Connect with us

News

Di Balik Video Viral Supriyadi: Siapa Dua Pegawai KSOP yang Menemani?

Published

on

Supriyadi (batik) dan Indra pegawai KSOP Kendari

KENDARI24.COM – Kasus keluarnya narapidana korupsi tambang nikel, Supriyadi, dari Rumah Tahanan (Rutan) Kendari kian memunculkan tanda tanya besar. Setelah menghadiri sidang peninjauan kembali (PK), Supriyadi justru terpantau berada di sebuah coffee shop di kawasan Eks MTQ Kendari bersama dua orang yang diduga pegawai Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kendari.

Peristiwa tersebut viral di media sosial dan memicu sorotan publik terkait lemahnya pengawasan terhadap narapidana kasus korupsi.

Sebelumnya pelaksana tugas (Plt) Kepala Rutan Kendari, Laode Muhrim, membenarkan bahwa Supriyadi keluar untuk mengikuti sidang PK di Pengadilan Negeri Kendari. Namun, ia mengakui adanya kelalaian dalam pengawalan.

“Seharusnya setelah sidang PK, yang bersangkutan harus kembali ke rutan. Kami akui pengawalan lalai dan sudah dijatuhi hukuman,” tegas Muhrim, 14 April 2026.

Ia juga menyebut sosok yang mendampingi Supriyadi dalam video diduga merupakan staf.

“Yang di video itu stafnya katanya dulu,” ujarnya.

Namun, temuan di lapangan menunjukkan fakta lain. Dari penelusuran, dua orang yang ditemui Supriyadi diduga merupakan pegawai KSOP Kendari. Salah satunya terlihat mengenakan seragam dinas bernama Indra, sementara satu lainnya berpakaian sipil diduga salah satu pimpinan di KSOP Kendari dan telah lebih dulu berada di dalam coffee shop.

Yang menjadi sorotan, hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait tujuan pertemuan tersebut. Keberadaan dua pegawai instansi pelabuhan dalam pertemuan dengan narapidana korupsi di luar pengawasan ketat memunculkan pertanyaan serius mengenai potensi pelanggaran prosedur maupun etika.

Dalam video yang beredar, Supriyadi tampak tidak berada dalam pengawalan ketat sebagaimana standar operasional prosedur (SOP) terhadap tahanan. Bahkan, pihak yang berada di sekitarnya justru bukan petugas rutan.

Pakar hukum Universitas Muhammadiyah Kendari, Hariman Satria, menilai kondisi tersebut sebagai pelanggaran serius.

“Secara normatif, PK adalah hak konstitusional. Tapi yang menjadi masalah ketika terpidana justru keluyuran di luar pengawasan, itu jelas pelanggaran tata tertib,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan potensi penyimpangan dalam proses hukum apabila tidak diawasi secara ketat.

“Yang dikhawatirkan, secara formal dia mengajukan dalil PK, tapi di balik layar bisa saja ada sesuatu yang bersifat transaksional. Itu yang berbahaya,” tegasnya.

Kasus ini terus menjadi perhatian publik, mengingat Supriyadi merupakan terpidana korupsi yang seharusnya menjalani masa hukuman dengan pengawasan ketat. Aparat penegak hukum didesak mengusut tuntas dugaan pelanggaran prosedur, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.(**)

Continue Reading

News

Video Jalan Rusak Viral di HUT Sultra, Warga: 42 Tahun Tak Tersentuh

Published

on

By

KENDARI24.COM — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara pada 27 April 2026 diwarnai sorotan publik. Sebuah video yang memperlihatkan kondisi jalan rusak di Kecamatan Lalembuu, Kabupaten Konawe Selatan viral di media sosial dan memicu beragam reaksi.

Dalam video tersebut, seorang warga bernama Rijal menyampaikan kritik terhadap kondisi jalan yang dinilai belum mendapat perhatian serius dari pemerintah provinsi. Video itu beredar luas bertepatan dengan momentum perayaan HUT Sultra.

Rijal memperlihatkan ruas jalan di wilayah Lalembuu yang masih dalam kondisi memprihatinkan. Jalan berlubang dan berlumpur saat hujan menjadi keluhan utama warga. Padahal, akses tersebut merupakan jalur penting yang menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan masyarakat.

Sebagai bentuk kritik, Rijal bahkan membuat kue ulang tahun ke-62 dengan desain jalan aspal yang terkikis dan rusak, sebagai simbol kondisi infrastruktur di daerahnya.

“Ada desain jalan aspal yang terkikis atau pun sudah mulai rusak. Seakan-akan kurangnya perhatian, bukan persoalan dibiarkan tetapi memang tidak ada kepedulian dari pemerintah Sultra yang menjadi wewenang provinsi,” katanya. Senin (27/4/2026).

Ia menyebut ruas jalan tersebut berstatus jalan provinsi dan telah lama tidak mendapat perbaikan.

“Hanya selisih 20 tahun dari Provinsi Sulawesi Tenggara. Kurang lebih 42 tahun tidak tersentuh oleh pemerintah,” kata Rijal dalam videonya.

Viralnya video tersebut memperkuat keluhan warga terkait kondisi infrastruktur di wilayah pinggiran yang dinilai belum menjadi prioritas pembangunan.

Warga berharap pemerintah segera memberikan perhatian terhadap perbaikan jalan tersebut, mengingat akses itu menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Jadi harapan kami sebelum berusia 63 tahun bisa ada perhatian ataupun perbaikan agar jalan ini bisa dilalui dan tidak membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara tetap menggelar perayaan HUT ke-62 melalui kegiatan Harmoni Sultra dengan anggaran sebesar Rp1,97 miliar setelah dilakukan efisiensi dari usulan awal Rp3,7 miliar.

Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Ridwan Badallah, menyatakan bahwa penyesuaian anggaran tersebut tidak akan mengurangi kualitas kegiatan yang dipusatkan di Kendari.

“Anggarannya Rp1,97 tidak akan kurangi kualitas. Kota Kendari jadi pusat, semua kabupaten bisa jangkau karena ada kantor perwakilan,” ujar Ridwan Badallah dilansir dari lajur.co.

Kondisi ini kembali menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan, khususnya pada sektor infrastruktur dasar, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat di Sulawesi Tenggara.(**)

Continue Reading

News

TMMD 128 Bergerak Serentak, TNI dan Warga Bangun RTLH hingga Fasilitas MCK

Published

on

By

KENDARI24.COM – Komitmen TNI dalam mendorong percepatan pembangunan desa kembali ditunjukkan melalui pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1430/Konawe Utara di Desa Amolame, Kecamatan Andowia, Sabtu (25/4/2026).

Komandan Kodim (Dandim) 1430/Konawe Utara, Letkol Kav Kuswara, yang juga menjabat sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD, turun langsung ke lapangan membantu pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Hasruddin (39). Ia terlihat ikut bekerja bersama prajurit dan warga, mulai dari mengangkat material hingga proses pengerjaan konstruksi.

“Melalui TMMD ini, kami ingin membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, salah satunya dengan membangun rumah layak huni,” ujar Kuswara.

Tak hanya fokus pada pembangunan RTLH, semangat kebersamaan juga tampak dalam pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di desa tersebut. Anggota Satgas TMMD bersama warga bahu-membahu menyusun rangka besi dan papan cetakan pondasi MCK dengan peralatan sederhana.

Suasana gotong royong terlihat kuat, mencerminkan sinergi antara TNI dan masyarakat. Warga pun antusias terlibat langsung dalam setiap tahapan pekerjaan.

Risman, salah satu warga yang ikut membantu, mengaku senang bisa bekerja bersama anggota TNI. Menurutnya, pembangunan MCK sangat dibutuhkan untuk menunjang kebersihan dan kesehatan lingkungan.

“Kami sangat terbantu. Fasilitas ini memang sudah lama dibutuhkan warga,” ujarnya.

Selain pembangunan RTLH dan MCK, TMMD ke-128 juga menyasar pembangunan infrastruktur jalan penghubung Desa Amolame–Andowia, penyediaan air bersih melalui sumur bor, serta berbagai kegiatan nonfisik seperti penyuluhan bela negara, bahaya narkotika, dan penanganan stunting.

Program ini menjadi bukti nyata kehadiran TNI tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah pedesaan.

Dengan progres yang terus berjalan, TMMD ke-128 di Konawe Utara diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang, memperkuat kesejahteraan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Amolame.(**)

Continue Reading

News

Paspor Gratis Jadi Daya Tarik Booth Imigrasi Kendari di HUT Sultra

Published

on

By

KENDARI24.COM — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari menghadirkan layanan publik melalui booth pelayanan yang berlokasi di Booth 32, yang berlangsung pada 24 hingga 27 April 2026.

Kehadiran booth ini menjadi upaya Imigrasi Kendari untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat dengan konsep yang lebih santai dan interaktif. Pengunjung tidak hanya mendapatkan informasi seputar layanan keimigrasian, tetapi juga dapat mengikuti berbagai kegiatan menarik seperti permainan (games) dan pembagian merchandise.

Sebagai daya tarik utama, Imigrasi Kendari menghadirkan program spesial berupa pemberian paspor gratis kepada tiga orang yang lahir bertepatan dengan peringatan HUT ke-62 Sulawesi Tenggara. Program ini menjadi bentuk inovasi pelayanan sekaligus apresiasi kepada masyarakat.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari, Muhammad Novrian Jaya, menyampaikan bahwa kehadiran booth tersebut merupakan bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.

“Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pelayanan keimigrasian dengan pendekatan yang lebih terbuka, interaktif, dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang menyenangkan bagi masyarakat dalam mengenal layanan keimigrasian,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Ia menambahkan, inovasi seperti pemberian paspor gratis diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat kehadiran Imigrasi di tengah publik.

“Kami berharap kehadiran booth ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keimigrasian, sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan yang tersedia,” tambahnya.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama pelaksanaan kegiatan, menandakan meningkatnya minat terhadap layanan keimigrasian yang dikemas secara lebih menarik dan mudah dijangkau.

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, melalui program “Imigrasi untuk Rakyat” yang menekankan pentingnya kehadiran aktif jajaran imigrasi dalam memberikan pelayanan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Melalui partisipasi ini, Imigrasi Kendari menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, informatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (**)

Continue Reading

Trending