News

Kadin Indonesia Apresiasi Forum UCLG ASPAC di Kendari, AYP: Jadi Momentum Buka Peluang Investasi

Published

on

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Muh Yuslim Patawari (batik merah)

KENDARI24.COM – Pelaksanaan forum internasional UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and Asia-Pacific Forum di Kota Kendari mendapat apresiasi dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Kegiatan berskala internasional tersebut dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membuka peluang kerja sama dan investasi di kawasan Asia Pasifik.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Muh Yuslim Patawari mengatakan, kehadiran delegasi dari berbagai daerah dan negara menjadi peluang besar bagi Kota Kendari maupun Sulawesi Tenggara dalam memperluas jejaring kerja sama, khususnya di sektor ekonomi dan investasi.

Menurutnya, pelaksanaan forum internasional itu membuktikan bahwa Kota Kendari mampu menjadi tuan rumah kegiatan berskala global meski di tengah berbagai keterbatasan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dilaksanakan di Kota Kendari. Ini membuktikan Kendari mampu menjadi tuan rumah forum internasional,” ujarnya saat menghadiri kegiatan UCLG ASPAC di Claro Hotel Kendari, Jumat (8/5/2026).

Yuslim menegaskan, forum UCLG ASPAC tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang promosi yang efektif untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan daerah kepada para tamu dan delegasi internasional.

Selain itu, ia juga menyoroti keterlibatan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam rangkaian kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran produk lokal menjadi daya tarik tersendiri bagi tamu dari luar daerah maupun luar negeri.

“Kita lihat banyak UMKM dilibatkan. Tamu-tamu yang datang bisa mengetahui bahwa Kendari memiliki banyak produk khas, baik kuliner maupun produk budaya,” katanya.

Ia menilai, promosi budaya dan produk lokal melalui forum internasional merupakan langkah positif dalam memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di pasar yang lebih luas.

“Ini bagian dari pengenalan budaya dan karakteristik Kota Kendari maupun Sulawesi Tenggara. Sangat bagus dan menjadi bagian penting dari promosi daerah,” tutupnya.

Trending

Exit mobile version