Connect with us

Ragam

Anggota BPK Haerul Saleh Meninggal dalam Kebakaran, AYP: Beliau Sosok Peduli Warga Sultra

Published

on

KENDARI24.COM – Kabar duka datang dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Anggota IV BPK RI, Haerul Saleh, meninggal dunia akibat kebakaran rumah di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat 8 Mei 2026 pagi.

Peristiwa kebakaran terjadi di kediaman korban di kawasan Jalan Teratai, Tanjung Barat. Api dilaporkan muncul dari lantai tiga rumah dan diduga dipicu material mudah terbakar sisa renovasi rumah.

Petugas pemadam kebakaran menerima laporan sekitar pukul 07.53 WIB dan langsung mengerahkan belasan unit mobil damkar ke lokasi. Namun korban dilaporkan tidak sempat menyelamatkan diri dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepergian Haerul Saleh meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak, termasuk tokoh asal Sulawesi Tenggara.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Andi Yuslim Patawari, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Haerul Saleh.

“Kami sangat berduka atas meninggalnya beliau. Pak Haerul Saleh adalah orang baik, sosok yang suka menolong dan sangat peduli terhadap sesama, khususnya masyarakat Sulawesi Tenggara,” ujar Andi Yuslim. Sabtu (9/4/2026).

Menurutnya, Haerul Saleh dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan memiliki perhatian besar terhadap kemajuan daerah asalnya.

“Beliau selalu memberi perhatian kepada warga Sultra dan banyak membantu tanpa melihat latar belakang. Kehilangan beliau tentu menjadi duka besar bagi kita semua,” tambahnya.

Andi Yuslim juga mengajak masyarakat mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Sementara itu, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran yang merenggut nyawa pejabat negara tersebut.(**)

Continue Reading

News

TMMD Konut Bangun Jembatan Ulusawa–Taipa, Akses Warga Segera Terbuka

Published

on

By

KENDARI24.COM – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1430/Konawe Utara terus menunjukkan progres signifikan. Salah satu sasaran strategis berupa pembangunan jembatan penghubung antara Desa Ulusawa dan Desa Taipa kini mulai terlihat bentuknya, sekaligus menjadi harapan baru bagi masyarakat setempat, Senin (4/5/2026).

Di tengah aktivitas pembangunan, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-128, Letkol Kav Kuswara, turun langsung meninjau lokasi. Ia memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana, dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi dan keselamatan kerja.

“Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi penghubung harapan masyarakat. Akses ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan akan jauh lebih terbuka,” ujar Kuswara di sela peninjauan.

Pembangunan jembatan ini disambut antusias oleh warga Desa Ulusawa dan Taipa. Selama ini, keterbatasan akses menjadi kendala utama mobilitas, terutama saat musim hujan yang kerap menghambat aktivitas warga.

Salah satu warga, Amiruddin, mengaku kehadiran jembatan tersebut sangat dinantikan. Menurutnya, selama ini masyarakat harus menempuh jalur yang sulit dan memakan waktu lebih lama untuk beraktivitas.

“Kalau jembatan ini selesai, kami tidak lagi kesulitan. Akses jadi lebih cepat dan aman, terutama untuk anak sekolah dan kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Melalui program TMMD, sinergi antara TNI dan masyarakat kembali terbangun kuat. Gotong royong yang terlihat di lapangan menjadi cerminan bahwa pembangunan bukan hanya soal fisik, tetapi juga mempererat kebersamaan dan persatuan.

Dengan progres yang terus dikebut, jembatan Ulusawa–Taipa ditargetkan segera rampung dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Kehadirannya diharapkan mampu membuka konektivitas antarwilayah serta mendorong peningkatan kesejahteraan warga di Konawe Utara.(**)

Continue Reading

Ragam

Sentuhan Humanis Satgas TMMD, Hangatkan Kebersamaan di Konawe Utara

Published

on

By

KENDARI24.COM – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1430/Konawe Utara tak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga menumbuhkan kedekatan emosional antara prajurit dan masyarakat. Hal itu terlihat di lokasi pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Amolame, Kecamatan Andowia, Rabu (29/4/2026).

Di tengah kesibukan menyusun bata dan merangkai konstruksi rumah, personel Satgas TMMD menyempatkan diri berinteraksi dengan warga, termasuk anak-anak yang berada di sekitar lokasi. Dengan sikap ramah dan penuh kehangatan, para prajurit terlihat menyapa, bercengkerama, hingga menenangkan anak-anak yang awalnya tampak malu.

Pemandangan tersebut menjadi potret lain dari pelaksanaan TMMD yang tak semata berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat. Sentuhan sederhana, sapaan hangat, dan kehadiran yang bersahabat menciptakan rasa kedekatan yang kian erat antara TNI dan warga.

Komandan Kodim 1430/Konawe Utara selaku Dansatgas TMMD ke-128, yang diwakili oleh Wadan Satgas Mayor Inf Hoer Apandi, menegaskan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari capaian fisik.

“Melalui interaksi sederhana seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa TNI selalu hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membangun kebersamaan dan kepedulian,” ujar Hoer Apandi.

Ia menambahkan, pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan TMMD, guna menumbuhkan kepercayaan serta memperkuat semangat gotong royong di lingkungan masyarakat.

Dengan tetap menjaga ritme pekerjaan pembangunan RTLH, personel Satgas terus berupaya menghadirkan suasana yang hangat dan inklusif. Bagi mereka, setiap bata yang tersusun bukan hanya menjadi dinding rumah, tetapi juga simbol kuat kemanunggalan TNI dan rakyat.(**)

Continue Reading

Ragam

Gelak Tawa Warnai Pembangunan RTLH TMMD ke-128, Kebersamaan TNI dan Warga Kian Terasa

Published

on

By

Gotong royong warga dan TNI

KENDARI24.COM – Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program TMMD ke-128 Kodim 1430/Konawe Utara di Desa Amolame berlangsung penuh kehangatan. Di tengah pengerjaan yang terus dikebut, suasana justru diwarnai gelak tawa warga yang ikut terlibat membangun rumah milik Hasruddin (40), seorang petani setempat, Selasa (28/4/2026).

Di bawah arahan Kepala Tukang, Serda Anton, warga tampak antusias ambil bagian. Meski sebagian besar bukan tukang, mereka tetap bersemangat membantu. Dari yang sehari-hari bekerja di kebun, kini beralih memegang palu dan mengaduk semen. Sesekali, kebingungan pun terlihat saat mencampur material bangunan, namun hal itu justru menambah suasana kebersamaan.

“Yang penting semangat dulu, urusan hasil belakangan. Yang penting rumahnya berdiri, bukan kita yang roboh,” ujar Solihin, disambut tawa warga lainnya.

Serda Anton dengan sabar membimbing warga yang terlibat. Ia menegaskan, partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan TMMD.

“Walaupun masih ada yang belajar, tapi kekompakan dan niat membantu itu yang paling penting,” katanya.

Di sisi lain, Hasruddin mengaku terharu melihat rumahnya dibangun secara gotong royong. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada TNI dan warga yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukan mereka.

Program TMMD ke-128 tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Di Desa Amolame, semangat gotong royong yang disertai canda tawa menjadi bukti bahwa pekerjaan berat akan terasa lebih ringan ketika dikerjakan bersama.(**)

Continue Reading

Trending