KENDARI, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu-sabu dalam jumlah besar. Kali ini, polisi menangkap pelaku berinisial D (29) dan menyita barang bukti sebanyak 6,5 kilogram (kg) dari jaringan internasional yang berasal dari Malaysia.
Pengungkapan kasus ini diumumkan langsung melalui konferensi pers yang dipimpin Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H., di Aula Direktorat Reserse Narkoba Polda Sultra, Turut mendampingi, Direktur Narkoba Kombes Pol Bambang Sukmo Wibowo, S.I.K., S.H., M.Hum., serta Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Iis Kristian, S.I.K. Rabu (3/12/2025).
Irjen Didik menjelaskan, pengungkapan ini merupakan pengembangan dari kasus serupa yang ditangani Subdit II Ditresnarkoba pada Mei 2025.
“Setelah melakukan pengolahan dan analisa data digital selama tujuh bulan, petugas kami mendapatkan informasi penting mengenai adanya pengiriman narkotika jenis sabu-sabu yang berasal dari Malaysia dan telah masuk ke wilayah Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah,” jelas Irjen Didik.
Berdasarkan informasi tersebut, tim opsnal Subdit 2 Ditresnarkoba langsung melacak mobil rental dari luar provinsi yang diduga sering dipakai jaringan lintas provinsi. Petugas berhasil mengidentifikasi sebuah mobil minibus warna putih yang menuju Sultra.
Saat tiba di perbatasan, mobil tersebut dihentikan. Namun, pengemudi justru tancap gas dan mengabaikan peringatan polisi, memicu aksi kejar-kejaran. Pengejaran berakhir di depan Grapari Kendari pada Selasa (2/12/2025) sore, setelah petugas terpaksa menabrak mobil dinas untuk menghentikan laju kendaraan pelaku. Setelah berhasil dilumpuhkan, penggeledahan menemukan 6,5 kg sabu di dalam mobil.
Pengembangan lebih lanjut ke tempat kos pelaku menyita tambahan 92 gram sabu. Kapolda Sultra menegaskan bahwa pelaku yang diringkus merupakan kurir sabu jaringan internasional.
Kasus ini menjadi bukti keseriusan Polda Sultra dalam memerangi peredaran narkoba yang merusak generasi bangsa.(**)