News

TIMPORA Bombana Terbentuk, Imigrasi Perkuat Pengawasan Orang Asing dan Cegah TPPO

Published

on

KENDARI24.COM – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari membentuk sekaligus menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) di Kabupaten Bombana, sebagai langkah memperkuat pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing di daerah tersebut.

Kegiatan yang mengusung tema “Peran TIMPORA dalam Menjaga Stabilitas Keamanan Daerah melalui Pengawasan Orang Asing dan Pencegahan TPPO/TPPM” itu menjadi bagian dari upaya antisipasi dini terhadap potensi meningkatnya arus warga negara asing seiring berkembangnya kawasan industri di Kabupaten Bombana.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari, Muhammad Novrian Jaya, mengatakan TIMPORA memiliki peran strategis sebagai wadah koordinasi lintas instansi dalam pengawasan orang asing.

“TIMPORA merupakan wadah koordinasi lintas instansi yang memiliki peran strategis dalam melakukan pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing. Melalui sinergi antarinstansi, pengawasan dapat dilakukan lebih efektif, maksimal, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Selain memperkuat pengawasan, Imigrasi Kendari juga berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui program Imigrasi untuk Rakyat.

Muhammad Novrian Jaya menjelaskan, pihaknya akan menghadirkan layanan IKENI LAPAK atau Imigrasi Kendari Layanan Paspor Antar Kabupaten di Bombana.

“Melalui program Imigrasi untuk Rakyat, kami akan menghadirkan IKENI LAPAK sebagai layanan jemput bola. Mengingat jarak Bombana ke Kendari cukup jauh, kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan keimigrasian tanpa harus datang langsung ke Kota Kendari,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tenggara, Ganda Samosir, menegaskan pengawasan terhadap orang asing tidak dapat dilakukan secara parsial dan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

“Pengawasan orang asing merupakan tanggung jawab kami, namun tidak dapat dilakukan sendiri. Diperlukan sinergi seluruh elemen pemerintah dan masyarakat agar pengawasan berjalan optimal dan setiap potensi pelanggaran bisa diantisipasi sejak dini,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).

“Kita harus meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik TPPO dan TPPM agar masyarakat tidak menjadi korban. Peran aktif seluruh elemen sangat dibutuhkan dalam mengenali potensi tindak pidana tersebut,” ungkapnya.

Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, menyampaikan apresiasi atas pembentukan TIMPORA serta dukungan pelayanan keimigrasian yang akan dihadirkan di daerahnya.

“Kami mengapresiasi terbentuknya TIMPORA di Kabupaten Bombana. Dengan adanya tim ini, koordinasi lintas instansi dalam pengawasan orang asing dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi,” katanya.

Ia juga menyebut Pemerintah Kabupaten Bombana siap memfasilitasi layanan keimigrasian melalui Mall Pelayanan Publik agar masyarakat tidak lagi harus mengeluarkan biaya besar untuk mengurus dokumen ke Kendari.

“Kami berharap keberadaan TIMPORA dapat memberikan manfaat nyata dalam menjaga stabilitas keamanan daerah serta memperkuat pengawasan orang asing di Bombana,” tambahnya.

Dengan terbentuknya TIMPORA, koordinasi lintas sektor diharapkan semakin solid dalam menghadapi dinamika masuknya warga negara asing di tengah percepatan pembangunan dan investasi di Kabupaten Bombana.(**)

Trending

Exit mobile version