News

Bentrok di Kawasan Industri Nikel Kolaka, 4 TKA Diamankan, 2 TK Lokal Luka-luka

Published

on

KOLAKA — Suasana di lokasi pembangunan kawasan industri PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) mendadak mencekam, Rabu (28/1/2026) pagi. Kericuhan pecah setelah dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China terhadap seorang buruh lokal.

Insiden tersebut memicu amarah ratusan pekerja lokal hingga terjadi aksi saling kejar antara TKA dan buruh di area proyek. Situasi sempat tak terkendali sebelum akhirnya aparat kepolisian turun tangan.

Kasat Reskrim Polres Kolaka, AKP Fernando Oktober, mengatakan peristiwa itu bermula dari adu mulut terkait persoalan gaji yang belum dibayarkan.

“Peristiwa ini berawal dari cekcok soal gaji dan berujung pada dugaan pengeroyokan terhadap buruh lokal. Hingga saat ini kami telah mengamankan empat orang TKA dan masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Fernando Oktober.

Informasi yang dihimpun, api amarah mulai tersulut saat seorang buruh lokal mendatangi pengawas TKA China untuk mempertanyakan hak gaji yang belum diterima. Namun, alih-alih mendapatkan penjelasan, buruh tersebut justru menerima ucapan bernada provokatif yang memicu emosi.

Kericuhan sempat mereda setelah dilakukan upaya penenangan. Namun, beberapa buruh lokal kemudian dipanggil masuk ke dalam sebuah ruangan dengan dalih mediasi. Di dalam ruangan tersebut, sejumlah TKA telah menunggu. Pengeroyokan pun tak terhindarkan.

Salah seorang buruh lokal dilaporkan mengalami luka serius di bagian kepala setelah dihantam menggunakan besi. Korban mengalami luka robek dan harus segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara dua buruh lainnya mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Para korban diketahui merupakan buruh harian di salah satu perusahaan mitra PT IPIP.

Pasca-kejadian, kepolisian mengamankan empat orang TKA China yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan. Hingga siang hari, situasi di lokasi pembangunan dilaporkan berangsur kondusif, sementara aparat masih berjaga untuk mengantisipasi potensi kericuhan lanjutan.(**)

Trending

Exit mobile version