Connect with us

Olah Raga

Andi Ady Aksar Siap Benahi KONI Sultra Pasca-Krisis Kepemimpinan

Published

on

Andy Adu Aksar bersama tim TPP usai mengembalikan formulir pendaftaran

KENDARI, KENDARI24.COM – Andi Ady Aksar, keponakan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka, menjadi satu-satunya kandidat calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra setelah mengembalikan dokumen pendaftaran ke panitia penjaringan pada Rabu, 23 Juli 2025.

Musyawarah Olahraga Luar Biasa (Musorproblub) digelar menyusul mosi tidak percaya terhadap pengurus KONI Sultra sebelumnya yang dipimpin Alfian Taufan Putra, anak mantan Gubernur Sultra Ali Mazi. Ketua KONI Sultra sebelumnya dianggap tidak menjalankan roda organisasi dengan baik, sehingga KONI Pusat menyetujui pelaksanaan Musorproblub dan menunjuk Pabrik Yamsul sebagai penanggung jawab.

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Sultra, La Sawali, menjelaskan bahwa dari dua kandidat yang mengambil formulir, hanya Andi Ady Aksar yang mengembalikan berkas.

“Kami telah bekerja secara maksimal dalam proses penjaringan. Formulir pendaftaran diambil oleh Laode Hasanuddin Kansi dan Andi Ady Aksar. Namun, hanya Andi Ady Aksar yang mengembalikan berkas tersebut,” beber La Sawali.

Berkas Andi Ady Aksar dinyatakan lengkap, mencakup 13 dokumen seperti SKCK, surat keterangan dokter, dan delapan formulir lainnya.

“Semua dokumen lengkap. Nanti akan kita verifikasi apakah dokumennya diterima atau tidak. Yang pasti tim pemenangan Andi Ady Aksar telah memenuhi syarat,” ujar La Sawali.

Syarat pencalonan ketua KONI Sultra meliputi minimal 30 persen dukungan dari kepengurusan KONI kabupaten/kota dan cabang olahraga (cabor).

Ketua Tim Pemenangan Andi Ady Aksar, Sofyan, menyatakan bahwa dukungan yang diperoleh melebihi syarat minimum, yakni 14 kepengurusan KONI kabupaten/kota kecuali, Buton Selatan, Wakatobi dan Buton dan 50 cabang olahraga.

“Lima cabor lainnya tidak dapat memberikan dukungan karena masa kepengurusan mereka telah berakhir,” tutur Sofyan.

Andi Ady Aksar yang ditemui saat mengembalikan formulir pendaftaran memaparkan visinya untuk memajukan olahraga Sultra. Ia juga berkomitmen memperbaiki manajemen KONI Sultra.

“Visi dan misi saya adalah menyinergikan KONI dengan Pemerintah Provinsi Sultra, serta membawa olahraga Sultra ke kancah nasional dan internasional,” tegas Andi Ady Aksar.

“Insyaallah, KONI Sultra ke depan kita akan upayakan dan optimalkan sinergitas. Memaksimalkan prestasi yang ada, dan siap memajukan olahraga di Sultra,” tambahnya.

TPP akan melanjutkan proses dengan verifikasi dokumen untuk memastikan kelengkapan dan keabsahan. (**)

Olah Raga

CISC Kendari Cup siap Digelar, 154 Tim Usia Dini Siap berlaga

Published

on

By

KENDARI — Ratusan tim dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) dan akademi sepak bola se-Sulawesi dijadwalkan ambil bagian dalam Turnamen Sepak Bola Usia Dini SSB CISC Kendari Cup 1. Turnamen ini akan berlangsung pada 16–21 Desember 2025 di Lapangan Benu-Benua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Turnamen perdana ini diprediksi mencatat partisipasi besar. Berdasarkan data panitia, sebanyak 154 tim dari kategori usia U10, U12, dan U14 akan bertanding dalam 252 pertandingan. Peserta tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara, tetapi juga melibatkan perwakilan dari sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah.

Ketua Panitia, Akbar Djufri, menyebutkan sebanyak 154 tim dari 53 SSB telah terdaftar dan siap berlaga. Tingginya jumlah peserta dinilai menjadi indikator kuat antusiasme terhadap pembinaan sepak bola usia dini.

“Kami sangat bangga melihat lonjakan jumlah peserta untuk turnamen pertama SSB CISC Kendari CUP 1. Ini adalah bukti bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia terus berkembang. Tujuan utama kami bukan hanya mencari juara, tetapi juga memberikan wadah kompetisi yang sehat, menumbuhkan fair play, dan tentu saja, menciptakan kegembiraan bagi anak-anak,” ujarnya. Sabtu (13/12/2025).

Lebih lanjut, Akbar menjelaskan bahwa kompetisi ini menitikberatkan pada aspek pembinaan serta pendidikan karakter. Sistem dan aturan pertandingan dirancang agar setiap pemain mendapatkan kesempatan bermain yang merata, sekaligus menanamkan nilai kerja sama tim dibandingkan sekadar mengejar hasil akhir.

“Tujuannnya adalah sebagai wadah pengembangan usia dini, menjalin persaudaraan antar SSB serta mengembangkan kualitas sepakbola khususnya usia dini,” jelasnya.

Selain itu, turnamen mini soccer ini juga memperebutkan total hadiah sebesar Rp45 juta.

“Selain piala dan medali, panitia juga menyiapkan penghargaan individu seperti Top score, best player dan best goal keeper untuk setiap kategori usia, yang diharapkan dapat memotivasi para talenta muda,” pungkasnya.

Melalui turnamen ini, diharapkan lahir bibit-bibit unggul pesepak bola masa depan yang mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa di tingkat nasional maupun internasional. Masyarakat pun diimbau untuk hadir dan memberikan dukungan positif kepada para atlet muda yang berlaga.(**)

Continue Reading

Olah Raga

Dua Atlet Dayung asal Sultra Harumkan nama Indonesia di Sea Games Thailand

Published

on

By

KENDARI – Cabang olahraga dayung kembali mengharumkan nama Indonesia pada ajang SEA Games Thailand ke 33 tahun 2025. Dua atlet nasional asal Sulawesi Tenggara, Sofiyanto dan Burhan, berhasil mempersembahkan medali perunggu dari sejumlah nomor yang dipertandingkan.

Sofiyanto sukses meraih dua medali perunggu masing-masing dari nomor C2 putra jarak 500 meter dan C4 putra jarak 200 meter. Sementara itu, Burhan turut menyumbangkan medali perunggu dari nomor C4 putra jarak 200 meter.

Pelatih Tim Nasional Dayung, Alwin, yang juga berasal dari Sulawesi Tenggara mengapresiasi perjuangan kedua atlet yang dinilainya telah tampil maksimal di tengah ketatnya persaingan pada ajang multievent Asia Tenggara tersebut.

“Ini adalah hasil kerja keras atlet. Kami berharap ada perhatian lebih dari pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, terhadap atlet-atlet berprestasi agar pembinaan dan dukungan bisa terus berkelanjutan,” ujar Alwin. Sabtu (13/12/2025)

Menurutnya, perhatian pemerintah daerah sangat penting, baik dalam hal pembinaan jangka panjang, peningkatan fasilitas latihan, maupun kesejahteraan atlet, sehingga potensi atlet asal Sultra dapat terus berkembang dan berkontribusi bagi prestasi nasional.

Keberhasilan Sofiyanto dan Burhan di SEA Games Thailand 2025 ini sekaligus menegaskan ketatnya persaingan di nomor C4 putra 200 meter. Pada final tersebut, Thailand keluar sebagai peraih medali emas dengan catatan waktu 34,223 detik, disusul Myanmar yang meraih perak dengan waktu 35,056 detik, sementara Indonesia finis ketiga dan meraih perunggu dengan catatan waktu 35,134 detik. Adapun Vietnam menempati posisi keempat dengan waktu 36,124 detik. Hasil ini diharapkan menjadi motivasi bagi atlet-atlet dayung Sulawesi Tenggara untuk terus meningkatkan prestasi di level internasional.

Keberhasilan Sofiyanto dan Burhan di SEA Games Thailand 2025 diharapkan menjadi pemicu semangat bagi atlet-atlet dayung lainnya dari Sulawesi Tenggara untuk terus berprestasi di level nasional dan internasional.(**)

Continue Reading

Olah Raga

Kickboxing Sultra Raih 8 Medali di Debut Kejurnas 2025 Jakarta

Published

on

By

Ketua KI Sultra Afdhal bersama atlet tim kickboxing Sultra

JAKARTA, Pengurus Provinsi Kickboxing Indonesia (KI) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil mencatatkan prestasi gemilang pada debutnya di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kickboxing Senior dan Junior 2025. Bertanding di GOR Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, dari 28 November hingga 3 Desember 2025, kontingen Sultra yang baru terbentuk berhasil membawa pulang 8 medali meski diikuti 266 atlet dari 19 provinsi.

Puncak prestasi diraih oleh Muhammad Saleh Karnawi yang menyabet medali emas di kelas 57 kg nomor Ring Sport Kickboxing Pro K1. Pada partai final, Saleh Karnawi berhasil mengalahkan Leonargen Oppue dari DKI Jakarta, tuan rumah kejuaraan. Medali lainnya diperoleh dari berbagai nomor seperti Ring Sport Low Kick, Ring Sport Full Contact, Tatami Point Fighting, dan Tatami Kick Light.

Ketua Umum Kickboxing Sultra, Afdhal, menyatakan rasa syukur atas capaian atlet dan akan menjadi pembelajaran dan pengalaman tanding.

“Ini merupakan kejuaraan nasional pertama yang kami ikuti. Kami bersyukur ini menjadi pembelajaran dan pengalaman awal bagi para atlet Sultra. Ke depan, kami akan lebih mempersiapkan diri untuk event-event mendatang, khususnya PON Beladiri 2026 di Sulawesi Utara,” ujar Afdhal. Rabu (3/11/2025).

Ajang Kejurnas ini tidak hanya sebagai kompetisi, tapi juga seleksi untuk menjaring atlet potensial mewakili Sultra di PON 2026.

“Capaian ini menjadi kebanggaan awal bagi kami dan Sulawesi Tenggara, karena seluruh atlet merupakan putra-putri asli Sultra, binaan dojo dan camp lokal. Kami berprinsip, apa gunanya medali jika bukan hasil binaan sendiri,” tambah Afdhal.

Prestasi ini membuktikan potensi besar atlet Sultra di cabang olahraga bela diri kickboxing, sekaligus menjadi modal berharga menuju multievent nasional mendatang. Selamat kepada seluruh kontingen Kickboxing Sultra.(**)

Continue Reading

Trending