Connect with us

Ragam

Cipayung Plus Kendari Tagih Janji Ketua DPRD Sultra Hingga Gelar Paripurna

Published

on

KENDARI, KENDARI24.COM – Ratusan massa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Kendari yang terdiri dari GMNI, IMM, PMKRI, KHMDI, GMKI, KAMMI, dan HMI MPO menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (25/9/2025).

‎Aksi tersebut digelar sebagai bentuk kekecewaan terhadap Ketua DPRD Sultra, Laode Tariala, yang dinilai mengingkari  janji dan komitmen yang pernah disampaikan sebelumnya.

‎Dalam orasinya Ketua LMND Kota Kendari, Jordy menegaskan bahwa kedatangan mereka merupakan tindak lanjut dari aksi sebelumnya pada 1 September 2025.

‎“Kami kembali bertandang di kantor ini untuk menagih janji Ketua DPRD Sultra pada 1 September 2025,” ujarnya.

‎Dalam janji dan komitmen bersama Cipayung Plus Kota Kendari bahwa ketua DPRD Sulawesi Tenggara akan menerima secara langsung formulasi tuntutan, pernyataan sikap yang telah di susun secara ilmiah untuk di bawah di DPR RI.

‎”Tapi sampai saat ini Ketua DPRD Sulawesi Tenggara belum ada kepastian bahkan terkesan menghindar dan membohongi Cipayung Plus Kota Kendari,” Tegasnya.

‎Lebih lanjut, Ketua DPC GMNI Kendari Rasmin Jaya bahwa pihaknya bersama Cipayung Plus Kota Kendari sudah tidak lagi menaruh kepercayaan terhadap Ketua DPRD Sultra. Ia mendesak agar Ketua DPRD Sulawesi Tenggara segara di evaluasi.

‎”Kami menilai DPRD Sultra hanya hadir sebagai simbol kekuasaan, bukan sebagai perwakilan rakyat sejati. Alih-alih mengawal aspirasi ke DPR RI secara terbuka, akuntabel, dan progresif, mereka justru tidak memberi kepastian tindak lanjut atas tuntutan yang telah disampaikan secara resmi,” Tegasnya.

‎Terakhir Ketua Cabang PMKRI, Fandi menegaskan situasi ini menunjukkan bahwa DPRD Sultra lebih sibuk menjaga kenyamanan politik dan privilese pribadi ketimbang menyuarakan jeritan rakyat yang sudah berkali-kali turun ke jalan.

‎Sejak tuntutan tersebut disampaikan, DPRD Sultra tidak menunjukkan keseriusan, minim transparansi, dan cenderung mengabaikan aspirasi yang telah disampaikan secara sah dan terbuka. Beberapa hal yang menjadi dasar ketidakpercayaan ini antara lain:
‎Tidak adanya kejelasan tindak lanjut resmi terhadap tuntutan yang telah diserahkan kepada DPRD Sultra.

‎Minimnya komunikasi dan pelaporan terbuka kepada publik terkait perkembangan atau upaya penyampaian ke DPR RI.

‎*Ini kami nilai mereka menunjukkan sikap pasif dan tidak progresif dari para anggota DPRD Sultra dalam mengawal proses advokasi ke tingkat nasional.
‎Cenderung menghindar dan menutup ruang komunikasi dengan berbagai elemen mahasiswa.

‎Indikasi pengabaian aspirasi rakyat dan pengkhianatan terhadap fungsi dasar perwakilan rakyat yang seharusnya mereka emban.

‎Pantauan di lokasi, aksi unjuk rasa tersebut juga dibarengi dengan pembakaran ban bekas sebagai simbol kekecewaan massa. Mereka turut menuntut agar Ketua DPRD Sultra, Laode Tariala, hadir menemui langsung massa aksi untuk memberikan klarifikasi.

‎Terakhir pasca menyampaikan aspirasi, massa langsung bergerak menduduki kursi rapat paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara sekaligus menggelar paripurna tindak lanjut aspirasi yang mereka sampaikan pada saat aksi di tanggal 1 September 2025.(**)

Continue Reading

Ragam

“Ngaji Jurnalistik” IJTI, Meneguhkan Etika dan Nurani di Era AI

Published

on

By

KENDARI24.COM – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia menggelar kegiatan Ngaji Jurnalistik bertema “Menjaga Etika, Kebenaran dan Nurani di Era AI” di Hall Dewan Pers, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi para jurnalis televisi dalam menghadapi derasnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence yang semakin masif di industri media.

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan bahwa di tengah disrupsi teknologi, pers harus mampu bertahan tanpa meninggalkan nilai dasar jurnalisme.

“Di tengah disrupsi, pers harus survive. Itu hukum alam. Yang harus tetap dijaga adalah etika. Sebelum bicara kebenaran, etika lebih dulu,” ujarnya.

Diskusi Ramadan IJTI ini menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya Dahlan Dahi selaku Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers, Yunes Herawati dari Bappenas, Heru Tjatur Kabid Teknologi AMSI, serta Usmar Almarwan selaku Sekretaris Jenderal IJTI.

Dalam diskusi mengemuka bahwa kecepatan arus informasi berbasis algoritma AI menuntut jurnalis tetap menjadi penjaga moral dan etika.

“Teknologi hanyalah alat. Ia bisa mempercepat kerja, tetapi tidak memiliki nurani. Jurnalisme adalah profesi berbasis nurani dan kebenaran,” tegas Usmar Almarwan.

Ia menambahkan, tantangan terbesar bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, melainkan memastikan setiap informasi yang disebarluaskan tetap menjunjung tinggi etika, empati, dan integritas.

Pemanfaatan AI yang tidak sesuai aturan dikhawatirkan membuat praktik jurnalisme menjadi “dingin”. Empati dan keberpihakan pada kelompok rentan dinilai sebagai ciri khas jurnalisme manusia yang tidak dapat digantikan oleh mesin.

Selain diskusi, kegiatan Ramadan IJTI juga diisi dengan santunan kepada 20 anak yatim dari As Suhaimiyah, Kebon Sirih, Jakarta.

Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, menyebut kegiatan ini bukan hanya ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga berbagi kebahagiaan.

“Selain berbagi pengetahuan untuk jurnalis televisi, kita juga berbagi kebahagiaan dengan warga sekitar. Ramadan adalah momen istimewa untuk mempererat silaturahmi melalui tradisi berkumpul seperti buka puasa bersama,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa di tengah perkembangan teknologi, jurnalisme tetap berpijak pada etika, kebenaran, dan nurani.

Continue Reading

Ragam

Sentuhan Ramadan, Ditreskrimsus Polda Sultra Berbagi Kebahagiaan di Panti Asuhan Al Ikhlas

Published

on

By

Kombes Pol Dody Ruyatman di tengah anak panti asuhan

KENDARI24.COM – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di Panti Asuhan Al Ikhlas, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Di tengah semangat menyambut Ramadan 1447 Hijriah, jajaran Polda Sulawesi Tenggara melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) hadir membawa senyum dan kepedulian. Selasa (24/2/2026)

Dipimpin langsung Dirreskrimsus Polda Sultra, Kombes Pol Dody Ruyatman, rombongan personel datang bukan sekadar berkunjung, tetapi untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim dan dhuafa di panti asuhan tersebut.

Paket sembako dan berbagai kebutuhan pokok diserahkan secara langsung kepada pengurus dan anak-anak panti. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan selama menjalankan ibadah puasa.

Tak hanya menyerahkan bantuan, para personel juga menyempatkan diri berbincang dan berinteraksi dengan anak-anak. Canda dan tawa pun mewarnai pertemuan sederhana yang sarat makna tersebut.

Kombes Pol Dody Ruyatman menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian lebih.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan serta mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat dan membawa keberkahan,” ujarnya.

Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban operasional panti serta menghadirkan kegembiraan bagi anak-anak dalam menyambut Ramadan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh personel Polri senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Di bulan penuh berkah ini, kehadiran aparat bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat yang turut merasakan dan berbagi kebahagiaan bersama masyarakat.(**)

Continue Reading

Ragam

Bukan Mengintai, Intel Polda Sultra berbagi Takjil di Ramadan 1447 Hijriah

Published

on

By

KENDARI24.COM – Wajah-wajah yang biasanya identik dengan tugas senyap dan pengamatan tertutup, sore itu tampil berbeda. Puluhan personel dari Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) turun langsung ke jalan, bukan untuk menyelidiki kasus, melainkan untuk berbagi berkah Ramadan.

Di hari kedua Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Jumat (20/2/2026), sekitar pukul 16.00 Wita, mereka membagikan paket takjil kepada para pengguna jalan di Kota Kendari. Aksi sosial itu dipusatkan di Jalan Haluoleo, tepat di depan Markas Komando Polda Sultra.

Momentum berbagi tersebut menyasar para pengendara roda dua, roda empat, hingga pejalan kaki yang melintas. Satu per satu paket takjil dibagikan dengan senyum dan sapaan hangat, menciptakan suasana humanis yang jarang terlihat dari satuan intelijen.

Kasubag Renmin Ditintelkam Polda Sultra, AKP Harianto, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, sekaligus upaya mempererat silaturahmi di bulan penuh berkah.

“Ramadan adalah momentum untuk berbagi dan memperkuat solidaritas sosial. Melalui kegiatan ini, kami ingin semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya di depan Mako Polda Sultra, ratusan paket takjil juga disiapkan di Masjid Al Amin Polda Sultra. Masyarakat dipersilakan datang langsung untuk berbuka puasa bersama, memperkuat nuansa kebersamaan antara aparat dan warga.

Kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah pengendara mengaku terharu dan mengapresiasi langkah para personel intel yang hadir dengan pendekatan berbeda—lebih hangat dan penuh empati.

Aksi sosial ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, tak hanya dalam tugas penegakan hukum dan keamanan, tetapi juga dalam kegiatan kemanusiaan yang membawa manfaat nyata selama Ramadan.(**)

Continue Reading

Trending