KENDARI24.COM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara bersama Gerakan Pangan Murah (GPM) menyalurkan paket bahan pokok kepada masyarakat menjelang bulan suci Ramadan. Kegiatan ini turut melibatkan sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Jumat (13/2/2026).
Wakil Ketua DPP Kadin, Andi Yuslim Patawari (AYP), yang hadir langsung mengunjungi lokasi GPM mengatakan program ini merupakan bentuk kepedulian Kadin terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam menghadapi potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang puasa.
“Program Gerakan Pangan Murah ini adalah wujud nyata kepedulian Kadin terhadap masyarakat, khususnya dalam menyambut bulan Ramadan. Kami ingin membantu meringankan beban kebutuhan pokok warga,” ujar AYP pada Jumat (13/2/2026).
Ia menjelaskan, GPM merupakan kolaborasi antara Kadin Indonesia dan Badan Pangan Nasional yang sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman untuk pelaksanaan program di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Tenggara.
Menurut AYP, dalam pelaksanaan kali ini disiapkan sekitar 12.000 paket sembako yang dapat dibeli masyarakat dengan harga lebih terjangkau. Komoditas yang disediakan meliputi beras, telur, gula, dan minyak goreng yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga.
“Tujuan utama kegiatan ini bukan hanya membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga memberdayakan UMKM lokal agar tetap bergerak dan produktif,” jelasnya.
Distribusi bahan pangan tersebut melibatkan pelaku UMKM, mulai dari pedagang pasar hingga penjual makanan rumahan. Langkah ini dinilai mampu menjaga perputaran ekonomi di tingkat bawah sekaligus memperkuat sinergi antar pelaku usaha.
AYP berharap program serupa dapat terus dilaksanakan, tidak hanya di Kota Kendari, tetapi juga menjangkau kabupaten dan kota lain di Sulawesi Tenggara.
“Kadin harus bersinergi dengan pemerintah di semua tingkatan. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Program GPM ini juga menjadi salah satu upaya pengendalian inflasi di daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Sulawesi Tenggara pada Januari 2026 mengalami inflasi tahunan sebesar 5,10 persen, dengan Kota Kendari dan Baubau menjadi daerah penyumbang inflasi tertinggi.
AYP turut menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, dan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, atas dukungan terhadap Kadin sehingga mampu melaksanakan kegiatan GPM,” ucapnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini juga menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Provinsi (Musprov) Kadin Sultra yang dihadiri jajaran pengurus DPP Kadin, termasuk dirinya.
Melalui kegiatan ini, Kadin Sultra berharap stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga dan daya beli masyarakat tidak terganggu menjelang Ramadan.(**)