Connect with us

News

Kapolda bersama Ketua DPRD Sultra Kunjungi Bombana dan Konsel, Pastikan Kamtibmas Kondusif Jelang Ramadan

Published

on

KENDARI24.COM — Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Didik Agung Widjanarko bersama La Ode Tariala melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bombana dan Konawe Selatan, Minggu (14/2/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan ke Polres Bombana serta Markas Unit (Marnit) Ditpolairud Bombana. Dalam agenda tersebut, Kapolda memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana pengamanan menjelang Ramadan.

Selanjutnya, rombongan bertemu dengan Bupati Bombana, Burhanuddin, guna membahas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut. Pertemuan itu juga menjadi forum koordinasi antara kepolisian dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama Ramadan.

Usai dari Bombana, rombongan melanjutkan kunjungan ke Polres Konawe Selatan guna memastikan kesiapsiagaan aparat di wilayah tersebut.

Kapolda Sultra menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan.

“Menjelang Ramadan, kami ingin memastikan situasi kamtibmas di Bombana dan Konawe Selatan tetap aman dan kondusif. Sinergi dan komunikasi yang baik menjadi kunci agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman,” tegasnya.

Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan patroli, deteksi dini potensi gangguan keamanan, serta mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Bupati Bombana Burhanuddin menyatakan komitmennya mendukung langkah kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas.

“Kami siap bersinergi dan mendukung kepolisian agar stabilitas keamanan tetap terjaga, sehingga aktivitas masyarakat, khususnya selama Ramadan, dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda turut didampingi sejumlah pejabat utama Polda Sultra, antara lain Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Wisnu Wibowo, Direktur Lalu Lintas Kombes Pol Argowiyono, Direktur Polisi Perairan dan Udara Kombes Pol Saminata, serta Kabid Humas Kombes Pol Iis Kristian.

Kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Bombana dan Konawe Selatan menjelang Ramadan 1447 Hijriah.(**)

Continue Reading

News

30 Jemaah Umrah Asal Kendari Diduga Terlantar di Madinah, Polisi Selidiki Travel Travelina Indonesia

Published

on

By

KENDARI24.COM – Sebanyak 30 calon jemaah umrah asal Kendari diduga ditelantarkan oleh pihak travel setelah diberangkatkan ke Madinah.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, para jemaah telah tiba di Madinah sejak 15 Februari 2026. Namun setibanya di sana, mereka dikabarkan tidak mendapatkan kejelasan terkait akomodasi maupun konsumsi sebagaimana dijanjikan.

Salah seorang korban mengungkapkan, awalnya rombongan berjumlah 64 orang. Namun setelah terjadi desakan, sebanyak 30 orang diberangkatkan lebih dahulu ke Madinah, sementara 34 lainnya masih tertahan di Jakarta tanpa kepastian.

“Dijanjikan berangkat empat hari kemudian, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Bahkan biaya hotel dan catering disebut belum dibayarkan oleh pihak travel,” ungkapnya.

Jemaah yang lebih dulu tiba di Madinah juga sempat transit di Doha sebelum melanjutkan perjalanan. Namun setibanya di Madinah, fasilitas penginapan yang dijanjikan tidak tersedia.

Di tengah kondisi tersebut, beredar informasi bahwa owner travel yang baru beberapa bulan berada di Kendari tengah menghadiri acara pernikahan di Angata dengan nilai panai mencapai Rp100 juta dan satu unit mobil.

Menyikapi persoalan tersebut, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari melakukan penyelidikan terhadap Travelina Indonesia selaku biro perjalanan yang memberangkatkan para jemaah.

Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Kendari, Ipda Ariel Mogens Ginting, menjelaskan bahwa perkara dugaan permasalahan jemaah umrah Travelina Indonesia saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

“Penanganan perkara ini dilakukan sehubungan adanya pemberitaan di media yang menjadi perhatian publik serta adanya atensi dari Ibu Wali Kota Kendari terhadap kondisi jemaah. Kami melakukan langkah penyelidikan untuk memastikan fakta dan memberikan kepastian hukum,” ujarnya. Senin (16/2/2026).

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan indikasi penggunaan dana jemaah secara lintas-periode keberangkatan. Dana jemaah Februari diduga digunakan untuk menutup kekurangan anggaran keberangkatan Januari, sementara dana jemaah Maret dipakai untuk menutup kekurangan periode Februari.

Selain itu, pada periode Februari terdapat tiket pesawat dan pemesanan hotel yang hangus akibat perubahan jadwal keberangkatan yang dipicu keterlambatan penerbitan visa. Kondisi tersebut turut menambah beban biaya penyelenggaraan dan memengaruhi keuangan perusahaan.

Terkait dugaan penggunaan dana untuk kepentingan pribadi, penyidik belum dapat memastikan. Namun ditemukan penggunaan rekening yang digabung antara operasional dan pribadi, sehingga berpotensi menimbulkan penggunaan dana di luar peruntukan. Hal ini masih dalam pendalaman melalui penelusuran aliran dana.

“Kualifikasi unsur pidana dan pihak yang bertanggung jawab masih dalam proses pendalaman berdasarkan keterangan saksi dan dokumen keuangan. Sampai saat ini belum ada penetapan tersangka,” tegasnya.

Polresta Kendari memastikan proses penanganan dilakukan sesuai prosedur hukum, dan setiap perkembangan akan disampaikan secara terbuka melalui rilis resmi.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam memilih biro perjalanan umrah. Calon jemaah diminta memastikan travel memiliki izin resmi dari kementerian terkait, memahami secara jelas paket dan kelogisan harga yang ditawarkan, serta menyimpan seluruh bukti transaksi dan komunikasi sebagai langkah antisipasi apabila terjadi permasalahan di kemudian hari.(**)

Continue Reading

News

2 Nelayan Hilang Kontak di Perairan Kabaena, Tim SAR Baubau Dikerahkan

Published

on

By

KENDARI24.COM – Sebuah longboat dengan dua orang penumpang dilaporkan hilang kontak (lost contact) di sekitar perairan Pulau Kabaena, Desa Tapuhaka, Kecamatan Kabaena Timur, Kabupaten Bombana, Minggu (15/2/2026).

Informasi tersebut diterima Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari pada pukul 18.50 Wita dari Ibu Zubaedah, istri salah satu korban.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, membenarkan adanya laporan tersebut dan telah menerjunkan tim untuk melakukan pencarian.

“Pada pukul 18.50 Wita Comm Centre KPP Kendari menerima informasi dari Ibu Zubaedah yang melaporkan satu unit longboat dengan POB dua orang mengalami lost contact di sekitar perairan Pulau Kabaena, Desa Tapuhaka, Kecamatan Kabaena Timur,” ujar Amiruddin dalam keterangan resminya.

Menindaklanjuti laporan itu, pada pukul 19.05 Wita Tim Rescue Pos SAR Baubau diberangkatkan menuju lokasi kejadian perkara (LKP) menggunakan rigid buoyancy boat (RB) 210 untuk memberikan bantuan SAR.

“Tim Rescue Pos SAR Baubau diberangkatkan menuju LKP dengan jarak tempuh sekitar 28 nautical mile (NM) dari Pos SAR Baubau,” jelasnya.

Berdasarkan data yang diterima basarnas identitas korban masing-masing La Angga (50) dan Renal (20). Keduanya merupakan warga Desa Napa, Kecamatan Mawasangka.

Adapun kronologis kejadian, pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 14.00 Wita, kedua korban berangkat dari Pelabuhan Rakyat Dongkala menuju Mawasangka menggunakan longboat dengan estimasi waktu tempuh sekitar tiga jam. Namun hingga malam hari, keduanya tidak kunjung tiba di tujuan.

Pihak keluarga dan masyarakat setempat telah melakukan pencarian secara mandiri, namun hasilnya masih nihil hingga laporan diterima oleh KPP Kendari.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari BMKG, kondisi cuaca di lokasi kejadian dilaporkan cerah dengan kecepatan angin 9 km/jam dari arah tenggara dan tinggi gelombang sekitar 0,75 meter.

Hingga berita ini diterbitkan, Tim SAR gabungan masih dalam perjalanan menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian terhadap kedua korban.(**)

Continue Reading

News

Dihantam Gelombang Tinggi, Kapal Penumpang Tenggelam di Bombana

Published

on

By

KENDARI24.COM – Puluhan penumpang terombang-ambing di laut setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam di perairan Poleang, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Sabtu (14/2/2026) pagi.

Dalam video amatir yang beredar, para penumpang terlihat berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada gabus dan alat pelampung lainnya sambil menunggu pertolongan di tengah laut.

Kapal KM Cahaya Intan Celebes diketahui bertolak dari Bajoe, Sulawesi Selatan dan hendak menuju Pelabuhan Boepinang, Bombana. Namun di tengah pelayaran, kapal mengalami kebocoran hingga kemasukan air setelah dihantam gelombang tinggi saat cuaca buruk.

Data sementara mencatat terdapat 20 orang di dalam kapal yang terdiri dari 13 penumpang dan 7 kru. Selain mengangkut penumpang, kapal juga memuat beberapa unit sepeda motor, bahan pakan ternak, serta sembako.

Beruntung, saat kejadian terdapat kapal nelayan yang melintas di sekitar lokasi sehingga seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat setelah bertahan menggunakan gabus selama kurang lebih tiga jam di laut.

Komandan pos SAR Kolaka Haeruddin dari membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya kapal tenggelam itu dihantam cuaca buruk sebelum berlabuh di tujuannya di kecamatan Boepinang

“Benar telah terjadi kecelakaan kapal di perairan Poleang. Berdasarkan laporan yang kami terima, kapal mengalami kebocoran setelah dihantam gelombang tinggi saat cuaca buruk. Seluruh penumpang berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan yang melintas dan saat ini dalam kondisi selamat,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah proses evakuasi, seluruh korban langsung dibawa ke fasilitas kesehatan untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap stabil.

Selanjutnya, seluruh penumpang yang dinyatakan selamat dibawa ke Puskesmas Boepinang, Kecamatan Poleang, untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan medis.(**)

Continue Reading

Trending