Connect with us

News

Terseret Arus Sungai, Seorang anak di Kendari Ditemukan Meninggal Dunia

Published

on

Ilustrasi

KENDARI24.COM – Seorang anak ditemukan meninggal dunia usai diduga terseret arus kali di Kelurahan Punggoloba, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Minggu (10/5/2026).

Korban ditemukan di sekitar kawasan asrama dayung setelah sebelumnya dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di aliran sungai setempat.

Peristiwa tersebut diketahui dari video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, perekam video menyebut korban ditemukan di area muara kali Punggoloba.

Korban ditemukan dalam kondisi tertelungkup, dengan menggunakan baju berwarna biru tanpa celana.

Diduga korban bermain di sungai saat hujan melanda wilayah kota Kendari sehingga kondisi air meluap dan menghanyutkan korban.

“Sapa tau ada yang kehilangan, ditemukan anak-anak di asrama dayung (muara kali Punggoloba),” ujar perekam video.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, membenarkan adanya penemuan korban dalam kondisi meninggal dunia.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi awal, korban diduga terseret arus saat mandi di sungai.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan diduga mandi di sungai kemudian terseret arus,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, identitas lengkap korban maupun kronologi pasti kejadian tersebut masih belum diketahui. Aparat dan pihak terkait masih melakukan pendataan lebih lanjut.(**)

Continue Reading

News

Banjir Rendam Kendari, Brimob Dikerahkan Evakuasi Warga

Published

on

By

KENDARI24.COM – Puluhan personel Sat Brimob Polda Sulawesi Tenggara dikerahkan untuk membantu proses evakuasi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Kota Kendari, Minggu (10/5/2026).

Personel Brimob disiagakan di beberapa titik banjir guna membantu warga yang rumahnya terendam dan terjebak akibat tingginya debit air setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur Kota Kendari.

Komandan Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Sultra, Kompol Asri Diyni, mengatakan pihaknya menurunkan personel lengkap dengan perlengkapan keselamatan untuk mempercepat proses evakuasi masyarakat terdampak.

“Beberapa titik banjir yang cukup parah kami lakukan evakuasi menggunakan perahu karet, salah satunya di Lorong Kampus Avicena,” ujarnya.

Selain mengevakuasi warga, personel Brimob juga membantu menyelamatkan barang-barang berharga milik masyarakat serta memastikan situasi di lokasi tetap aman selama proses penanganan berlangsung.

Menurutnya, seluruh personel bersama peralatan keselamatan masih disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya wilayah terdampak maupun adanya permintaan bantuan darurat dari masyarakat.

“Kami terus bersiaga dan bergerak cepat membantu warga terdampak banjir. Masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat dapat segera menghubungi petugas,” tambahnya.

Hingga saat ini, aparat kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah lokasi banjir di Kota Kendari guna memastikan keselamatan warga serta kelancaran proses evakuasi.(**)

Continue Reading

News

Banjir Rendam Kendari, Basarnas Kerahkan 33 Personel Rescue

Published

on

By

KENDARI24.COM – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Kendari menyebabkan banjir di sejumlah titik pada Minggu (10/5/2026). Kondisi tersebut membuat Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari menurunkan tim rescue untuk melakukan evakuasi dan bantuan SAR kepada warga terdampak.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S, menjelaskan laporan awal diterima sekitar pukul 10.50 Wita dari komandan regu (danru) tim rescue yang tengah melaksanakan siaga mobile.

Laporan tersebut menyebutkan telah terjadi banjir di beberapa wilayah Kota Kendari dan membutuhkan bantuan evakuasi.

“Pada pukul 10.50 Wita terima laporan dari danru tim rescue yang melaksanakan siaga mobile yang melaporkan bencana banjir di beberapa titik di wilayah Kota Kendari dan membutuhkan bantuan SAR,” ujarnya.

Menindaklanjuti laporan itu, Basarnas Kendari langsung mengerahkan tiga tim rescue menuju lokasi terdampak.

“Berdasarkan informasi tersebut, pada pukul 11.05 Wita tiga Tim Rescue terdiri dari 33 personel diberangkatkan menuju LKP untuk memberikan bantuan SAR,” jelas Amiruddin.

Saat proses evakuasi berlangsung, kondisi cuaca di Kota Kendari masih diguyur hujan. Selain itu, kondisi air laut yang sedang pasang turut memperparah genangan di sejumlah kawasan.

Basarnas memperkirakan air pasang akan mulai surut sekitar pukul 21.00 Wita.

Hingga saat ini, Basarnas Kendari masih melakukan proses evakuasi warga serta pendataan korban terdampak banjir.

Sejumlah wilayah yang terdampak dilaporkan tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kota Kendari.

“Basarnas Kendari saat ini masih melakukan evakuasi dan mendata korban. Sejumlah wilayah terdampak hampir semua kecamatan di Kota Kendari,” pungkasnya. (**)

Continue Reading

News

TIMPORA Bombana Terbentuk, Imigrasi Perkuat Pengawasan Orang Asing dan Cegah TPPO

Published

on

By

KENDARI24.COM – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari membentuk sekaligus menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) di Kabupaten Bombana, sebagai langkah memperkuat pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing di daerah tersebut.

Kegiatan yang mengusung tema “Peran TIMPORA dalam Menjaga Stabilitas Keamanan Daerah melalui Pengawasan Orang Asing dan Pencegahan TPPO/TPPM” itu menjadi bagian dari upaya antisipasi dini terhadap potensi meningkatnya arus warga negara asing seiring berkembangnya kawasan industri di Kabupaten Bombana.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari, Muhammad Novrian Jaya, mengatakan TIMPORA memiliki peran strategis sebagai wadah koordinasi lintas instansi dalam pengawasan orang asing.

“TIMPORA merupakan wadah koordinasi lintas instansi yang memiliki peran strategis dalam melakukan pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing. Melalui sinergi antarinstansi, pengawasan dapat dilakukan lebih efektif, maksimal, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Selain memperkuat pengawasan, Imigrasi Kendari juga berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui program Imigrasi untuk Rakyat.

Muhammad Novrian Jaya menjelaskan, pihaknya akan menghadirkan layanan IKENI LAPAK atau Imigrasi Kendari Layanan Paspor Antar Kabupaten di Bombana.

“Melalui program Imigrasi untuk Rakyat, kami akan menghadirkan IKENI LAPAK sebagai layanan jemput bola. Mengingat jarak Bombana ke Kendari cukup jauh, kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan keimigrasian tanpa harus datang langsung ke Kota Kendari,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tenggara, Ganda Samosir, menegaskan pengawasan terhadap orang asing tidak dapat dilakukan secara parsial dan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

“Pengawasan orang asing merupakan tanggung jawab kami, namun tidak dapat dilakukan sendiri. Diperlukan sinergi seluruh elemen pemerintah dan masyarakat agar pengawasan berjalan optimal dan setiap potensi pelanggaran bisa diantisipasi sejak dini,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).

“Kita harus meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik TPPO dan TPPM agar masyarakat tidak menjadi korban. Peran aktif seluruh elemen sangat dibutuhkan dalam mengenali potensi tindak pidana tersebut,” ungkapnya.

Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, menyampaikan apresiasi atas pembentukan TIMPORA serta dukungan pelayanan keimigrasian yang akan dihadirkan di daerahnya.

“Kami mengapresiasi terbentuknya TIMPORA di Kabupaten Bombana. Dengan adanya tim ini, koordinasi lintas instansi dalam pengawasan orang asing dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi,” katanya.

Ia juga menyebut Pemerintah Kabupaten Bombana siap memfasilitasi layanan keimigrasian melalui Mall Pelayanan Publik agar masyarakat tidak lagi harus mengeluarkan biaya besar untuk mengurus dokumen ke Kendari.

“Kami berharap keberadaan TIMPORA dapat memberikan manfaat nyata dalam menjaga stabilitas keamanan daerah serta memperkuat pengawasan orang asing di Bombana,” tambahnya.

Dengan terbentuknya TIMPORA, koordinasi lintas sektor diharapkan semakin solid dalam menghadapi dinamika masuknya warga negara asing di tengah percepatan pembangunan dan investasi di Kabupaten Bombana.(**)

Continue Reading

Trending