KENDARI24.COM – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1430/Konawe Utara tak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga menumbuhkan kedekatan emosional antara prajurit dan masyarakat. Hal itu terlihat di lokasi pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Amolame, Kecamatan Andowia, Rabu (29/4/2026).
Di tengah kesibukan menyusun bata dan merangkai konstruksi rumah, personel Satgas TMMD menyempatkan diri berinteraksi dengan warga, termasuk anak-anak yang berada di sekitar lokasi. Dengan sikap ramah dan penuh kehangatan, para prajurit terlihat menyapa, bercengkerama, hingga menenangkan anak-anak yang awalnya tampak malu.
Pemandangan tersebut menjadi potret lain dari pelaksanaan TMMD yang tak semata berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat. Sentuhan sederhana, sapaan hangat, dan kehadiran yang bersahabat menciptakan rasa kedekatan yang kian erat antara TNI dan warga.
Komandan Kodim 1430/Konawe Utara selaku Dansatgas TMMD ke-128, yang diwakili oleh Wadan Satgas Mayor Inf Hoer Apandi, menegaskan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari capaian fisik.
“Melalui interaksi sederhana seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa TNI selalu hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membangun kebersamaan dan kepedulian,” ujar Hoer Apandi.
Ia menambahkan, pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan TMMD, guna menumbuhkan kepercayaan serta memperkuat semangat gotong royong di lingkungan masyarakat.
Dengan tetap menjaga ritme pekerjaan pembangunan RTLH, personel Satgas terus berupaya menghadirkan suasana yang hangat dan inklusif. Bagi mereka, setiap bata yang tersusun bukan hanya menjadi dinding rumah, tetapi juga simbol kuat kemanunggalan TNI dan rakyat.(**)