Connect with us

News

30 Jemaah Umrah Asal Kendari Diduga Terlantar di Madinah, Polisi Selidiki Travel Travelina Indonesia

Published

on

KENDARI24.COM – Sebanyak 30 calon jemaah umrah asal Kendari diduga ditelantarkan oleh pihak travel setelah diberangkatkan ke Madinah.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, para jemaah telah tiba di Madinah sejak 15 Februari 2026. Namun setibanya di sana, mereka dikabarkan tidak mendapatkan kejelasan terkait akomodasi maupun konsumsi sebagaimana dijanjikan.

Salah seorang korban mengungkapkan, awalnya rombongan berjumlah 64 orang. Namun setelah terjadi desakan, sebanyak 30 orang diberangkatkan lebih dahulu ke Madinah, sementara 34 lainnya masih tertahan di Jakarta tanpa kepastian.

“Dijanjikan berangkat empat hari kemudian, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Bahkan biaya hotel dan catering disebut belum dibayarkan oleh pihak travel,” ungkapnya.

Jemaah yang lebih dulu tiba di Madinah juga sempat transit di Doha sebelum melanjutkan perjalanan. Namun setibanya di Madinah, fasilitas penginapan yang dijanjikan tidak tersedia.

Di tengah kondisi tersebut, beredar informasi bahwa owner travel yang baru beberapa bulan berada di Kendari tengah menghadiri acara pernikahan di Angata dengan nilai panai mencapai Rp100 juta dan satu unit mobil.

Menyikapi persoalan tersebut, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari melakukan penyelidikan terhadap Travelina Indonesia selaku biro perjalanan yang memberangkatkan para jemaah.

Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Kendari, Ipda Ariel Mogens Ginting, menjelaskan bahwa perkara dugaan permasalahan jemaah umrah Travelina Indonesia saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

“Penanganan perkara ini dilakukan sehubungan adanya pemberitaan di media yang menjadi perhatian publik serta adanya atensi dari Ibu Wali Kota Kendari terhadap kondisi jemaah. Kami melakukan langkah penyelidikan untuk memastikan fakta dan memberikan kepastian hukum,” ujarnya. Senin (16/2/2026).

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan indikasi penggunaan dana jemaah secara lintas-periode keberangkatan. Dana jemaah Februari diduga digunakan untuk menutup kekurangan anggaran keberangkatan Januari, sementara dana jemaah Maret dipakai untuk menutup kekurangan periode Februari.

Selain itu, pada periode Februari terdapat tiket pesawat dan pemesanan hotel yang hangus akibat perubahan jadwal keberangkatan yang dipicu keterlambatan penerbitan visa. Kondisi tersebut turut menambah beban biaya penyelenggaraan dan memengaruhi keuangan perusahaan.

Terkait dugaan penggunaan dana untuk kepentingan pribadi, penyidik belum dapat memastikan. Namun ditemukan penggunaan rekening yang digabung antara operasional dan pribadi, sehingga berpotensi menimbulkan penggunaan dana di luar peruntukan. Hal ini masih dalam pendalaman melalui penelusuran aliran dana.

“Kualifikasi unsur pidana dan pihak yang bertanggung jawab masih dalam proses pendalaman berdasarkan keterangan saksi dan dokumen keuangan. Sampai saat ini belum ada penetapan tersangka,” tegasnya.

Polresta Kendari memastikan proses penanganan dilakukan sesuai prosedur hukum, dan setiap perkembangan akan disampaikan secara terbuka melalui rilis resmi.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam memilih biro perjalanan umrah. Calon jemaah diminta memastikan travel memiliki izin resmi dari kementerian terkait, memahami secara jelas paket dan kelogisan harga yang ditawarkan, serta menyimpan seluruh bukti transaksi dan komunikasi sebagai langkah antisipasi apabila terjadi permasalahan di kemudian hari.(**)

Continue Reading

News

Polda Sultra Catat Penurunan Kecelakaan 14 Persen Selama Operasi Ketupat

Published

on

By

KENDARI24.COM — Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Tenggara mencatat capaian positif selama pelaksanaan Operasi Ketupat Anoa 2026 dalam rangka pengamanan arus mudik dan arus balik Idulfitri.

Berdasarkan hasil evaluasi, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Sulawesi Tenggara mengalami penurunan sebesar 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi meskipun jumlah pemudik mengalami peningkatan di berbagai moda transportasi.

Data Ditlantas Polda Sultra menunjukkan, arus mudik melalui jalur darat meningkat 15 persen, jalur laut 19 persen, dan jalur udara 23 persen. Sementara itu, jumlah pelanggaran lalu lintas justru mengalami penurunan signifikan hingga 79 persen.

Dirlantas Polda Sultra Kombes Pol. Dr. Argowiyono mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta optimalnya langkah pengamanan yang dilakukan aparat.

“Penurunan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat serta efektivitas langkah preemtif, preventif, dan represif yang telah dilaksanakan oleh jajaran kepolisian,” ujarnya. Jumat (3/4/2026).

Ia menambahkan, keberhasilan operasi juga didukung oleh kesiapan personel di lapangan, optimalisasi pos pengamanan dan pos pelayanan, serta penerapan rekayasa lalu lintas di titik rawan kemacetan dan kecelakaan.

Selain itu, sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan turut berperan penting dalam menjaga kelancaran arus mudik dan balik. Dukungan program seperti mudik gratis, pembatasan kendaraan angkutan berat, hingga kebijakan Work From Anywhere (WFA) juga dinilai membantu mengurai kepadatan lalu lintas.

Meski demikian, Ditlantas Polda Sultra tetap melakukan evaluasi terhadap sejumlah aspek, terutama kepatuhan pengguna jalan di titik tertentu serta pengelolaan arus saat puncak kepadatan.

“Ke depan, kami berharap kesadaran dan disiplin masyarakat semakin meningkat sehingga tercipta lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar secara berkelanjutan,” tutup Argowiyono.(**)

Continue Reading

News

Lantik Dua Pejabat Tinggi, Menteri Imipas Tekankan Profesionalisme dan Tanggung Jawab

Published

on

By

KENDARI24.COM — Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, resmi melantik dan mengambil sumpah dua pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Rabu (1/4), di Jakarta.

Dua pejabat yang dilantik yakni Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi serta Iwan Santoso sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum.

Pelantikan tersebut turut dirangkaikan dengan serah terima jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi dari Brigjen Pol. Yuldi Yusman kepada Hendarsam Marantoko. Diketahui, Yuldi Yusman telah mengemban amanah sebagai Plt Dirjen Imigrasi selama kurang lebih satu tahun terakhir.

Dalam sambutannya, Menteri Agus menyampaikan ucapan selamat sekaligus menegaskan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi juga menjadi teladan dalam profesionalisme dan etika kerja.

“Semoga amanah yang resmi saudara emban mulai hari ini bukan hanya sekadar menjalankan tugas dan tanggung jawab jabatan, tetapi juga sebagai panutan dalam profesionalisme dan etika kerja,” ujar Agus.

Ia menegaskan, Kemenimipas sebagai bagian dari Kabinet Merah Putih menjalankan kewenangan yang merupakan pendelegasian langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, seluruh jajaran dituntut memberikan kontribusi terbaik demi tercapainya tujuan nasional.

“Perlu kita sadari bahwa segala kewenangan yang kita miliki adalah merupakan pendelegasian dari kewenangan Bapak Presiden kepada kita sekalian,” tegasnya.

Selain itu, Agus juga mengingatkan bahwa seluruh anggaran kementerian bersumber dari uang rakyat, sehingga penggunaannya harus benar-benar diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Anggaran yang membiayai seluruh kegiatan kita adalah uang rakyat. Jadi penggunaannya harus berorientasi untuk memberikan kontribusi bagi upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Menutup arahannya, Menteri Agus menyampaikan pesan reflektif kepada seluruh jajaran agar menjadikan setiap momen sebagai kesempatan untuk memberikan manfaat bagi sesama.

“Setiap saat adalah baru. Dan yang kita jalani adalah sisa. Mudah-mudahan sisa perjalanan yang ada adalah manfaat kepada orang lain. Mudah-mudahan di sisa waktu yang ada bersama kita, bukan hanya kelihatan hidup, tetapi benar-benar hidup,” tuturnya.(**)

Continue Reading

News

Mutasi Polri, Kombes Hartoyo Jabat Irwasda Polda Sulsel

Published

on

By

Sertijab Irwasda Polda Sultra, Kombes Hartoyo Dimutasi ke Polda Sulsel

KENDARI24.COM — Jabatan Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Sulawesi Tenggara resmi berganti. Kombes Pol Johanes Pangihutan Siboro ditunjuk sebagai Irwasda Polda Sultra menggantikan Kombes Pol Hartoyo.

Serah terima jabatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sultra, Didik Agung Widjanarko, dalam upacara yang digelar di Aula Dachara Polda Sultra, Senin (30/3/2026).

Kombes Pol Johanes Pangihutan Siboro sebelumnya menjabat sebagai Irbidjemensarpras Itwil III Itwasum Polri. Sementara itu, Kombes Pol Hartoyo dimutasi ke jabatan baru sebagai Irwasda Polda Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Kapolda Sultra menyampaikan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang lumrah di lingkungan Polri sebagai bagian dari pembinaan karier serta penyegaran organisasi.

“Mutasi jabatan di lingkungan Polri merupakan hal yang biasa, sebagai bentuk peremajaan organisasi serta pengembangan karier personel,” ujar Kapolda.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kombes Pol Hartoyo atas dedikasi dan kinerjanya selama bertugas di Polda Sultra.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi, loyalitas, dan profesionalitas selama mengabdi di Polda Sultra, serta selamat atas jabatan baru di Polda Sulawesi Selatan,” tambahnya.

Kepada pejabat baru, Kapolda berharap Kombes Pol Johanes Pangihutan Siboro dapat segera beradaptasi dan melanjutkan program kerja yang telah berjalan.

“Saya berharap pejabat yang baru dapat segera menyesuaikan diri dan melanjutkan program yang sudah ada,” tutupnya.

Kegiatan sertijab tersebut turut dihadiri Wakapolda Sultra Gidion Arief Setyawan, para pejabat utama Polda Sultra, Kapolres jajaran, Bhayangkari, serta personel Polda Sultra. (***)

Continue Reading

Trending