Connect with us

News

Imigrasi Kendari Perkuat Koordinasi Pengawasan Orang Asing Lewat Rapat Timpora di Kolaka

Published

on

KOLAKA, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari kembali menggelar kegiatan Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Peran TIMPORA dalam Menjaga Stabilitas Keamanan Daerah melalui Pengawasan Orang Asing”. Kamis (30/10/2025).

Bupati Kolaka Amri resmi mrmbuka kegiatan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, keberadaan TIMPORA sangat penting sebagai wadah koordinasi lintas instansi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di daerah yang menjadi pusat investasi nasional.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kabupaten Kolaka saat ini menjadi salah satu daerah dengan investasi terbesar di Sulawesi Tenggara. Terdapat empat proyek strategis nasional (PSN) yang sedang dibangun di wilayah kami. Oleh karena itu, pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing sangat penting agar seluruh kegiatan investasi berjalan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Rapat dihadiri oleh berbagai unsur instansi daerah, termasuk Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kolaka, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kolaka, Polres Kolaka, Kodim 1412 Kolaka, Kejaksaan Negeri Kolaka, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, BIN Daerah, serta BNN Kabupaten Kolaka.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tenggara juga turut hadir sebagai narasumber. Beliau menyampaikan bahwa pengawasan orang asing perlu ditingkatkan di Kolaka dikarenakan banyaknya TKA di daerah tersebut . Selain itu Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan Unit Kerja Keimigrasian (UKK) menjadi tujuan utama dalam mendekatkan pelayanan keimigrasian dan diharapkan dapat semakin memperkuat fungsi pengawasan terhadap orang asing, karena Imigrasi kini hadir langsung di kabupaten Kolaka.

Ditemui setelah acara Timpora, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari, Muhammad Novrian Jaya, menegaskan bahwa keberadaan orang asing di wilayah investasi seperti Kolaka perlu diawasi secara terpadu melalui peran aktif TIMPORA.

“Kabupaten Kolaka merupakan salah satu daerah dengan aktivitas industri dan investasi asing yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pengawasan keberadaan dan kegiatan orang asing tidak dapat dilakukan secara mandiri, tetapi harus melalui sinergi lintas sektor yang efektif,” jelas Novrian.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antarinstansi dalam menyamakan persepsi dan langkah strategis terhadap potensi permasalahan keimigrasian di daerah, seperti penyalahgunaan izin tinggal, perlintasan tenaga kerja asing, hingga aspek kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan hukum keimigrasian.

Penyelenggaraan rapat TIMPORA di Kolaka menjadi salah satu bentuk komitmen Kantor Imigrasi Kendari dalam memperluas koordinasi pengawasan orang asing di wilayah kerjanya, yang meliputi delapan kabupaten dan satu kota di Sulawesi Tenggara.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh instansi terkait dapat semakin memperkuat perannya dalam menjaga keamanan daerah sekaligus memastikan seluruh kegiatan investasi, khususnya proyek strategis nasional, berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.

“Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap proyek-proyek strategis nasional. Kami berharap sinergi ini terus terjaga agar pengawasan keimigrasian di wilayah Kolaka dapat berjalan optimal dan mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tutup Novrian.(**)

Continue Reading

Kesehatan

Unggul Telak di Kongres Daerah, Hasan Pimpin Persagi Sultra Periode 2025–2029

Published

on

By

Hasan menerima pataka kepengurusan Pergasi Sultra

KENDARI – Hasan resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Sulawesi Tenggara masa bakti 2025–2029. Ia meraih suara terbanyak dalam Kongres Daerah Persagi Sultra dengan perolehan 15 suara. Sabtu (17/1/2025).

Dalam pemilihan tersebut, tiga nama diusulkan sebagai calon ketua. Prof. Wa Ode Salma memperoleh 4 suara, Wiralis meraih 3 suara, sementara Hasan unggul dengan 15 suara. Total suara berasal dari 5 suara pengurus DPD dan 17 suara pengurus DPC kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.

Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Hasan menyatakan kesiapannya melanjutkan perjuangan dalam menjaga marwah profesi ahli gizi serta memastikan Persagi terus memberi manfaat bagi anggota maupun masyarakat luas.

“Proses kongres telah kita lalui dengan berbagai dinamika dan perbedaan pandangan. Namun hari ini yang tersisa hanyalah satu tujuan bersama, yakni Persagi yang lebih kuat, lebih profesional, dan lebih berdampak,” ujar Hasan.

Ia menegaskan bahwa pascakongres tidak ada lagi sekat perbedaan di tubuh organisasi. Seluruh anggota, menurutnya, merupakan satu kesatuan dalam keluarga besar Persagi Sulawesi Tenggara.

“Tidak ada lagi kami atau mereka. Yang ada hanyalah kita, keluarga besar Persagi Sulawesi Tenggara,” tegasnya.

Hasan juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus DPD Persagi Sultra periode sebelumnya atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan.

“Jejak pengabdian yang telah ditorehkan menjadi fondasi yang kokoh bagi kami untuk melangkah lebih jauh. Tugas kami bukan memulai dari nol, tetapi melanjutkan, memperbaiki, dan menguatkan,” ungkapnya.

Menghadapi masa kepengurusan ke depan, Hasan menilai tantangan persoalan gizi akan semakin kompleks, mulai dari isu ketahanan pangan hingga tuntutan profesionalisme di era transformasi digital. Menurutnya, peran ahli gizi menjadi semakin strategis dalam menjawab tantangan tersebut.

Pascakongres, Hasan menyatakan siap segera menyusun struktur kepengurusan DPD Persagi Sultra periode 2025–2029 serta mempersiapkan pelaksanaan rapat kerja daerah sebagai langkah awal penyusunan program kerja organisasi ke depan.(**)

Continue Reading

News

La Ode Darwin Tegaskan Konsolidasi Golkar Sultra Lewat Musda DPD II

Published

on

By

La ode Darwin, Ketua DPD I Golkar Sultra

KENDARI – Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara membuka kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Kepulauan yang digelar di salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu (17/1/2026).

Ketua DPD I Partai Golkar Sultra, La Ode Darwin, mengatakan Musda DPD II tersebut merupakan rangkaian Musda pertama yang digelar secara serentak dan akan berlangsung hingga Maret 2026 di 15 DPD II kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara.

“Musda ini kita mulai sekarang dan akan berakhir pada maret mendatang, diikuti seluruh DPC kabupaten dan kota di sultra,” kata La Ode Darwin.

Darwin menjelaskan, Musda DPD II Golkar Kota Kendari dan Konawe Kepulauan dilaksanakan secara aklamasi. Untuk DPD II Golkar Kota Kendari, kepemimpinan kembali dipercayakan kepada La Ode Muhammad Inarto, sementara DPD II Golkar Konawe Kepulauan dipimpin oleh Muhammad Farid yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Konawe Kepulauan.

“Akhir Maret nanti para ketua akan dikukuhkan oleh Ketua umum parti Golkar dan akan di pusatkan di kabupaten Konawe,” ujarnya.

Ketua DPD I Golkar Sultra yang juga Bupati Muna Barat ini menegaskan, Musda Golkar juga menjadi momentum konsolidasi partai dalam menghadapi agenda politik ke depan, termasuk penyiapan bakal calon legislatif.

Ia menargetkan proses pencalonan bakal calon anggota DPRD dari Partai Golkar dapat dituntaskan pada akhir 2026 dan dirampungkan secara menyeluruh pada 2027.

“Kita menyusun caleg di akhir desember 2026 dari semua dapil dan kabupaten/kota, kemudian akan diverifikasi kembali pada akhir 2027. ada dua alat ukur utama bagi caleg, yakni memiliki basis dukungan dan kemampuan finansial sebagai modal awal untuk bertarung,” tegasnya.

Melalui Musda ini, Partai Golkar Sulawesi Tenggara berharap struktur kepengurusan di tingkat kabupaten dan kota semakin solid dalam memperkuat mesin partai menghadapi agenda politik mendatang.(**)

Continue Reading

News

DPD Persagi Sultra Gelar Kongres ke VI di Kendari, Agenda LPJ dan Pemilihan Ketua

Published

on

By

Proses jalannya Kongres IV Persari Sultra

KENDARI – Dewan Pengurus Daerah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPD Persagi) Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Kongres ke VI di salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu (17/1/2026).

Kongres tersebut menjadi forum evaluasi organisasi sekaligus agenda pemilihan kepengurusan baru DPD Persagi Sulawesi Tenggara untuk periode 2024–2029.

I Made Rai Sudarsono, mengatakan kegiatan diawali dengan rapat pleno Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus DPD Persagi Sultra periode sebelumnya.

“Ada dua agenda besar dalam kongres ini, yakni pleno laporan pertanggungjawaban pengurus dan pemilihan ketua DPD Persagi Sultra periode 2024–2029,” kata Made Rai Sudarsono, kepala seksi humas dan publikasi kongres.

Ia menjelaskan, proses pencalonan ketua masih berlangsung dan terbuka bagi seluruh anggota DPD maupun DPC Persagi di kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara, sepanjang memenuhi persyaratan sesuai AD/ART organisasi.

“Proses pencalonan masih berjalan dan kita membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anggota yang memenuhi syarat untuk mencalonkan diri,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kongres, Hasan, menjelaskan bahwa kongres seharusnya dilaksanakan pada tahun 2024, namun mengalami penundaan karena Surat Keputusan kepengurusan periode 2019–2024 baru ditetapkan pada Juli 2020.

“masa kepengurusan lima tahun baru berakhir di 2025, sehingga secara organisasi masih lazim jika kongres dilaksanakan pada 2025. namun karena keterbatasan waktu di akhir tahun, akhirnya disepakati dilaksanakan pada awal 2026,” jelas Hasan.

Kongres ke VI Persagi Sultra ini diikuti sekitar 150 peserta yang merupakan perwakilan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persagi kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara, pengurus DPD Persagi Sultra, serta anggota luar biasa Persagi.

Panitia berharap, kongres dapat berjalan lancar dan menghasilkan ketua serta kepengurusan DPD Persagi Sulawesi Tenggara yang mampu membawa organisasi semakin profesional dan berkontribusi bagi peningkatan gizi masyarakat di daerah. (**)

Continue Reading

Trending