Connect with us

News

Tekan Angka Kematian Lalulintas, Pemprov–Polda Sultra Luncurkan Program Zero Fatality

Published

on

KENDARI – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menandatangani perjanjian kerja sama terkait peningkatan keselamatan serta penurunan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas di wilayah Sultra, Kamis (29/1/2026).

Melalui penandatanganan kerja sama tersebut, Pemerintah Provinsi Sultra secara resmi mencanangkan Program Sultra Zero Fatality sebagai upaya strategis menekan angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengatakan pencanangan Sultra Zero Fatality merupakan bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah dan Polda Sultra dalam mewujudkan lalu lintas yang aman dan berkeselamatan bagi masyarakat.

Ia menyampaikan, Pemprov Sultra bersama Polda Sultra akan fokus membangun serta memperbaiki berbagai fasilitas keselamatan lalu lintas, baik yang mengalami kerusakan maupun yang belum tersedia. Upaya tersebut meliputi perbaikan kondisi jalan, pemasangan rambu dan tanda peringatan, pembuatan marka jalan di titik rawan kecelakaan, serta penyediaan penerangan jalan umum.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Fasilitas jalan yang berpotensi memicu kecelakaan harus segera dibenahi,” ujar Andi Sumangerukka.

Gubernur juga mengimbau seluruh kepala daerah di 17 kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara agar turut bersinergi dan berperan aktif dalam pembangunan serta perbaikan infrastruktur jalan di wilayah masing-masing, khususnya pada titik-titik rawan kecelakaan lalu lintas.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Sultra, Kombes Pol Argowiyono, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama dalam menekan angka kecelakaan dan fatalitas di jalan raya.

Berdasarkan data Polda Sultra, sepanjang tahun 2025 tercatat 285 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Tenggara, sementara 137 orang mengalami luka berat. Data tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah dan kepolisian untuk mengambil langkah strategis melalui program Sultra Zero Fatality.

“Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang berujung fatalitas, dapat ditekan secara signifikan di seluruh wilayah Sultra,” tutup Kombes Pol Argowiyono. (**)

Continue Reading

News

Kapolri Gelar Sertijab, Sejumlah Kapolda Resmi Berganti

Published

on

By

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko

JAKARTA — Kapolri memimpin langsung serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama Mabes Polri dan Kapolda jajaran di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jumat (30/1/2026).

Sertijab ini merupakan tindak lanjut Surat Telegram Kapolri Nomor ST/99 tertanggal 15 Januari 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan di lingkungan Polri.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa rotasi dan promosi jabatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan karier serta upaya penyegaran organisasi.

“Hari ini Bapak Kapolri memimpin langsung serah terima jabatan sejumlah pejabat utama dan Kapolda di jajaran Polri, sebagai tindak lanjut dari surat perintah Kapolri terkait mutasi dan promosi jabatan,” ujar Trunoyudo kepada awak media.

Dalam sertijab tersebut, Irjen Pol Dr. Achmad Kartiko resmi menjabat Kalemdiklat Polri setelah sebelumnya menjabat Wakil Lemdiklat Polri. Sementara Irjen Pol Andi Rian yang sebelumnya menjabat Kapolda Sumatera Selatan kini dipercaya sebagai Wakil Lemdiklat Polri.

Irjen Pol Sandi Nugroho yang sebelumnya menjabat Kadiv Humas Polri kini mengemban tugas sebagai Kapolda Sumatera Selatan. Jabatan Kadiv Humas Polri selanjutnya diserahterimakan kepada Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, yang sebelumnya menjabat Kapolda Papua Barat.

Untuk wilayah Papua, Brigjen Pol Alfred Papare yang sebelumnya menjabat Kapolda Papua Tengah kini dipercaya sebagai Kapolda Papua Barat. Sedangkan jabatan Kapolda Papua Tengah diemban oleh Kombes Pol Jeremias Rontini, yang sebelumnya menjabat Irwasda Polda Papua.

Selain itu, jabatan Kepala Pusat Sejarah (Kapusjarah) Polri yang sebelumnya diemban Brigjen Pol Bagas Uji Nugroho diserahterimakan kepada Kombes Pol Abas Basuni, Jabatan Kayanma Polri kini dijabat oleh Kombes Pol Yudi Arkara, yang sebelumnya menjabat Kabag Pamwal.

Trunoyudo menegaskan bahwa seluruh rangkaian mutasi dan promosi jabatan ini dilakukan melalui mekanisme tour of area dan tour of duty guna meningkatkan kualitas organisasi dan pelayanan publik.

“Polri terus melakukan langkah strategis untuk memperkuat kinerja institusi, sejalan dengan komitmen Polri untuk masyarakat,” katanya.

Ia berharap kepemimpinan baru di sejumlah posisi strategis dapat membuat pelayanan Polri semakin profesional, responsif, dan dekat dengan masyarakat.(**)

Continue Reading

News

Bentrok di Kawasan Industri Nikel Kolaka, 4 TKA Diamankan, 2 TK Lokal Luka-luka

Published

on

By

KOLAKA — Suasana di lokasi pembangunan kawasan industri PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) mendadak mencekam, Rabu (28/1/2026) pagi. Kericuhan pecah setelah dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China terhadap seorang buruh lokal.

Insiden tersebut memicu amarah ratusan pekerja lokal hingga terjadi aksi saling kejar antara TKA dan buruh di area proyek. Situasi sempat tak terkendali sebelum akhirnya aparat kepolisian turun tangan.

Kasat Reskrim Polres Kolaka, AKP Fernando Oktober, mengatakan peristiwa itu bermula dari adu mulut terkait persoalan gaji yang belum dibayarkan.

“Peristiwa ini berawal dari cekcok soal gaji dan berujung pada dugaan pengeroyokan terhadap buruh lokal. Hingga saat ini kami telah mengamankan empat orang TKA dan masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Fernando Oktober.

Informasi yang dihimpun, api amarah mulai tersulut saat seorang buruh lokal mendatangi pengawas TKA China untuk mempertanyakan hak gaji yang belum diterima. Namun, alih-alih mendapatkan penjelasan, buruh tersebut justru menerima ucapan bernada provokatif yang memicu emosi.

Kericuhan sempat mereda setelah dilakukan upaya penenangan. Namun, beberapa buruh lokal kemudian dipanggil masuk ke dalam sebuah ruangan dengan dalih mediasi. Di dalam ruangan tersebut, sejumlah TKA telah menunggu. Pengeroyokan pun tak terhindarkan.

Salah seorang buruh lokal dilaporkan mengalami luka serius di bagian kepala setelah dihantam menggunakan besi. Korban mengalami luka robek dan harus segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara dua buruh lainnya mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Para korban diketahui merupakan buruh harian di salah satu perusahaan mitra PT IPIP.

Pasca-kejadian, kepolisian mengamankan empat orang TKA China yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan. Hingga siang hari, situasi di lokasi pembangunan dilaporkan berangsur kondusif, sementara aparat masih berjaga untuk mengantisipasi potensi kericuhan lanjutan.(**)

Continue Reading

News

Pastikan Siap Operasi, Kapolda Sultra Pimpin Pengecekan Almatsus

Published

on

By

Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko saat mengecek Almatsus

KENDARI – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) menggelar apel gelar pasukan sekaligus pengecekan alat utama dan sarana khusus (almatsus) di Lapangan Apel Presisi Polda Sultra, Rabu (28/1/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko. Turut hadir Wakapolda Sultra Brigjen Pol Gidion Arief Setyawan, para pejabat utama Polda Sultra, serta seluruh personel dan operator almatsus.

Dalam arahannya, Kapolda Sultra menegaskan pentingnya kesiapan almatsus agar dapat digunakan secara optimal dalam berbagai kondisi dan situasi. Menurutnya, almatsus merupakan penopang utama pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan.

“Almatsus yang kita miliki harus benar-benar siap digunakan untuk operasi apa pun. Sulawesi Tenggara menuntut kesiapsiagaan kita semua, terutama dalam menghadapi situasi darurat dan bencana yang kerap datang secara mendadak,” tegas Kapolda.

Ia menjelaskan, almatsus mencakup perlengkapan, peralatan, persenjataan, serta kendaraan operasional yang memiliki peran vital dalam mendukung tugas-tugas Polri, baik dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat maupun penanganan keadaan darurat.

Kapolda juga menekankan agar seluruh almatsus senantiasa berada dalam kondisi siap pakai dan terpelihara dengan baik. Menurutnya, kelalaian dalam perawatan maupun penggunaan peralatan operasional berpotensi membahayakan keselamatan personel Polri dan masyarakat.

Selain itu, Kapolda Sultra menginstruksikan kepada para kepala satuan kerja (kasatker) untuk memastikan setiap operator memahami serta mampu mengoperasikan almatsus sesuai prosedur dan standar operasional yang berlaku. Ia juga mendorong seluruh personel untuk terus meningkatkan kemampuan dan profesionalisme dalam mendukung pelaksanaan tugas.

Melalui apel dan pengecekan ini, Polda Sultra berharap kesiapan personel dan almatsus dapat terus terjaga, sehingga mampu memberikan respons cepat, tepat, dan efektif dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, serta penanggulangan bencana di wilayah Sulawesi Tenggara.

Continue Reading

Trending