain jurnalis, aksi ini juga diikuti oleh mahasiswa dari IAIN Kendari sebagai bentuk solidaritas terhadap isu ketenagakerjaan di sektor media.

Ketua AJI Kendari, Nursadah Kurani, menyoroti kondisi jurnalis yang dinilai semakin rentan di tengah tekanan industri media. Ia menyebut, banyak perusahaan pers yang mulai abai terhadap kesejahteraan pekerjanya.

“Selama ini jurnalis sudah bekerja maksimal di tengah tekanan, intimidasi, bahkan kekerasan saat menjalankan tugas. Namun ironisnya, kesejahteraan mereka justru kerap diabaikan,” ujar Nursadah.

Dalam aksi tersebut, forum jurnalis Sultra menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, menolak dan mengutuk praktik pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di perusahaan pers tanpa kejelasan pesangon dan pemenuhan hak pekerja. Kedua, mendesak perusahaan pers memberikan perlindungan yang layak bagi jurnalis. Ketiga, menuntut jaminan keselamatan dan kesejahteraan sebagai bentuk penghargaan atas peran jurnalis dalam menjaga demokrasi.

Sementara itu, Sekretaris IJTI Sultra, Mukhtaruddin, menegaskan bahwa PHK bukan solusi atas persoalan industri media. Ia menilai langkah tersebut justru berpotensi melemahkan demokrasi.

“PHK bukanlah solusi atas persoalan industri media. Langkah ini berpotensi melemahkan demokrasi karena mengurangi peran jurnalis sebagai pilar keempat,” tegasnya.

Ia juga mendorong pemerintah untuk lebih serius memperhatikan keberlangsungan ekosistem media nasional.

“Dukungan kebijakan sangat dibutuhkan agar perusahaan media tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu menjamin kesejahteraan jurnalis,” tambahnya.

Koordinator KKJ Sultra, Fadli Aksar, turut menyoroti lemahnya tanggung jawab perusahaan pers terhadap pekerja. Ia menilai maraknya PHK sepihak menjadi bukti bahwa perusahaan tidak mampu memenuhi hak dasar karyawan.

“Banyaknya kasus PHK sepihak menunjukkan perusahaan pers belum mampu memberikan kesejahteraan bagi pekerjanya. Padahal, itu adalah kewajiban yang harus dipenuhi,” ujar Fadli.

Ia juga menegaskan bahwa negara harus hadir mengawal dan melindungi hak-hak jurnalis sebagai pekerja.

“Negara harus memastikan hak pekerja terlindungi, termasuk jurnalis yang menjalankan fungsi kontrol sosial dalam demokrasi,” pungkasnya.

Aksi ini menjadi pengingat bahwa di balik peran strategis jurnalis dalam menyampaikan informasi publik, masih terdapat persoalan serius terkait perlindungan dan kesejahteraan yang perlu segera mendapat perhatian semua pihak.(**)

Continue Reading

News

May Day Fiesta Kendari, Buruh Suarakan Kesejahteraan di Tengah Perayaan

Published

on

By

KENDARI24.COM — Personel Polda Sulawesi Tenggara melaksanakan pengamanan dan pelayanan masyarakat dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (1/5/2026), di Lapangan Eks MTQ, Kendari.

Sebanyak 694 personel dikerahkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Peringatan May Day di Kendari tahun ini dikemas dalam kegiatan bertajuk “May Day Fiesta” yang diisi dengan berbagai aktivitas, seperti jalan santai, senam bersama, donor darah, pemeriksaan kesehatan, hingga pemberian santunan kepada ahli waris tenaga kerja. Selain itu, panitia juga menyediakan berbagai door prize bagi peserta.

Jumlah masyarakat yang hadir diperkirakan mencapai 500 hingga 1.000 orang.

Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Iis Kristian, mengatakan kehadiran personel kepolisian merupakan bentuk pelayanan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kehadiran personel kepolisian sebagai upaya memberikan rasa nyaman kepada masyarakat, sehingga kegiatan May Day 2026 dapat berjalan lancar, tertib, dan kondusif,” ujarnya.

Secara nasional, peringatan Hari Buruh tahun ini dipusatkan di Monumen Nasional, Jakarta, dan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto bersama perwakilan serikat pekerja dari berbagai daerah.

Momentum Hari Buruh tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga pengingat pentingnya peran pekerja dalam pembangunan nasional serta perlunya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan tenaga kerja.

Sementara itu, Majelis Pertimbangan Wikayah Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Sultra, Alvian Pradana Liambo, menegaskan bahwa buruh masih menghadapi berbagai tantangan di tengah dinamika ekonomi saat ini.

“Di tengah tantangan ekonomi dan transformasi industri, buruh membutuhkan keberpihakan kebijakan yang nyata. Pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya diukur dari angka investasi, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup pekerja,” tegasnya.

Ia menambahkan, meskipun pendekatan kolaboratif antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja terus dibangun, namun substansi perjuangan buruh tetap harus menjadi perhatian.

“Masih banyak persoalan mendasar yang dihadapi pekerja, mulai dari upah yang belum sepenuhnya layak, kepastian kerja, perlindungan jaminan sosial, hingga keselamatan dan kesehatan kerja,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda Sultra Brigjen Pol Gidion Arief Setyawan bersama unsur Forkopimda turut hadir memantau langsung jalannya kegiatan. Hadir pula Ketua Apindo Sultra, Abu Syarif Bafadal, serta jajaran pejabat utama Polda Sultra.

Peringatan May Day di Kendari tahun ini mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara perayaan, pelayanan publik, dan penyampaian aspirasi buruh dalam suasana yang kondusif.(**)

Continue Reading

Trending